Indeks Dolar AS Bergumul di Dekat Titik Terendah 13-Bulan

ForexSignal88.com l Jakarta, 24/07/2017 – Hingga menjelang awal sesi Eropa dolar AS tampak berjuang di dekat level terendah dalam 13 bulan terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Senin ini karena gejolak politik AS membuyarkan harapan untuk langkah cepat agenda stimulus dan reformasi Presiden AS Donald Trump.

Administrasi Trump, yang semakin terikat oleh penyelidikan dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan AS, mendapat pukulan baru pada hari Jum’at setelah juru bicara Gedung Putih Sean Spicer mengundurkan diri, menyoroti pergolakan pada lingkaran terdalam kepresidenan AS.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, sedikit berubah pada 93,88, setelah menyentuh 93,82, terendah sejak Juni 2016.

“Untuk setiap kesempatan bagi dolar [agar dapat] memantul kembali dalam waktu dekat, maka akan membutuhkan rebound [pada] imbal hasil AS,” kata Junichi Ishikawa, ahli strategi valas senior di IG Securities di Tokyo.

“Situasi politik AS saat ini membebani imbal hasil AS. Jadi, kita memerlukan data AS yang kuat untuk melepaskan imbal hasil AS dari tingkat rendahnya,” katanya.

Imbal hasil Treasury AS 10-tahun mencapai level terendah dalam tiga minggu pada hari Jum’at, karena sebuah kemunduran di Wall Street memicu permintaan safe haven untuk hutang.

Euro stabil di $1,1668 setelah beringsut naik ke level tertinggi 23 bulan di $1,1684. Namun penguatan mata uang bersama Eropa pun terbatasi setelah imbal hasil zona euro jatuh pada hari Jum’at. Mata uang Eropa yang kuat mendorong para investor untuk mempertanyakan waktu penarikan stimulus ECB.

Euro memiliki pijakan yang kuat bulan ini setelah apa yang dirasakan pasar sebagai pernyataan hawkish dari Presiden ECB Mario Draghi telah memperkuat pandangan bahwa bank sentral Eropa akan mulai beralih dari kebijakan mudahnya lebih cepat daripada nanti. Draghi juga tidak mengungkapkan kekhawatiran pada kekuatan mata uang tersebut.

Dolar AS tergelincir 0,15 persen menjadi 110,97 yen, dengan mata uang Jepang mencapai titik terkuat dalam lima minggu.

Pertaruhan spekulan pada dolar AS beralih ke posisi net short (jual) untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu tahun, menurut perhitungan oleh Reuters dan data Commodity Futures Trading Commission yang dirilis pada hari Jum’at.

Namun menurut data yang sama, net short yen Jepang naik menjadi yang terbesar sejak Januari 2014.

Koji Fukaya, presiden FPG Securities di Tokyo, menjelaskan tingginya tingkat shorts yen mungkin mencerminkan perdagangan yen versus mata uang non-dolar, yang disebut cross trade.

“Banyak tekanan jual pada yen disalurkan melalui pasangan cross yen, karena itu dolar/yen tetap lemah meskipun posisi net short yen semakin besar,” tambah Fukayaka.

Bank of Japan telah terjebak pada kebijakan moneter yang mudah sementara bank sentral utama lainnya telah memberi sinyal pergeseran pada normalisasi kebijakan, oleh karena itu sebagian investor memperkirakan akan terjadi pelemahan yen.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Luna Webs Design

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *