Imbas Perang Dagang Konsumen AS Dapat Harga Lebih Mahal, China Susah Ekspor

Sektor yang paling terpukul oleh tarif AS adalah impor mesin dan peralatan komunikasi dari China yang turun sebesar US$ 15 miliar. Seiring waktu, skala kerugian ekspor China meningkat di samping kenaikan kenaikan tarif, menurut studi tersebut. Studi ini juga menemukan, negara-negara lain mulai mengisi sebagian besar bagian pasar yang ditinggalkan China.  

Menurut studi UNCTAD, Taiwan menjadi negara dengan penerima manfaat terbesar dari pengalihan perdagangan ini dengan tambahan ekspor ke AS mencapai US$ 4,2 miliar pada paruh pertama tahun ini. Ekspor Taiwan ke AS sebagian besar berupa peralatan kantor dan peralatan komunikasi.

Ekspor Meksiko ke AS juga meningkat sebesar US$ 3,5 miliar, dimana sebagian besar berupa peralatan pertanian dan transportasi dan mesin listrik. Uni Eropa juga mendorong ekspor ke AS sebesar US$ 2,7 miliar, sebagian besar berupa ekspor mesin tambahan.

“Semakin lama perang dagang berlangsung, semakin besar kemungkinan kerugian dan keuntungan ini akan permanen,” kata Nicita. Tidak semua kerugian perdagangan China diambil oleh ekonomi lain dan miliaran dolar dalam perdagangan hilang seluruhnya.

Studi ini tidak menganalisis tarif China terhadap impor AS ke China lantaran data terperinci belum tersedia. Studi ini juga menangkap fase terbaru dari perang dagang termasuk pengenaan tarif sebesar 10% terhadap barang-barang China senilai US$ 125 miliar yang berlaku 1 September.

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *