FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

Harga Minyak Dunia Rally 3 Pekan Berturut-turut

ForexSignal88.Com | Jakarta, 21/08/2016 – Harga minyak mentah naik untuk hari keenam, dengan Brent mencapai delapan minggu tertinggi pada akhir perdagangan Jumat dinihari terdukung harapan produsen minyak terbesar dunia siap untuk membahas pembekuan dalam tingkat produksi minyak mentah. Kenaikan harga minyak mentah juga didukung pelemahan dollar AS.Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik $ 1,43, atau 3,06 persen, pada $ 48,22 per barel, juga dekat puncak sesi yang akan kembali ke 5 Juli. Harga minyak mentah berjangka Brent naik 88 sen, atau 1,79 persen, ke $ 50,74 per barel, di dekat intraday tinggi yang akan kembali ke tanggal 23 Juni. Kedua benchmark telah meningkat lebih dari 20 persen dari yang terendah pada awal Agustus pada berita Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan eksportir utama lainnya mungkin akan menghidupkan kembali pembicaraan tentang pembekuan tingkat produksi pada saat mereka bertemu di Aljazair bulan depan. Anggota OPEC akan bertemu di sela-sela Forum Energi Internasional, yang kelompok produsen dan konsumen, di Aljazair pada 26-28 September. Dolar AS jatuh 0,58 persen terhadap sekeranjang enam mata uang utama, terjun ke posisi terendah dalam lebih dari tujuh minggu, sehari setelah rilisalah dari pertemuan Juli Federal Reserve menunjukkan sinyal dovish terhadap kenaikan suku bunga AS.
Banyak anggota OPEC telah terluka parah oleh jatuhnya harga minyak selama dua tahun terakhir.Sementara beberapa eksportir minyak Teluk memiliki biaya produksi yang sangat rendah, produsen lain seperti Iran dan Venezuela perlu harga minyak diatas $ 100 untuk menyeimbangkan anggaran mereka. Tapi pembekuan produksi pada level saat ini mungkin tidak membantu meningkatkan harga, banyak analis mengatakan, terutama sejak Saudi Arabia mengisyaratkan bahwa hal itu bisa meningkatkan pasokan minyak mentah pada bulan Agustus ke rekor baru, bahkan saat sedang mempersiapkan diri untuk membahas tingkat produksi dengan produsen lain. Analis di Citi juga memperingatkan risiko rally harga sebagian besar didasarkan pada potensi pembicaraan masa depan pada pembekuan tingkat produksi minyak mentah mengingat bahwa pertemuan serupa awal tahun ini gagal menghasilkan kesepakatan tersebut. Kekuatan WTI pada Kamis juga akibat dari banjir pesanan baru untuk kapal minyak mentah AS ke Eropa untuk mengambil keuntungan dari peluang arbitrase yang dihasilkan dari spread yang lebar antara patokan AS dan Eropa.
EURUSD
 
WEEKLY OUTLOOK : NETRAL
 
FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE
 
EURUSD dalam sepekan kemarin ini mengalami pergerakan harga dengan fluktuatif Upside Channel (Bullish). Dimana pergerakan Bullish dimulai sedari Senin 15/08/16 dari level 1.1168 dengan Intraday Low Level sepekan juga berada di hari yang sama Senin (15//08) di level 1.1151. Hingga penutupan New York Jumat (19/08/16) di level 1.1326 dengan Intraday High Level sepekan berada di hari Kamis (18/08/16) di level 1.1364. Range mingguan sepekan kemarin sebesar 213 pips (lebih besar 63 pips dari range mingguan sebelumnya 08/08/16 – 12/08/16 yang sebesar 150 pips)
Secara Fundamental, Pembacaan akhir Inflasi Zona Eropa bulan Juli mencatat penurunan bulanan 0,6%, yang sedikit lebih besar dari penurunan 0,5% yang diperkirakan, meskipun tingkat tahunan dikonfirmasi naik di 0,2% dari 0,1% sebelumnya, tidak berubah dari tingkat pada bulan Juli 2015. Meskipun sesuai perkiraan, ECB akan tetap gelisah atas tren inflasi yang mendasarinyaHarga energi turun 1,0% pada bulanan dengan penurunan tahunan 6,7%.Harga inti turun 0,7% selama bulanan dengan tingkat tahunan tidak berubah pada 0,9%, yang turun sedikit dari tingkat 1,0% bulan Juli 2015. Laju inflasi di sektor jasa meningkat menjadi 1,2% dari 1,1% sebelumnya, sementara harga barang industri naik 0,4% sepanjang tahun.Ada tekanan ke atas secara bulanan pada harga dari restoran dan makanan segar. Inflasi di Spanyol dan Italia terus menurun sepanjang tahun dengan inflasi di Belanda jatuh 0,6% selama tahun ini dari 0,2% sebelumnya, tetapi tingkat inflasi Belgia meningkat menjadi 2,0% dari 1,8%. Dengan inflasi inti sedikit lebih rendah dari tahun sebelumnya, akan ada kekhawatiran lebih lanjut bahwa inflasi yang masih rendah akan menyeret inflasi mendatang yang lebih rendah dan membuatnya lebih sulit bagi bank sentral untuk menaikkan inflasi.
Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona ekonomi Eropa, diantaranya : 
1.    German Ifo Business Climate           Kamis 25/08/16 15.00 WIB
 
 
Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, rally EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday Bearish yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout Bearish pada level 1.1299, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1273 – 1.1248 – 1.1223. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout Bullish pada level 1.1365, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan Tren Bullishnya ke area level 1.1389 – 1.1414 – 1.1439.
 
GBPUSD
WEEKLY OUTLOOK : NETRAL
 
FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE
 
GBPUSD dalam sepekan kemarin ini mengalami pergerakan harga dengan fluktuatif Upside Channel (Bullish). Dimana penguatan dimulai sedari Selasa 16/08/16 dari level 1.2878 dengan Intraday Low Level sepekan berada di hari Senin 15/08/16 di level 1.2864 hingga harga penutupan New York, Jumat (19/08/16) WIB di level 1.3078 dan Intraday High Level sepekan berada di level 1.3184 (di hari yang sama Jumat 19/08). Range mingguan sepekan kemarin sebesar 320 pips (lebih besar 132 pips dibandingkan range mingguan sebelumnya 08/08/16 – 12/08/16 yang sebesar 188 pips).
Secara Fundamental, Inflasi Inggris naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan Juli, menurut Kantor Statistik Inggris.Indeks Harga Konsumen Inggris tercatat 0,6% pada basis tahun-ke tahun, naik dari tingkat pertumbuhan Juni 0,4%, dan lebih tinggi dari perkiraan analis 0,5%, menurut sebuah jajak pendapat oleh Thomson Reuters.Inflasi terus tetap rendah, tapi dari tingkat yang lebih buruk dari 2015 di mana CPI berada di wilayah deflasi.Diluar harga input yang mudah menguap seperti pangan dan energi, pembacaan inflasi inti menunjukkan pertumbuhan 1,3% dari tahun sebelumnya.Ini lebih rendah dari 1,4% pada bulan Juni, tapi sesuai dengan ekspektasi analis. Untuk bulan Juli, inflasi turun 0,1%, turun dari pertumbuhan 0,2% bulan sebelumnya, tetapi sesuai dengan perkiraan. Inflasi telah menjadi perjuangan untuk beberapa waktu bagi Bank of England.BoE telah bekerja memotong keluar untuk itu dalam beberapa bulan ke depan sebagai efek dari ‘Brexit’ menjadi lebih jelas.Tingkat kerusakan yang akan terjadi pada ekonomi Inggris tidak jelas, tapi BoE mengambil langkah-langkah preemptive untuk membantu memerangi penurunan pada pertemuan Agustus dengan mengurangi suku bunga acuan dari 0,5% menjadi 0,25% dan meningkatkan Program QE sebesar 60 miliar pound.
Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona ekonomi Inggris, diantaranya : 
1.    Second Estimate GDP q/q                                   Jumat 26/08/16 15.30 WIB
Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, penguatan GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday Bearish yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout Bearish pada level 1.2990, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2857 – 1.2731 – 1.2605Namun sebaliknya apabila terjadi breakout Bullish pada level 1.3218, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan Tren Bullishnya ke area level 1.3352 – 1.3501 – 1.3651.

