Forex dari Sudut Pandang Sejarah (1)

ForexSignal88.com l Jakarta, 26/07/2017 – Forex tidaklah muncul dengan sendirinya. Bahkan ada sejarah yang melatarbelakangi kemunculan bisnis forex ini. Kenapa bisnis trading forex ini menjadi menarik. Dari mulai arti kata hingga hal yang mendasar mengenai forex. Bahwa forex ini melibatkan dua atau lebih negara, bahkan seluruh negara di dunia ini terkait dengan forex, maka ada sudut pandang mendasar yang harus diketahui seperti faktor geopolitik, pemerintahan, masyarakat, makroekonomi, dan perilaku banyak pelaku pasar yang sangat berbeda dalam tujuan dan pendekatan.

Kesepakatan Bretton Woods

Transformasi besar pertama adalah kesepakatan Bretton Woods yang terjadi menjelang akhir Perang Dunia II. Amerika Serikat, Inggris Raya, dan Perancis bertemu di Konferensi Moneter dan Keuangan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Bretton Woods (red. Hutan Bretton), NH untuk merancang tatanan ekonomi global baru.

Lokasi ini dipilih karena pada saat itu, A.S. adalah satu-satunya negara yang tidak terkena perang. Sedangkan sebagian besar dari negara-negara besar Eropa berantakan. Faktanya, Perang Dunia II membuat nilai dolar AS melonjak terhadap mata uang lainnya yang gagal setelah jatuhnya pasar saham 1929. Dolar AS menjadi patokan perbandingan (benchmark) mata uang terhadap sebagian besar mata uang internasional lainnya.

Kesepakatan Bretton Woods didirikan untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang stabil sehingga diharapkan ekonomi global dapat memulihkan diri mereka sendiri. Kesepakatan ini juga untuk menetapkan atau mematok nilai mata uang dan pembentukan lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) dengan harapan dapat menstabilkan situasi ekonomi global. Meskipun Kesepakatan Bretton Woods berlangsung hingga 1971, pada akhirnya gagal namun berhasil dalam mencapai tujuannya sesuai piagam kesepakatan yaitu membangun kembali stabilitas ekonomi di Eropa dan Jepang.

Awal Sistem Mengambang Bebas

Setelah Kesepakatan Bretton Woods gagal, lalu berlanjut pada Perjanjian Smithsonian pada bulan Desember 1971, yang bertujuan serupa namun memungkinkan adanya range fluktuasi mata uang yang lebih besar. Pada tahun 1972, masyarakat Eropa mencoba menjauh dari ketergantungannya terhadap dolar. Kemudian muncul Perjanjian Eropa Joint Float yang disepakati oleh Jerman Barat, Prancis, Italia, Belanda, Belgia, dan Luxemburg. Sayangnya, kedua kesepakatan tersebut (Smithsonian dan Joint Float) membuat kesalahan yang mirip dengan Kesepakatan Bretton Woods dan pada tahun 1973 gagal. Kegagalan ini menuntun kepada sebuah sistem mengambang bebas.

(bersambung)

Sumber Gambar: lozzafun1.wordpress.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *