FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

FS88 JOURNAL: BREXIT Mulai Berdampak Kepada Dunia, Khususnya Eropa

ForexSignal88.Com I Jakarta, 24/07/2016.  Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan hasil referendum Inggris yang memutuskan untuk menarik diri dari Uni Eropa telah menekan gambaran ekonomi dunia. Oleh karena itu, dalam laporan terbaru IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2016 menjadi 3,1% dari perkiraan semula 3,2%. Perkiraan pertumbuhan dunia pada 2017 juga diturunkan dari 3,5% menjadi 3,4%. Sebelum referendum yang digelar pada 23 Juni lalu dan yang dimenangkan oleh kubu yang menginginkan Inggris ke luar dari Uni Eropa atau Brexit, IMF mengatakan perekonomian global menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang menjanjikan.

Disebutkan Inggris akan menjadi negara maju yang akan mengalami dampak paling buruk, namun negara-negara lain di Eropa juga akan mengalami dampaknya. Pemungutan suara Brexit menunjukkan peningkatan ketidakpastian besar dalam bidang ekonomi, politik, dan institusional, yang diproyeksikan mempunyai dampak negatif pada mikroekonomi, terutama di negara-negara maju. Karenanya, untuk menyingkapi hal tersebut, Menteri keuangan Inggris, George Osborne, berencana memotong pajak perusahaan menjadi kurang dari 15% untuk menjaga agar perusahaan-perusahaan tetap bersedia berinvestasi di negara tersebut setelah keputusan warga Inggris keluar dari Uni Eropa. Menurut harianFinancial Times, Osborne berencana menciptakan apa yang disebut dengan ‘super-kompetitif ekonomi’, memotong pajak perusahaan lebih dari lima persen dari 20 persen, pajak terendah untuk suatu ekonomi negara maju saat ini.

Seperti dilaporkan Kantor berita AFP, Osborne mengatakan, “Kita harus fokus ke depan dan membuat apa yang kita miliki seoptimal mungkin.” Langkah ini akan membuat pajak perusahaan Inggris mendekati pajak Irlandia sebesar 12,5%, sebagai antisipasi kekuatiran perusahaan-perusahaan akan meninggalkan negara itu akibat ketidakpastian hubungan negara ini dengan UE ke depan. Perusahaan telekomunikasi Vodafone sebelumnya berencana memindahkan markas besarnya setelah keputusan Brexit. Bank-bank besar Amerika Serikat juga sedang mempertimbangkan memindahkan pusat operasional mereka dari Inggris. Pemilik saham British Airways, AIG, dan perusahaan penerbangan EasyJet juga telah mengeluarkan peringatan penurunan laba akibat Brexit. Pemungutan suara yang dilakukan 23 Juni lalu yang berujung Britania Raya keluar dari Uni Eropa langsung membuat Poundsterling tumbang dan pasar keuangan global goyah.

Belum lagi adanya potensi perang dagang antara Inggris dan Uni Eropa dengan masing-masing pihak menerapkan tarif bea masuk yang tinggi atas komoditasnya masing-masing. Bagaimana dengan mata uang poundsterling ? Sejak referendum sebulan lalu, nilai mata uang itu telah menurun sekitar 13 persen terhadap mata uang dolar AS, dan pelemahan juga bakal terjadi terhadap mata uang utama lainnya. Laporan yang dikutip kantor berita AFP menyebutkan pada hari Jumat (22/7) atau Sabtu (23/7) pagi Waktu Indonesia Barat, poundsterling turun 0,9 persen terhadap dolar AS pada 1,3112 dolar AS dan turun 0,9 persen terhadap yen di 139,21, sementara euro naik 0,4 persen terhadap pound di 83,71 pence.

Dari pihak UE sendiri juga menurunkan prospek ekonomi untuk Inggris dan seluruh blok akibat Brexit mengantarkan ketidakpastian dan akan membebani pertumbuhan. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di 19 negara zona euro diperkirakan akan melambat mulai 1,3 persen hingga 1,5 persen pada tahun 2016 dari perkiraan sebelumnya 1,7 persen pada bulan Mei. Angka-angka pertumbuhan yang sama diperkirakan pada tahun berikutnya. Ini berarti hilangnya PDB 0,25 persentase poin menjadi 0,5 persen pada tahun 2017, yang kurang daripada di Inggris (1,0 menjadi 2,75 persen), kata sebuah laporan yang diterbitkan oleh Komisi Eropa, badan eksekutif blok itu. Laporan itu memperingatkan bahwa referendum Inggris telah menciptakan sebuah “situasi yang sangat tidak pasti” yang kemungkinan akan berlangsung untuk beberapa waktu, dan akan memengaruhi tidak hanya Inggris, tetapi juga seluruh ekonomi Uni Eropa melalui beberapa saluran transmisi, terutama ketidakpastian, investasi, perdagangan, dan migrasi. 

 

EURUSD

WEEKLY OUTLOOK : BEARISH

 

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

EURUSD dalam sepekan kemarin ini mengalami pergerakan harga dengan fluktuatif Downside Channel (Bearish). Dimana pergerakan Bearish dimulai sedari Selasa 19/07/2016 dari level 1.1073 dengan Intraday High Level sepekan berada di awal pekan Senin (18//07) di 1.1082  hingga penutupan New York Jumat (22/07/2016) di level 1.0972 dengan Intraday Low Level sepekan juga berada di hari yang sama Jumat (22/07) di level 1.0972. Range mingguan sepekan kemarin sebesar 128 pips (lebih kecil 21 pips dari range mingguan sebelumnya 11/07/16 – 15/07/16 yang sebesar 149 pips).

Secara Fundamental, Banyak orang mengetahui bahwa Inggris Raya telah mengadakan referendum pada tanggal 23 Juni 2016, yang hasilnya menyatakan mayoritas warga negeri kerajaan itu ingin keluar dari Uni Eropa, fenomena yang disebut sebagai “Brexit”. Namun, mungkin banyak pula yang kurang memahami bahwa saat ini, Inggris Raya masih menjadi bagian dari Uni Eropa (UE) dan seakan-akan enggan keluar dari organisasi regional tersebut. Padahal, Inggris juga telah memiliki kepala pemerintahan baru, yaitu Perdana Menteri Theresa May yang sejak pekan lalu menggantikan David Cameron yang ingin Inggris tidak keluar dari UE. “Brexit berarti Brexit,” kata Theresa May dengan gagah dalam pidato pengukuhannya sebagai perdana menteri, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters. Namun, PM May sepertinya tidak ingin menerapkan Pasal 50 Perjanjian Lisbon, yang bakal meresmikan diresmikan 2 tahun negosiasi keluarnya suatu negara dari UE.

Wanita kedua yang menjadi PM Inggris Raya itu lebih memutuskan untuk mengunjungi dua negara di Eropa, yaitu Jerman dan Prancis. Kantor berita Xinhua melaporkan, Presiden Prancis Francois Hollande pada hari Kamis (22/7) mendesak Inggris untuk mempersiapkan pembicaraan keluar dari EU atau Brexit secepat mungkin. Menghadiri konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May di Paris, Hollande mengatakan bahwa Prancis menghormati keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa, tetapi membuka negosiasi lebih cepat tentang Brexit lebih baik. “Tidak akan ada diskusi, pranegosiasi sebelum negosiasi, tetapi bisa ada persiapan untuk negosiasi ini. Kami memahami bahwa pemerintah Anda, yang baru saja dibentuk, perlu waktu. Akan tetapi, lebih cepat lebih baik untuk kepentingan bersama,” Hollande mengatakan kepada May.

Peringatan “ketidakpastian” sebagai akibat dari Brexit, Hollande menekankan bahwa Inggris harus menghormati pergerakan bebas dari warga negara Uni Eropa jika ingin tetap menjadi bagian dari serikat perdagangan bebas. May mengatakan bahwa dia ingin memastikan bahwa negosiasi untuk Inggris meninggalkan Uni Eropa dilakukan dengan cara yang tenang dan tertib serta konstruktif. “Saya berharap bahwa kami dapat membuat sebagian besar dari 6 bulan ke depan untuk mempersiapkan diskusi ini dengan cara yang konstruktif sehingga kami memaksimalkan peluang untuk keduanya, Inggris dan Uni Eropa,” tambah PM Inggris.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona ekonomi Eropa, diantaranya :

  1. German Ifo Business Climate              Senin 25/07/2016 15.00 WIB
  2. EBA Bank Stress Results                      Sabtu 30/07/2016 15.00 WIB

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, pelemahan EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday Bullish yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout Bullish pada level 1.1026, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1071 – 1.1112 – 1.1156. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout Bearish pada level 1.0947, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan tren pelemahan-nya ke area level 1.0905 – 1.0859 – 1.0816.

GBPUSD

WEEKLY OUTLOOK : BEARISH

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE

GBPUSD dalam sepekan kemarin ini mengalami pergerakan harga dengan fluktuatif Small Downside Channel (Bearish Kecil). Dimana pelemahan dimulai sedari Selasa 19/07/2016 dari level 1.3253 dengan Intraday High Level sepekan berada di awal pekan hari Senin 18/07 di level 1.3313 hingga harga penutupan New York, Jumat (22/07/2016) WIB di level 1.3100 dan Intraday Low Level sepekan berada di level 1.3063 (di hari Rabu 20/07). Range mingguan sepekan kemarin sebesar 250 pips (lebih kecil 380 pips dibandingkan range mingguan sebelumnya 11/07/16 – 15/07/16 yang sebesar 630 pips).

Secara Fundamental, Keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa menimbulkan ‘penurunan dramatis’ kegiatan ekonomi, yang tidak pernah terjadi sejak berakhirnya krisis keuangan. Data dari Purchasing Manager’s Index menunjukkan penurunan menjadi 47,7 pada bulan Juli, yang merupakan tingkat terendah sejak bulan April 2009. Indeks di bawah angka 50 menunjukkan terjadinya kontraksi ekonomi. Meskipun demikian ekspor Inggris mengalami peningkatan didorong oleh melemahnya nilai poundsterling. Laporan tersebut meneliti lebih 650 perusahaan jasa, dari sektor seperti perhubungan, layanan bisnis, komputer, dan rumah makan. Pertanyaan yang diajukan adalah, “Apakah tingkat kegiatan bisnis perusahaan lebih tinggi, sama atau lebih rendah dibandingkan sebulan lalu?” Bagi sektor manufaturing, pertanyaannya adalah apakah produksi naik atau turun.

PMI adalah serangkaian data signifikan pertama yang mengukur reaksi bisnis terhadap hasil referendum Inggris. Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan hasil referendum Inggris tersebut telah menekan ekonomi dunia. Dalam laporan terbarunya, IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2016 menjadi 3,1% dari perkiraan semula 3,2%.

Salah satu dampak yang jelas setelah warga Inggris memutuskan Brexit adalah menaiknya laporan “hate crimes” (kasus kebencian) karena kemenangan Brexit seakan-akan menjustifikasi adanya perlakuan buruk terhadap warga asing di Inggris. Berdasarkan laporan kantor berita Reuters, polisi di Inggris telah menerima hampir sekitar 6.200 laporan kasus kebencian, hanya dalam jangka waktu 1 bulan setelah referendum. Laporan tersebut biasanya berupa kejahatan, seperti pelecehan, penyerangan, dan tindak kekerasan lainnya, misalnya serangan verbal, bahkan ada juga yang melaporkan peludahan. Hal tersebut hanya karena para korban dianggap sebagai elemen asing dari kehidupan di Inggris meski mereka yang menderita serangan itu juga merupakan warga negara Inggris. Fenomena kebencian terhadap imigran dan pendatang di Inggris juga sebenarnya bisa diduga karena banyak pihak dari kubu Brexit yang berkampanye dengan gerakan dan gaya yang memicu xenofobia dan rasisme.

Masih belum lekang dalam ingatan bahwa seorang legislator dari Partai Buruh, Jo Cox, yang berkampanye agar Inggris jangan keluar dari UE, ditusuk hingga tewas di daerah konstituennya di Inggris Utara oleh seseorang yang meneriakkan “Britain first!”, perkataan yang kerap dilontarkan pendukung Brexit. Ekonomi Memburuk Kepastian lainnya dari fenomena referendum yang memenangkan Brexit adalah kondisi ekonomi Inggris yang memburuk sehingga bank sentral Inggris terpaksa mengeluarkan sejumlah kebijakan pelonggaran moneter untuk meredam agar perekonomian negeri Ratu Elizabeth itu tidak makin terpuruk. Selain itu, lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) juga telah memotong perkiraan pertumbuhan Inggris pada tahun 2017 dari awalnya 1,7 persen, menjadi hanya 0.9 persen. Para pebisnis di Inggris juga semakin cemas karena bila Inggris benar-benar keluar dari UE, akses mereka ke pasar tunggal di Eropa juga akan makin terhambat.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona ekonomi Inggris, diantaranya : 

  1. Prelim GDP q/q                     Rabu 27/07/2016 15.30 WIB

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, pelemahan GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday Bullish yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout Bullish pada level 1.3261, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3421 – 1.3580 – 1.3753 Namun sebaliknya apabila terjadi breakout Bearish pada level 1.3060, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan Pelemahanya-nya ke area level 1.2929 – 1.2790 – 1.2652. 

 

AUDUSD

WEEKLY OUTLOOK : BULLISH

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE

AUDUSD dalam sepekan kemarin ini mengalami pergerakan harga dengan fluktuatif Downside Channel (Bearish) yang cukup signifikan setelah mengalami rallynya selama 7 pekan berturut-turut. Dimana pergerakan melemah tersebut dimulai sedari Senin 18/07/2016 dari level 0.7594 dengan Intraday High Level sepekan di level 0.7606 (di hari yang sama Senin 18/07)  hingga closing New York, Jumat (22/07/2016) WIB di level 0.7464 dan Intraday Low Level sepekan berada di level 0.7442 (di hari yang sama Jumat 22/07). Range mingguan sepekan kemarin sebesar 164 pips (lebih besar 9 pips dibandingkan range mingguan sebelumnya 11/07/16 – 15/07/16 yang sebesar 155 pips).

Secara Fundamental, Para Dewan (RBA) mencatat bahwa informasi lebih lanjut tentang tekanan inflasi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas pasar perumahan yang tersedia beberapa bulan ke depan dibutuhkan sehingga mereka dapat menyediakan perbaruan prediksi menjelang Pernyataan Kebijakan Moneter pada bulan Agustus 2016.Informasi ini akan memungkinkan para anggota Dewan RBA untuk menyaring penilaian mereka terhadap outlook pertumbuhan dan inflasi, serta untuk membuat suatu penyesuaian langkah kebijakan apa yang mungkin sesuai. RBA memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunganya di angka 1.75 persen di awal bulan ini sehubungan dengan tingkat inflasi yang dinyatakan masih rendah. Meski demikian, pertumbuhan Australia masih solid dan pasar tenaga kerja tampak terdukung di luar sektor termbangan yang mengalami booming dalam beberapa tahun terakhir.Level suku bunga Australia itu sudah dipertahankan dalam dua bulan berturut-turut. Para pembuat kebijakan RBA sepakat untuk memotong suku bunga menjadi 1.75 persen pada bulan Mei lalu dan menjadi level suku bunga terendah mereka sepanjang sejarah. Pemotongan tersebut dilakukan karena buruknya data CPI di kuartal kedua.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona ekonomi Australia, diantaranya : 

  1. CPI q/q                                   Rabu 27/07/2016 08.30 WIB

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, rally pelemahan AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday Bullish yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout Bullish pada level 0.7501, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7527 – 0.7555 – 0.7586. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout Bearish pada level 0.7444, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan tren pelemahannya ke area level 0.7416 – 0.7386 – 0.7354. 

XAUUSD

WEEKLY OUTLOOK : BEARISH

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

Spot Emas dalam sepekan kemarin ini mengalami pergerakan harga dengan fluktuatif Downside Channel (Bearish) selama 2 pekan berturut-turut setelah menyentuh harga TERTINGGI 2016 di level $1375.00. Dimana pergerakan Bearish dimulai sedari Senin 18/07/2016 dari level $1331.05 dengan Intraday High Level sepekan berada di level $1338.15 (di hari Rabu 20/07/16), hingga penutupan New York Jumat (22/07/2016) di level $1323.30 dengan Intraday Low Level sepekan berada di hari Kamis 21/07 di level $1310.70. Range mingguan sepekan kemarin sebesar 274.5 pips atau $27.45 (lebih kecil 275.5 pips atau $27.55 dibandingkan range mingguan sebelumnya 11/07/16 – 15/07/16 yang sebesar 550 pips atau $55.00).

Secara Fundamental, Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun pada Jumat atau Sabtu (23/07/16) pagi WIB, karena data ekonomi dan dolar AS yang lebih kuat menekan emas. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus turun 7,6 dolar AS atau 0,57 persen, menjadi menetap di 1.323,40 dolar AS per ounce. Emas berada di bawah tekanan karena laporan lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) yang dirilis pada Jumat menunjukkan indeks pembelian manajer (PMI) yang mengukur sektor manufaktur meningkat menjadi 52,9 pada Juli.

Risalah pertemuan Fed sebelumnya menyebabkan para pedagang percaya bahwa Fed akan menaikkan suku bunga 0,50 persen menjadi 0,75 persen selama pertemuan FOMC Desember. Menurut alat pemantau Fed CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga dari 0,50 persen ke 0,75 persen adalah sebesar dua persen untuk pertemuan Juli, 20 persen pada pertemuan September 2016, 22 persen pada pertemuan November 2016 dan 48 persen pada pertemuan Desember 2016.

Untuk minggu depan, para pedagang menunggu laporan penjualan rumah baru yang akan dirilis pada Selasa, laporan pesanan barang tahan lama pada Rabu bersama dengan pengumuman Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Pada Kamis mendatang akan memiliki laporan perdagangan barang internasional, serta klaim pengangguran mingguan, dan pada Jumat akan melihat rilis laporan produk domestik bruto.

Secara Teknikal, untuk sepekan kedepan, pelemahan XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday Bullish yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout Bullish pada level 1334.89, kemungkinan harga akan kembali ke level 1346.43 – 1357.50 – 1368.11 Namun sebaliknya apabila terjadi breakout Bearish pada level 1315.52, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan tren pelemahan-nya ke area level 1304.44 – 1293.83 – 1282.76. (ForexSignal88.Com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *