Harga Emas Coba Lakukan Perlawanan Dengan Gerakan Rebound

Menyulut kembali kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi, defisit perdagangan AS melonjak pada April karena pandemi COVID-19 menghentikan aliran barang dan jasa global, mendorong ekspor ke level terendah 10-tahun. Dolar juga bertahan di dekat level terendah dalam sekitar tiga bulan, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. 
 
Sementara emas telah menunjukkan dapat reli di lingkungan berisiko juga, “koreksi pasar ekuitas juga dapat membebani emas dalam waktu dekat jika kebutuhan likuiditas terjadi lagi,” kata Analis Standard Chartered Suki Cooper  dalam sebuah catatan. 
 
Ia memperkirakan harga emas akan mencapai rata-rata 1.700 dolar pada kuartal ketiga. Sebelumnya pada hari itu, Bank Sentral Eropa (ECB) meningkatkan program pembelian obligasi untuk mendukung ekonomi zona euro, yang secara singkat meningkatkan ekuitas. 
 
ECB meningkatkan program pembelian obligasi sebesar 600 miliar euro (681 miliar dolar AS) menjadi 1,35 miliar euro pada Kamis (4/6/2020) . Para analis mencatat bahwa inflasi mendukung emas, karena pedagang sering menggunakan logam mulia sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Indeks ekuitas di seluruh dunia yang sebagian besar jatuh pada Kamis (4/6/2020), juga mendukung emas. 
 
Sumber: Marketwatch.Com, Cnbc.Com, Reuters.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *