Faktor Apa Saja Yang Menggerakkan Harga Emas? (1)

ForexSignal88.com l Jakarta, 08/06/2017 – Harga emas digerakkan oleh kombinasi penawaran, permintaan dan perilaku market/investor. Sebenarnya sederhana memahami pergerakan emas tetapi jika faktor-faktor itu mempengaruhi emas secara bersamaan terkadang berseberangan dengan intuisi. Sebagai contoh, banyak investor yang berpikiran bahwa emas digunakan untuk melakukan hedge inflasi. Uang kertas akan kehilangan nilai jika semakin banyak dicetak. Dan pasokan emas yang terbatas dan relatif tetap karena pasokan dari pertambangan emas tidak bertambah banyak dari tahun ke tahun.

Berkorelasi dengan Inflasi?

Dua ekonom dunia mempelajari harga emas dalam kaitannya pada banyak faktor. Ternyata, emas tidak berkorelasi baik dengan inflasi. Ketika terjadi inflasi tidak serta merta emas bisa menjadi instrumen investasi terbaik.

Apakah faktor kekhawatiran atau ketakutan akan inflasi yang mempengaruhi emas? Sejak terjadi krisis ekonomi, investor berduyun-duyun mengoleksi emas. Namun ketika resesi hebat melanda ekonomi global, harga emas naik. Tapi nyatanya emas sudah naik sejak 2008 mendekati level $1,000 per ons lalu kembali jatuh ke level $800 yang kemudian diikuti gerak rebound dan terus naik seiring harga saham yang jatuh. Harga emas berlanjut naik walau ekonomi sudah pulih dari resesi. Harga emas mencapai puncak $1,921 per ons di tahun 2011 dan jatuh kembali sejak saat itu. Saat ini ditradingkan di kisaran level $1,280 per ons.

Dalam sebuah studi, emas memilki elastisitas harga positif. Pada dasarnya dapat diartikan bahwa semakin banyak orang membeli emas akan mendorong harga naik seiring dengan permintaan. Ini juga mengartikan bahwa tidak ada fundamental mendasar bagi harga emas.

Jika investor mulai beramai-ramai mengumpulkan emas, harga akan naik tidak peduli pada arah kebijakan moneter. Tapi juga tidak bisa diartikan perilaku acak atau hasil dari perilaku kelompok. Ada sesuatu ‘kekuatan’ yang mempengaruhi pasokan emas di pasar yang lebih luas dan emas masuk dalam pasar komoditi global, seperti minyak dan kopi.

Nah, Anda bisa memahami perilaku emas yang fluktuasinya terkadang sulit untuk diprediksi. Bahkan pergerakannya berbeda dengan teori inflasi dan kebijakan moneter yang berlaku.

Sumber Gambar: angolafareast.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *