Greenback Tetap Menguat Meskipun Data Ketenagakerjaan Merosot

ForexSignal88.com l Jakarta, 04/09/2017 – Greenback berakhir menguat tipis terhadap sejumlah rival utamanya pada hari Jum’at setelah data pekerjaan AS dipandang cukup layak untuk mendukung peluang kenaikan suku bunga lain dari Federal Reserve pada tahun ini.

Awalnya para pedagang menjual dolar AS sebagai sebuah reaksi spontan terhadap data dari Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan gaji sektor non pertanian meningkat sebesar 156.000 bulan lalu, di bawah ekspektasi para ekonom untuk peningkatan sebanyak 180.000.

Peningkatan sepersepuluh dari persentase poin membuat tingkat pengangguran menjadi 4,4 persen dan pertumbuhan upah yang merosot juga secara singkat membawa dolar AS lebih rendah.

Namun tak lama dolar AS berhasil membalikkan keadaan dan bergerak lebih tinggi sehingga euro terakhir turun 0,4 persen pada $1,1866 setelah sempat menanjak  ke $1,1979.

Dixie atau Indeks Dolar AS, yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama, terakhir naik 0,1 persen pada 92,81 setelah sempat terjungkal 0,5 persen.

Thierry Albert Wizman, ahli strategi mata uang dan mata uang global di Macquarie Ltd. di New York, berpendapat bahwa pasar menganggap ada kenaikan suku bunga di bulan Desember, mungkin itu pendapat yang terlalu dini karena akan ada banyak hal yang terjadi di AS antara sekarang hingga Desember, termasuk semua rancangan undang-undang di Kongres yang perlu diloloskan.

Alfonso Esparza, analis mata uang senior di Oanda di Toronto, mengatakan bahwa Dolar AS juga pulih karena sudah memasuki kondisi oversold menjelang laporan ketenagakerjaan tersebut.

Dixie berangsur membaik setelah mengalami penurunan bulanan keenam berturut-turut, meskipun penurunan Agustus sebesar 0,2 persen adalah yang terkecil sejak beruntun dimulai pada bulan Maret. Hingga Agustus, indeks tersebut mengalami penurunan 9,3 persen, delapan bulan terburuk pertama sejak 1986.

Dixie hanya positif 0,1 persen untuk minggu lalu setelah membukukan persentase penurunan terbesar dalam lebih dari satu bulan yaitu sebesar 0,7 persen pada pekan lalu.

Sementara itu euro sempat mencapai level tertinggi dua setengah tahun pada hari Selasa yaitu $1,2069 setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi tidak menyinggung tentang kekuatan euro pada pertemuan para bankir sentral di Jackson Hole pada lebih dari satu pekan lalu.

Esparza dari Oanda juga mengatakan bawah kenaikan suku bunga The Fed masih menjadi semacam tanda tanya, tapi data pekerjaan hari Jum’at bukanlah sebuah faktor negatif yang besar yang dapat menghilangkan opsi tersebut di sisa tahun ini.

Greenback terakhir naik 0,2 persen terhadap yen di 110,21 setelah merosot ke titik terendah sesi Jum’at  di 109,57 yen sesaat setelah data pekerjaan tersebut. Dolar AS mencatatkan kenaikan mingguan terbesarnya terhadap yen sejak awal Juli, sekitar 0,8 persen.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Spiked

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *