Indeks Dolar AS Tergelincir di Awal Sesi Eropa

ForexSignal88.com l Jakarta, 06/02/2018 – Dolar AS tergelincir pada hari Selasa di awal sesi Eropa setelah pagi tadi sempat melanjutkan penguatannya ketika para investor melepas aset berisiko untuk mendapatkan keamanan relatif dari greenback, namun pasar mata uang pada umumnya lebih tenang dibandingkan dengan pergolakan di pasar ekuitas.

Aksi jual di seluruh bursa saham dunia membuat para investor bergegas masuk ke dolar AS pada hari Senin, membantu mata uang AS berperforma baik melawan euro, pound sterling dan mata uang terkait komoditas.

Namun pada awal perdagangan Eropa pada hari Selasa ini, AS dolar melepas sebagian penguatan tersebut dengan pasar mata uang tidak menunjukkan gelagat kepanikan yang terlihat di kelas aset lainnya. Data CNBC pada sore ini menunjukkan Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,13% di 89,44.

Saat berita ini ditulis, euro naik 0,37%, membalas sebagian penurunan di hari Senin, diperdagangkan di $1,2410.

“Kami melihat beberapa tanda klasik di pasar mata uang, dengan yen dan Swiss franc bergerak lebih tinggi. Tapi tidak ada yang dramatis,” kata Alvin Tan, pakar strategi FX di Societe Generale yang berbasis di London.

“Cukup fair untuk mengatakan bahwa dolar AS terdukung namun dukungannya tetap agak moderat,” katanya, mengutip kemunduran imbal hasil Treasury AS semalam yang mengimbangi nilai safe haven dari greenback.

Tan mengatakan jika aksi jual aset berisiko berlanjut, dia memperkirakan dolar AS akan kembali menguat terhadap mata uang terkait komoditas seperti dolar Australia dan Kanada namun tetap harus berjuang melawan euro dan yen.

Yen Jepang dan franc Swiss, yang cenderung menarik perhatian para investor pada saat terjadi tekanan pasar, keduanya naik namun kenaikannya mulai terendam.

Dolar AS pagi tadi tergelincir ke level ¥108,46 karena guncangan di bursa ekuitas bertahan di perdagangan Asia pada hari Selasa, namun kemudian mengurangi kerugian dan terakhir berpindah tangan pada ¥109,29.

Penghindaran risiko (risk aversion) yang dilakukan investor memicu penurunan imbal hasil obligasi AS, yang menyebabkan jatuhnya dolar AS terhadap yen, kata Sim Moh Siong, ahli strategi FX untuk Bank of Singapore.

“Saya melihat 107 sampai 108 sebagai support berikutnya untuk dolar/yen,” kata Sim, menambahkan bahwa jika aksi jual tersebut mengambil momentum lebih lanjut, dolar AS bisa jatuh ke arah 104 yen.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Reuters

Sumber gambar: ETF Trends

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *