ForexSignal88.com l Jakarta, 17/10/2017 – Pada perdagangan Selasa ini ini kondisi dolar AS sepertinya masih ingin sekali menekan lebih lanjut terhadap mata uang utama dunia lainnya juga kepada emas sekaligus pasca Yellen dan Trump menyatakan bahwa kondisi ekonomi AS masih moderat dan Trump yang yakin reformasi pajak akan dimulai awal tahun depan.

Seperti kita ketahui gebrakan dari Trump dan Yellen tersebut membuat dolar AS alias greenback melakukan perlawanan sempurna kepada pasar sehingga hal ini membuat EUR//USD ditutup melemah di level 1,1796, GBP//USD ditutup melemah di level 1,3250, AUD//USD ditutup melemah di level 0,7850 dan USD/JPY ditutup menguat di level 112,16. Sekaligus membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup melemah $7,40 atau 0,57% di level $1297,20 per troy ounce.

Hari Minggu lalu chairwoman The Fed Janet Yellen kembali menegaskan bahwa ekonomi AS melaju dengan moderat, sehingga membutuhkan sebuah rencana matang agar ekonomi AS tidak lepas kendali secara sendirian sehingga dapat menimbulkan ketidakseimbangan di pasar global.

Kami dari tim analis FS88 sepakat dengan ucapan Yellen tersebut, bahwa sepertinya ekonomi AS memang membutuhkan kenaikan suku bunga setelah melihat penjualan eceran AS dan masih ketatnya tenaga kerja AS serta membaiknya keyakinan konsumen. Yang pasti Yellen juga berhati-hati bahwa kemampuan bank sentral AS ini tetap dijaga keselarasan menuju situasi suku bunga yang netral. Kondisi netral bisa diartikan antara kemampuan latar belakang bank sentral yang diwakili neracanya, serta menjaga kestabilan ekonomi yang diwakili laju PDB dan inflasi alias disimpulkan dengan tingkat suku bunganya sehingga kesinambungan ekonomi AS tetap kokoh menghadapi segala kondisi.

Yang menjadi pertanyaan investor bahwa ada kesan memang suku bunga The Fed harus naik, namun The Fed tidak mau nilai dolar AS menguat tajam sehingga kita juga perlu tahu diri ketika hembusan kenaikan suku bunga membuat dolar AS menguat kencang, maka tidak lama kemudian akan muncul sebuah verbal intervensi atau data intervensi yang menahan gejolak penguatannya.

Yang menjadi pertaruhan sekarang adalah berapa kali suku bunga The Fed naik di tahun depan. Banyak kalangan termasuk beberapa pejabat The Fed ingin 3 hingga 4 kali kenaikan untuk menjaga dolar AS di tren yang positif. Namun bila hanya terjadi sekali saja, maka tren negatif dolar AS akan muncul secara bertubi-tubi.

Selain itu, gejolak politik tetap harus selalu diberi tanda waspada tinggi menurut kami,dimana kemungkinan masih akan terus berlanjut di pekan ini seiring dengan makin memanasnya situasi geopolitik Korea dan Catalunya serta Timur Tengah, dimana masih terdapat tarik-ulur kedaulatannya atau penuntutan kemerdekaannya khususnya bagi Kurdi dan Catalunya sehingga sewaktu-waktu masih dapat merubah tren yang seharusnya.

Sehingga situasi seperti itu dapat memunculkan aksi-aksi safe haven atau bisa dikata melemahkan posisi dolar AS, sehingga menguntungkan mata uang yang mempunyai resiko kecil dan emas, sebagai bagian pengamanan sementara investasinya, sehingga risk appetite atau aset-aset yang berisiko untuk sementara segera ditinggalkan sejenak. Menurut tim analis FS88, kondisi ini masih terjadi hingga hasil data Fed’ Beige Book.

Periode hari ini yang perlu disikapi dengan bijak selain paparan hasil rapat suku bunga Australia adalah data inflasi Inggris dan Eropa serta dari AS terdapat data kegiatan sektor industri dan perumahan.

Analisa Teknikal Harian – 17 Oktober 2017

Catatan:

Data MetaTrader yang kami gunakan bisa berbeda dengan data pada MetaTrader yang pembaca gunakan. Namun demikian kami berusaha menyajikan analisa seobyektif mungkin.

Analisa ini sekedar menjadi panduan bagi para trader untuk melihat kondisi pasar hari ini dan bukan sebuah saran transaksi.

EUR/USD

EUR/USD kembali tertekan di sesi kemarin sehingga ditutup negatif di 0,19% di 1,1796, penutupan negatif ketiga secara berurutan.

Pada Selasa pagi tekanan jual kembali terlihat dan berpotensi menembus level terendah sesi kemarin di 1,1780 dengan target berikutnya di 1,1733.

Resistance intraday pagi ini berada di 1,1810. Selama tidak terjadi penutupan di atasnya, para penjual masih mendominasi perdagangan pair ini.

1EUR

USD/JPY

Simple moving average 200-hari (kini di 111,77) menjadi pijakan rebound USD/JPY di sesi kemarin, sehingga pair ini berakhir naik 0,28%.

Pagi ini USD/JPY berada di dekat zona resistance 112,33, salah satu area penting bagi tren intraday, jika ditembus USD/JPY bisa naik ke 112,55 namun jika bertahan USD/JPY dapat berbalik turun menguji ulang SMA 200-hari tersebut.

2JPY

GBP/USD

GBP/USD tersungkur 0,26% di sesi kemarin, ditutup di 1,3253. Kini kecenderungan turun semakin terlihat pada grafik 1-jam dengan resistance di 1,3260.

Para penjual tampak mengincar simple moving average 200-jam di 1,3198, salah satu support kuat yang dapat menimbulkan efek rebound, yang berdekatan dengan support kuat lainnya di 1,3185.

Jika kedua support itu ditembus, GBPSD dapat turun lebih jauh ke target berikutnya di 1,3140.

3GBP

AUD/USD

Kemarin AUD/USD terdesak hingga tercatat turun 0,46%. Pagi ini tekanan jual kembali terlihat dan berpotensi untuk segera menguji area support 0,7797.

Pada sisi atas, pagi ini terlihat resistance di 0,7850, jika ditembus tekanan jual dapat berkurang secara signifikan.

4AUD

XAU/USD

Terbentur resistance kuat pada grafik 4-jam, kemarin harga emas (XAU/USD) gagal untuk terus bergerak ke utara, berakhir negatif  0,67% di 1294,75 alis kembali berada di bawah level kunci 1300,00.

Pagi ini tekanan jual dapat menyeret XAU/USD ke support 1290,25. Support lain berada di 1287,45 dan 1283,00.

5XAU

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Reuters, MarketWatch, Investing

Sumber analisa dan grafik: ForexSignal88, MetaTrader

Sumber gambar: MT5

Share This