Emas batangan dan chart

GOLD: Harga Emas Spot Turun $100. Apakah Akan Bullish atau Bearish ?

Namun sebenarnya pada titik ini adalah wajar jika koreksi ini terjadi, yang mungkin kurang wajar adalah jumlahnya dan waktunya yang hanya dalam 1 hari.

Pergerakan turun tidak terlalu mengejutkan karena banyak analis telah memperkirakan koreksi harga setelah emas menembus $ 1.920 per ounce, kemudian $ 2.000 per ounce, dan kemudian terus membuat tertinggi baru di atas level itu. Dan semua ini hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu.

Joe Foster, portfolio manager of the VanEck International Investors Gold Fund tetap bersikeras bahwa target sampai ke area $3,000 untuk Gold masih terbuka.

Joe juga mengatakan bahwa keadaan ini adalah normal karena tidak ada yang berjalan lurus selamanya. Suku bunga tetap menjadi motor utama penggerak jangka panjang secara fundametal bagi Gold.

Foster berkata bahwa The Fed telah memberi tahu kami bahwa mereka tidak tertarik untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, jadi saya pikir kami akan berada dalam lingkungan suku bunga riil negatif di masa mendatang dan itu adalah latar belakang yang sangat baik untuk emas”.

Jadi Bearish atau Bullish?

Jadi apakah anda sudah menentukan sikap anda terhadap Gold? Apakah Bearish ataukah masih Bullish?

Kami melihat bahwa pada titip sekarang ini memang masih terlalu dini untuk mengatakan bearish karena Gold masih di dalam koridor trend positif secara teknikal.

Secara fundamental pun kita masih bisa merasakan bahwa Amerika Serikat masih berkutat dengan perekonomian mereka akibat pandemi yang masih tetap melanda. Jadi untuk sementara ini, masih belum ada topangan yang kuat secara fundamental jangka menengahnya.

Sambil kita lihat dan perhatikan perkembangan Gold ini, jangan lupa untuk selalu trading yang aman.

Sumber: Kitco News, Cnbc.Com