 
AUDUSD
WEEKLY OUTLOOK : NETRAL
 
FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE
 
The Kanggoro Dollar dalam sepekan kemarin ini melompat ke bawah, dimana mengalami pergerakan harga dengan fluktuatif Downside Channel (Bearish). Pergerakan Bearish dimulai sedari Rabu 17/08/16 dari level 0.7693 dengan Intraday High Level sepekan berada di level 0.7748 (di hari Selasa 16/08) hingga penutupan New York, Jumat (19/08/16) WIB di level 0.7625 dan Intraday Low Level sepekan berada di level 0.7598 (di hari yang sama Jumat 19/08). Range mingguan sepekan kemarin sebesar 150 pips (lebih kecil 13 pips dibandingkan range mingguan sebelumnya 08/08/16 – 12/08/16 yang sebesar 163 pips).
Secara Fundamental, Salah satu lembaga pemeringkat kredit dunia yang berpusat di New York- Moodys mengumumkan penurunan peringkat kredit 4 bank besar yang ada di Australia ke peringkat negatif. Alasan diturunkannya peringkat kredit tersebut menimbang pertumbuhan laba yang kendur dan tantangan yang dihadapi bank tersebut. Moody mengatakan perubahan proyeksi kredit ini mencerminkan kondisi 4 bank seperti  Commonwealth Bank, NAB, ANZ dan Westpac di sisa 2016 hadapi tantangan besar untuk meningkatkan  pertumbuhan laba dan kualitas aset serta kekuatan terhadap setiap guncangan eksternal. Secara makro, Moodys juga melihat kondisi ekonomi di Australia juga menjadi pemicunya, dimana    di negeri ini sedang terjadi transisi  ekonomi yang mengakibatkan hasil pendapatan dan upah rendah dan suku bunga masih rendah, yang memberikan tekanan margin bagi keuntungan bank. Selain itu Moodys melihat meningkatnya utang yang memperburuk  portofolio pinjaman bank. Moodys menilai peringkat kredit The Big Four Bank ini akan menjadi stabil  jika lingkungan operasi di Australia membaik, dengan stabilisasi leverage rumah tangga, pendapatan dan nominal harga rumah  lebih meningkatkan profil permodalan dan pendanaan mereka. Karena tingkat kesehatan kredit atau NPL bank-bank yang ada di negeri tersebut terpuruk. Sebagai informasi sebelumnya The Big Four ini mendapat gugatan melakukan kecurangan  tingkat tagihan Bank swap (BBSW) dan perdagangan bank di Amerika Serikat sehingga  meluncurkan class action terhadap pemerintah Amerika Serikat.  
Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, pelemahan AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday Bullish yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout Bullish pada level 0.7693, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7736 – 0.7779 – 0.7820. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout Bearish pada level 0.7592, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan tren Pelemahannya ke area level 0.7550 – 0.7509 – 0.7466.
XAUUSD
WEEKLY OUTLOOK : NETRAL
 
FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE
 
Spot Emas dalam sepekan kemarin ini mengalami pergerakan harga dengan fluktuatif Small Upside Channel (Bulish Kecil). Dimana pergerakan Bullish dimulai sedari Senin 15/08/16 dari level $1337.80 dengan Intraday Low Level sepekan berada di level $1335.60 (di hari yang sama Senin 15/08), hingga penutupan New York Jumat (19/08/16) di level $1340.70 dengan Intraday High Level sepekan berada di hari Selasa 16/08 di level $1357.90. Range mingguan sepekan kemarin sebesar 223 pips atau $22.30 (lebih kecil 50.5 pips atau $5.05 dibandingkan range mingguan sebelumnya 08/08/16 – 12/08/16 yang sebesar 273.50 pips atau $27.35).
Secara FundamentalHarga Emas tergelincir pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Pendorong penurunan harga emas adalah penguatan dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lain karena semakin jelasnya rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed). MengutipWall Street Journal, Sabtu (20/08/16), harga emas untuk pengiriman Desember ditutup turun 0,8 persen ke angka US$ 1.346,20 per troy ounce di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Sejauh ini belum ada data-data ekonomi terbaru yang keluar. Oleh sebab itu, para investor pun memperhatikan komentar dari para pejabat The Fed. Wall Street Journal Dollar Index, indeks yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama, naik 0,5 persen ke level 85,61. Kenaikan WSJ Dollar Index ini karena adanya komentar dari beberapa pejabat The Fed mengenai rencana kenaikan suku bunga. Anggota The Fed dari San Francisco John Williams pada Kamis kemarin menyatakan bahwa Bank Sentral terlalu lama menunggu saat yang tepat untuk menaikkan suku bunga. Waktu yang diperlukan tersebut membuat biaya yang lebih mahal bagi perekonomian.
Dengan pertimbangan tersebut, maka suku bunga harus segera dinaikkan agar biaya yang dikeluarkan tidak bertambah besar lagi. Menurut Williams, September menjadi waktu yang tepat untuk menaikkan suku bunga. Sehari sebelumnya, Pejabat Bank Sentral AS New York William Dudley mengatakan, kenaikan suku bunga bisa terjadi pada September nanti. Kenaikan suku bunga menjadi ancaman bagi emas. Logam mulia tersebut harus bersaing dengan beberapa instrumen investasi lain yang memberikan dua keuntungan bagi investor yaitu kenaikan harga dan bunga. Selain itu, investor juga mengamati sinyal dari Gubernur Bank Sentral AS Janet Yellen yang akan menghadiri konferensi bank sentral seluruh dunia pekan depan. “Ada kegelisahan dari pelaku pasar dengan apa yang bakal diutarakan oleh Yellen,” jelas Bob Haberkorn, Analis Senior RJO Futures. Ia melanjutkan, saat ini investor sedang mencari kejelasan dari rencana kenaikan suku bunga The Fed.
Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, penguatan XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday Bearish yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout Bearish pada level 1333.66, kemungkinan harga akan kembali ke level 1326.54 – 1318.98 – 1310.97. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout Bullish pada level 1347.90, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan tren rally-nya ke area level 1355.91 – 1364.37 – 1373.71. (ForexSignal88.Com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *