Harga Emas Menanjak Tipis, Pasar Siap Cermati FOMC Meeting Minutes

ForexSignal88.com l Jakarta, 29/11/2018 – Seirama dengan aset safe havens lainnya seperti yen Jepang dan franc Swiss, sejak pembukaan sesi Kamis harga emas terus bergerak naik walaupun hingga siang menjelang pembukaan sesi Eropa pergerakannya masih relatif tipis dan berada di bawah level tertinggi kemarin yaitu $1.226,50.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, merosot sekitar 0,6 persen pada hari Rabu, persentase penurunan tertajam sejak 1 November. Pada Kamis siang, indeks tersebut berada di 96,76, turun sekitar 0,08 persen sejak pagi tadi.

Para pelaku perdagangan emas dan mata uang kini bersiap diri untuk mencermati dan menelaah publikasi notulen rapat kebijakan FOMC Federal Reserve 7-8 November yang akan dirilis pada Jumat dini hari waktu Indonesia.

Sebelumnya pada hari Rabu, Ketua Fed Jerome Powell menyuntikkan dosis optimisme yang kuat kepada para investor ekuitas saat ia mengatakan bahwa tingkat kebijakan bank sentral AS sekarang “tepat di bawah” perkiraan tingkat yang tidak memlambatkan atau meningkatkan ekonomi AS yang sehat.

Komentar Powell itu membuat banyak investor membacanya sebagai sebuah sinyal bahwa siklus pengetatan The Fed hampir berakhir dan diperkirakan berhenti di 3 persen.

Perekonomian AS melambat pada kuartal ketiga seperti yang dilaporkan sebelumnya, tetapi laju itu mungkin cukup kuat untuk menjaga pertumbuhan di jalur untuk mencapai target 3 persen yang ditetapkan pemerintahan Trump pada tahun ini, bahkan ketika momentum tampaknya telah dimoderasi lebih lanjut di awal kuartal keempat.

Sementara itu dari belahan dunia lain, Bank of England (BoE) pada hari Rabu menyebut UK berisiko menderita pukulan ekonomi yang lebih besar daripada krisis keuangan global 10 tahun lalu jika meninggalkan Uni Eropa dengan skenario terburuk Brexit dalam waktu empat bulan mendatang.

Terkait mulai bangkitnya harga emas, Pepperstone, broker forex terkemuka di Australia, berpendapat bahwa berinvestasi dalam bentuk emas di tahun depan mungkin menjadi salah satu opsi terbaik karena ekonomi AS dan greenback mungkin akan bergerak mundur.

Chris Weston, kepala riset broker tersebut, selama wawancara dengan Bloomberg pada hari Rabu, mengatakan bahwa pihaknya melihat gambaran yang sangat lemah berkembang di Eropa juga, jadi menurutnya tidak mungkin pula pihaknya memborong euro.

Weston memperingatkan bahwa ada sedikit kemungkinan resesi teknis di Jerman jika tarif impor produk otomotif sebesar 25% jadi diterapkan.

Sedangkan mengenai pound sterling, Weston berpendapat dia lebih suka untuk tidak menebak apa yang akan terjadi dengan Brexit pada bulan Maret 2019 dan lebih baik menunggu saja.

Dolar Australia juga tidak tampak seperti sebuah aset investasi besar baginya karena Australia sedang punya masalah di sektor perumahan.

Jadi, Weston menyimpulkan, dari semua opsi mata uang utama, tampaknya tidak ada yang sebaik mengalihkan investasi ke logam mulia.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Reuters

Sumber gambar: Japan Times

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *