FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

FS88 JOURNAL: USD Menguat, Harga Emas Terjun Bebas

ForexSignal88.Com I Jakarta, 17/07/2016.  Harga emas kembali turun pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi waktu Jakarta). Pada perdagangan sebelumnya, harga emas juga tertekan. Penurunan harga emas ini terjadi karena nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya. MengutipWall Street Journal, Sabtu (16/7/2016), harga emas untuk pengiriman Agustus turun 0,4 persen menjadi US$ 1.327,40 per troy ounce di Divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Wall Street Journal Index baru-baru ini menunjukkan kenaikan 0,5 persen di 87,31. Wall Street Journal Index merupakan indeks nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia. Nilai tukar dolar AS yang menguat menjadi penekan harga emas. Dengan penguatan dolar AS, harga logam mulia tersebut menjadi lebih mahal jika investor atau pelaku pasar bertransaksi menggunakan mata uang lainnya.

Perubahan portofolio investasi dari para pelaku pasar membuat harga emas semakin tertekan. Sebagian besar pelaku pasar kembali mengejar aset-aset yang memiliki risiko cukup besar seperti saham. Dengan perubahan tersebut, indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Averange (DJIA) pun beberapa hari terakhir ini terus mencetak rekor tertinggi.

Di awal perdagangan sebenarnya harga emas sempat menguat karena adanya ketakutan dari beberapa investor terhadap serangan di Perancis yang menewaskan setidaknya 84 orang. Permintaan emas naik ketika ada peningkatan risiko ekonomi, sosial dan politik. Namun karena dolar AS menguat maka kenaikan tersebut tertahan. Namun demikian ketidakpastian masih menjadi tema utama yang akan mendorong atau mempengaruhi daya tarik emas ke depannya.

Sedangkan pada perdagangan kemarin, harga emas ditutup dengan turun karena ekuitas global sebagian besar menguat setelah Bank of England (BoE) mengejutkan investor dengan memilih untuk tidak menurunkan suku bunga acuan. Beberapa analis memperkirakan suku bunga bakal turun karena pengaruh keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa. Namun dengan keputusan BoE untuk menahan suku bunga tersebut membuat saham AS naik dan ekuitas Eropa sebagian besar berakhir lebih tinggi sehingga menumpulkan minat investasi di logam mulia dan membuat harga emas tertekan.

 

EURUSD

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

 

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

EURUSD dalam sepekan kemarin ini mengalami pergerakan harga dengan fluktuatif Small Upside Channel (Bullish). Dimana pergerakan Bullish dimulai sedari Senin 11/07/2016 dari level 1.1048 dengan Intraday Low Level sepekan berada di hari yang sama Senin (11//07) di 1.1014  hingga penutupan New York Jumat (15/07/2016) di level 1.1067 dengan Intraday High Level sepekan berada di hari Kamis (14/07) di level 1.1163. Range mingguan sepekan kemarin sebesar 149 pips (lebih kecil 35 pips dari range mingguan sebelumnya 04/07/16 – 08/07/16 yang sebesar 184 pips).

Secara Fundamental, International Monetary Fund/Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas pertumbuhan ekonomi di zona euro seiring hasil referendum Inggris memutuskan meninggalkan Uni Eropa atau disebutBritain Exit(Brexit). Ekonomi zona euro akan tumbuh 1,6 persen pada tahun ini, dan 1,4 persen pada 2017. Sebelum referendum, IMF prediksi pertumbuhan ekonomi zona euro sekitar 1,7 persen hingga 2017. IMF juga merevisi pertumbuhan ekonomi pada 2018 menjadi 1,6 persen dari prediksi sebelumnya 1,7 persen. Wakil DirekturIMFuntuk Eropa Mahmood Pradhan menuturkan, prediksi ekonomi itu bisa saja dapat memburuk apabila negosiasi dari negara Inggris dan Uni Eropa berlarut-larut. Investor pun kini menghindari aset investasi berisiko.

“Jika perseteruan ini masih terjadi, kami berpikir bahwa dampaknya mungkin saja akan semakin membesar. Kami sendiri kesulitan untuk menjelaskan kapan hal ini akan berakhir,” ujar Pradhan. Pradhan menuturkan, revisi pertumbuhan ekonomi pada 2017 juga hal yang baik. Hal itu juga dengan skenario Inggris tetap menjalankan hubungan baik dengan Uni Eropa. “Namun jika Inggris memutuskan untuk tidak mempertahankan hubungan dekat dengan Uni Eropa, dan memilih untuk mengandalkan aturan Organisasi Perdagangan Dunia mungkin ada gangguan besar,” ujar dia. Selain itu, Pradhan menambahkan terlalu dini untuk yakin terhadap hubungan antara Inggris dan Uni Eropa ke depannya.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona ekonomi Eropa, diantaranya : 

  1. German ZEW Economic Sentiment Selasa 19/07/2016 16.00 WIB
  2. ECB Press Conference                                   Kamis 21/07/2016 19.30 WIB

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, pelemahan EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday Bullish yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout Bullish pada level 1.1050, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1190 – 1.1233 – 1.1275. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout Bearish pada level 1.1047, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan tren pelemahan-nya ke area level 1.1010 – 1.0972 – 1.0936.

GBPUSD

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

GBPUSD dalam sepekan kemarin ini mengalami pergerakan harga dengan fluktuatif Upside Channel (Bullish). Dimana rally dimulai sedari Senin 11/07/2016 dari level 1.2949 dengan Intraday Low Level sepekan juga berada di hari yang sama Senin 11/07 di level 1.2849 hingga harga penutupan New York, Jumat (15/07/2016) WIB di level 1.3218 dan Intraday High Level sepekan berada di level 1.3479 (di hari yang sama Jumat 15/07). Range mingguan sepekan kemarin sebesar 630 pips (lebih besar 83 pips dibandingkan range mingguan sebelumnya 04/07/16 – 08/07/16 yang sebesar 547 pips).

Secara Fundamental, David Cameron, Mantan PM Inggris, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya setelah Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa. Kali ini negeri yang dipimpin oleh Ratu Elizabeth II itu memiliki Perdana Menteri baru. Sang calon tunggal,Theresa May, ditunjuk sebagai penggantinya. Cameron dilaporkan mendatangi Istana Buckingham pada Rabu, 13 Juli malam waktu setempat. Satu jam setelah ia meninggalkan Buckingham, sang ratu mengundang May untuk menunjuknya secara resmi sekaligus membentuk pemerintahan.

Sesaat setelah May resmi ditunjuk sebagaiPM baru Inggris, ia berjanji akan bernegosiasi dengan Uni Eropa (UE) untuk menyukseskan Brexit, mempersatukan negara itu, dan mendukung masa depan Inggris yang kuat, baru, dan positif bagi setiap orang. Sebelum menjabat sebagaiPM Inggris, Theresa May yang pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri itu disebut-sebut telah ‘ditempa sekeras baja’. Selama enam tahun ia mengawasi roda keamanan, penegakan hukum, dan mengontrol kawasan perbatasan tanpa tergelincir skandal. Sejumlah sosok yang menduduki kursi menteri dalam negeri sebelumnya hampir selalu terkait dengan kasus memalukan sehingga tak heran bila jabatan ini disebut sebagai ‘kuburan politik’.

Awal May Berkecimpung di Ranah Politik

Seperti dikutip dariCNN, Kamis (14/7/2016), May memasuki ranah politik lebih dari 30 tahun lalu di asosiasi Konservatif lokal sebelum akhirnya menjabat sebagai anggota dewan di London Borough di Merton pada 1986-1994. Sempat gagal terpilih sebagai anggota parlemen pada 1992 dan 1994, ia kemudian menjadi anggota parlemen Konservatif untuk Maidenhead pada 1997. The Financial Times menggambarkan May sebagai sosok konservatif liberal dan mensejajarkannya dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel.

“May memiliki reputasi sebagai seorang pekerja keras dan pemikir…,” tutur kontributor politik CNN, Robin Oakley. Ia menjabat di beberapa posisi sejak bergabung dengan Parlemen, termasuk menjadi anggota Kabinet Bayangan sejak 1999 hingga 2010 dan wanita pertama yang menjabat sebagai Ketua Partai Konservatif pada 2002 sampai 2003.

Theresa May Sebagai Menteri Dalam Negeri

Di pemilihan terakhirnya, pada 2010, May memenangkan kursi Maidenhead secara telak, dengan 2 kali perolehan dari lawannya Liberal Demokrat. Pada tahun yang sama, ia ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri Inggris. Dalam profil di website pribadinya, May berperan memimpin pemerintah untuk membebaskan polisi dalam memerangi kejahatan yang lebih efektif, mengamankan perbatasan dan mengurangi imigrasi, serta melindungi Inggris dari terorisme.

May diketahui sebagai orang terlama yang pernah menduduki kursi Menteri Dalam Negeri Inggris, di mana ia menoreh sejumlah catatan penting. Ia gigih menolak permintaan Amerika Serikat (AS) untuk mengekstradisi seorang hacker penderita Asperger, sementara ia ‘menendang’ jauh seorang tokoh ekstremis Abu Hamza dari negaranya meski pria itu mengajukan permohonan HAM.

Sumber keamanan senior mengatakan, track record May bahkan jauh lebih mengesankan dibanding pekerjaannya yang terlihat di hadapan publik. “Dia telah menggagalkan banyak rencana teror, lebih dari yang Anda tahu,” ujar sumber tersebut kepadaThe Daily Beast. Seorang pejabat di Kementerian Dalam Negeri juga angkat suara. Ia memuji kualitas May, menyebutnya sebagai pembuat keputusan yang luar biasa. “Tidak peduli saran apa pun yang ia dapatkan, ia hampir tidak pernah melakukan kesalahan,” ujar pejabat itu.

Mengintip Kehidupan Pribadi May

Perempuan berusia 59 tahun itu lahir di Eastbourne, East Sussex, Inggris pada 1 Oktober 1956. Ia menuntut ilmu di bidang geografi di St. Hugh’s College, Oxford University, dan lulus pada 1977. Tak lama setelah itu, ia bekerja di Bank Of England hingga 1983.

Ia menikah dengan bankir Inggris, Philip May, sejak 1980. Berdasarkan profil yang dicantumkan di tiga surat kabarInggris, Benazir Bhutto, mantan Perdana Menteri Pakistan, merupakan ‘mak comblang’ yang mengenalkan mereka saat menghadiri pesta Partai Konservatif di Oxford.

Dalam MajalahBalance, May yang mengaku memiliki kegemaran memasak dan berjalan kaki itu menulis perjuangannya melawan diabetes. “Faktanya adalah Anda masih dapat melakukan apapun yang ingin Anda lakukan. Misalnya, pada saat liburan saya dan suami berjalan kaki di pegunungan Swiss dan hal itu tak menghentikanku untuk melakukannya. Aku masih dapat melakukan hal seperti itu dan bekerja,”

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona ekonomi Inggris, diantaranya : 

  1. Average Earnings Index 3m/yRabu 20/07/2016 15.30 WIB
  2. Claimant Count Change                Rabu 20/07/2016 15.30 WIB
  3. Retail Sales                                      Kamis 21/07/2016 15.30 WIB

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, pelemahan GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday Bullish yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout Bullish pada level 1.3483, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3647 – 1.3811 – 1.3975 Namun sebaliknya apabila terjadi breakout Bearish pada level 1.3089, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan Pelemahanya-nya ke area level 1.2917 – 1.2761 – 1.2588.

AUDUSD

WEEKLY OUTLOOK : BULLISH

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

AUDUSD dalam sepekan kemarin ini kembali melanjutkan rallynya selama 7 pekan berturut-turut yang mengalami pergerakan harga dengan fluktuatif Upside Channel (Bullish). Dimana pergerakan rally dimulai sedari Selasa 12/07/2016 dari level 0.7530 dengan Intraday Low Level sepekan di level 0.7521 (di hari Senin 11/07)  hingga closing New York, Jumat (15/07/2016) WIB di level 0.7596 dan Intraday High Level sepekan berada di level 0.7676 (di hari yang sama Jumat 15/07). Range mingguan sepekan kemarin sebesar 155 pips (lebih kecil 8 pips dibandingkan range mingguan sebelumnya 04/07/16 – 08/07/16 yang sebesar 163 pips).

Secara Fundamental, Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull mendeklarasikan kemenangannya dalam pemilihan umum negara itu. Klaim itu disampaikan setelah pemimpin oposisi Buruh, Bill Shorten mengakui kekalahannya. “Ini adalah hari yang hebat. Hari yang hebat untuk berterima kasih kepada warga Australia atas keputusan yang mereka ambil dalam pemilihan ini, dan (kami) berkomitmen dalam jangka panjang untuk memastikan bahwa parlemen ini memberikan pemerintahan yang baik, undang-undang yang bijaksana, dan membangun kekuatan atas ekonomi kita untuk memastikan bahwa masa depan ada di depan kita,” ujar PM Turnbull dalam siaran persnya di televisi nasional seperti dilansirCNN,Senin (11/7/2016).

Rakyat Australia lazimnya dapat mengetahui langsung sosok pemenang pemilu di malam hari usai pemungutan suara digelar. Namun secara teknis penghitungan suara yang berlangsung pada 2 Juli kemarin tidak selesai tepat waktu. Kini, setelah delapan hari dari pemungutan suara, Komisi Pemilihan Umum Australia pun telah mengumumkan pemenang pemilu di mana Partai Liberal Konservatif yang berkoalisi dengan Nasional berhasil mengamankan 76 kursi. Sementara pihak oposisi, Partai Buruh memenangkan 69 kursi dan lima sisa kursi diduduki oleh partai kecil lainnya atau calon independen.

“Saya tidak akan pernah lebih bangga dengan kampanye Partai Buruh dan semua yang menjadi bagian darinya – kami tidak akan pernah berhenti berjuang untuk layanan kesehatan, pendidikan, dan lapangan pekerjaan bagi warga Australia,” tulis Shorten di akun Twitternya.
Sementara itu, kepada wartawan, Shorten mengatakan pemilu kali ini menjadi ‘yang terlama dalam 50 tahun terakhir’ dan ‘sudah jelas bahwa Turnbull dan koalisinya akan duduk di pemerintahan’. Ia juga mengaku telah menghubungi Turnbull dan mengucapkan selamat atas kemenangannya.

Tak lupa, Shorten menyampaikan terima kasihnya kepada rakyat Australia, di mana ia menyebut mereka telah ‘membenahi sistem demokrasi negeri itu’. Politisi itu juga mengatakan siap bekerja sama dengan koalisi mengingat ada kesamaan pandangan. Dalam beberapa tahun terakhir, situasi politik di Australia diguncang oleh pertikaian di kubu kedua partai, menyebabkan seringnya terjadi pergantian pemimpin — dalam lima tahun terakhir negeri itu memiliki lima perdana menteri. Pada September 2015 lalu, Partai Liberal setuju untuk melengserkan Tony Abbott dan menggantinya dengan Turnbull.

Popularitas Abbott menurun tajam akibat sejumlah isu, salah satunya pemberian gelar Ksatria Order of Australia kepada anggota Kerajaan Inggris Pangeran Philip. Tak hanya itu, pada 2010 lalu Julia Gillard juga menggulingkan Kevin Rudd meski tak lama Rudd kembali menduduki kursi PM. Naiknya Rudd sebagai PM Australia untuk kedua kalinya hanya berlangsung dalam waktu singkat karena Partai Buruh kalah dari Partai Liberal. Kekalahan ini secara otomatis membuat Rudd harus menyerahkan kekuasaannya kepada Tony Abbott yang tak lama kemudian digeser posisinya oleh Turnbull.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona ekonomi Australia, diantaranya : 

  1. Monetary Policy Meeting Minutes                      Selasa 19/07/2016 08.30 WIB

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, rally kenaikan AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday Bearish yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout Bearish pada level 0.7573, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7538 – 0.7503 – 0.7464. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout Bullish pada level 0.7656, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan tren Bullish-nya ke area level 0.7690 – 0.7718 – 0.7750.

XAUUSD

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

Spot Emas dalam sepekan kemarin ini mengalami pergerakan harga dengan fluktuatif Downside Channel (Bearish) setelah menyentuh harga TERTINGGI 2016 di level $1375.00. Dimana pergerakan Bearish dimulai sedari Senin 11/07/2016 dari level $1374.45 dengan Intraday High Level sepekan berada di level $1375.00 (di hari yang sama Senin 11/07/16), hingga penutupan New York Jumat (15/07/2016) di level $1328.40 dengan Intraday Low Level sepekan berada di hari Kamis 14/07 di level $1320.00. Range mingguan sepekan kemarin sebesar 550 pips atau $55.00 (lebih besar 152 pips atau $15.2 dibandingkan range mingguan sebelumnya 04/07/16 – 08/07/16 yang sebesar 398 pips atau $39.80).

Secara Fundamental, Harga Emas jatuh ke dua minggu terendah pada akhir perdagangan di AS Jumat (15/07) dinihari, terpicu penguatan pasar saham Wall Street setelah Bank of England (BoE) mengejutkan para investor dengan mempertahankan suku bunga tidak berubah. BoE mengatakan kemungkinan untuk memberikan stimulus untuk perekonomian dalam tiga minggu, setelah itu menilai bagaimana keputusan Brexit mempengaruhi perekonomian. Dua besar indeks saham AS mencetak rekor intraday tertinggi baru pada ‘prospek cerah laba kuartal kedua bagi bank-bank besar’ untuk investor.

Harga emas spot sempat turun di sesi terendah sebanyak 1,7 persen menjadi $ 1,319.82 per ons, terendah sejak 30 Juni, dan berakhir turun 0,7 persen pada $ 1,333.31. Harga emas berjangka AS berakhir turun 0,9 persen pada $ 1,332.20 per ons, sebelumnya turun 0,72 persen pada $ 1,333.80. “Inggris telah mendapat perdana menteri baru, bersamaaan dengan ekspektasi stimulus lebih dari Bank of England, telah membawa rasa lega ke pasar, sehingga emas mereda ,” kata strategist Citi David Wilson.

“Tapi seluruh proses negosiasi Brexit, yang belum dimulai, menyiratkan risiko keuangan yang akan mendukung untuk logam mulia dalam jangka menengah.” Emas menyentuh dua tahun tinggi $ 1,375.00 pekan lalu, setelah keputusan Inggris meninggalkan Uni Eropa, karena investor khawatir dan mulai memasukkan uang mereka ke aset safe haven. Setelah enam minggu dari keuntungan, logam mulia telah datang di bawah tekanan menyusul kuatnya data non-farm payrolls AS, yang mengambil dorongan untuk prospek kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS.

Beberapa presiden Fed telah membuat komentar minggu ini, termasuk Presiden Kansas City Esther George, yang mengatakan pada hari Kamis 14/07 bahwa permintaan yang lebih tinggi untuk aset yang aman menyusul keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa bisa mendongkrak nilai dolar dan berdampak pada pertumbuhan AS. Presiden Fed Atlanta Dennis Lockhart, non-pemilih, mengatakan Fed harus tetap “hati-hati dan sabar” dengan kenaikan suku bunga di masa depan sebagai dampak dari baru-baru ini dari Brexit menjadi jelas.

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, pelemahan XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday Bullish yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout Bullish pada level 1342.28, kemungkinan harga akan kembali ke level 1353.35 – 1363.96 – 1374.57. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout Bearish pada level 1322.44, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan tren pelemahan-nya ke area level 1310.90 – 1300.29 – 1289.68. (ForexSignal88.Com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *