Gerak Langkah Dolar AS Makin Tersudut

ForexSignal88.com l Jakarta, 30/08/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah kembali terkait dengan hasil Brexit yang mengejutkan pasar.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback mengalami tekanan dari beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup menguat di level 1,1706, GBPUSD ditutup menguat di level 1,3023, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7309 dan USDJPY ditutup menguat di level 111,66..

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1704, GBPUSD bergerak di level 1,3028, AUDUSD di level 0,7305 dan yen di level 111,69.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan masih kurang berhasil membaik dengan pemicu setelah beberapa pelaku pasar melihat aksi melepas dolar AS yang muncul akibat dari pernyataan Powell dan Trump. Sebelumnya Trump ingin agar the Fed dalam mengeluatkan kebijakan moneternya tidak mudah untuk menaikkan suku bunganya karena negara lain lebih memanfaatkan penguatan mata uang AS tersebut sehingga neraca perdagangan AS sedang rapuh.

Rupanya keinginan Trump tersebut disambut oleh ketua the Fed Jerome Powell yang juga mulai berhati-hati dalam menentukan kebijakan moneter nanti supaya dolar AS tidak langsung menguat lebih besar lagi. Pernyataan Powell menjadi sinyal kuat bahwa mata uang AS harus melemah dalam jangka waktu yang agak lama.

Komentar Trump dan Powell tersebut telah membuat perubahan tren yang melemah bagi dolar AS. Faktor keberhasilan perundingan perpisahan Inggris dari Uni Eropa atau Brexit dan segera ikut sertanya Kanada dalam NAFTA, kemungkinan besar mendukung upaya greenback untuk tertekan lebih besar lagi di hari ini, mengingat upaya Trump dan Powell mendapat sambutan positif pasar dengan langkah beberapa bank sentral dunia lainnya yang ingin agar mata uangnya juga tidak terlalu juga menguat terhadap dolar AS.

Kondis tensi perang dagang yang sedikit memudar memang akan membuat aksi safe haven berakhir dan tampaknya tren ini sedang berlangsung sepanjang hari ini dengan harapan ini bisa terjaga dengan melemahnya dolar AS.

Namun diturunkannya peringkat hutang Turki kemarin kemungkinan besar akan dapat menahan penurunan nilai mata uang AS tersebut mengingat aksi safe haven dolar bisa muncul jika krisis Turki muncul lagi. Harapan penguatan dolar AS tinggal kepada data inflasi AS yang akan rilis nanti malam.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *