Euro Memang Bangkit, Namun Belum Bisa Jauhi Level Harga Terendah

ForexSignal88.com l Jakarta, 24/02/2020 – Nilai tukar euro menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (21/2/2020) tetapi masih belum cukup jauh meninggalkan level terendahnya nyaris dalam 3 tahun terakhir yang disentuh Kamis pekan kemarin.

Serangkaian data yang dirilis dari zona euro pada akhir pekan Jumat belum banyak mengubah sentimen terhadap mata uang 19 negara ini. Markit melaporkan data aktivitas bisnis (manufaktur dan jasa) dari Prancis, Jerman, dan zona euro yang bervariasi.

Angka purchasing managers’ index (PMI) manufaktur Prancis dirilis sebesar 49,7 untuk bulan Februari. Itu artinya sektor manufaktur Prancis kembali mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam 10 bulan terakhir. Sementara PMI jasa naik menjadi 52,6 dari sebelumnya 51.  

PMI dari Markit menggunakan angka 50 sebagai batas kontraksi dan ekspansi. Di bawah 50 berarti kontraksi sementara di atas 50 berarti ekspansi. Dari Jerman, sektor manufakturnya melanjutkan kontraksi menjadi 14 bulan beruntun, meski angkanya membaik dari 45,3 menjadi 47,8.

Sebaliknya sektor jasa menunjukkan penurunan ekspansi menjadi 53,3 dari sebelumnya 54,2.  Dari zona euro secara keseluruhan sektor manufaktur masih berkontraksi dengan angka indeks 49,1 sementara sektor jasa naik menjadi 52,8 dari sebelumnya 50,0.

Selain itu, Eurostat mengkonfirmasi inflasi Januari sebesar 1,4% year-on-year, sama dengan pertumbuhan Januari 2019. Inflasi itu masih cukup jauh dari target European Central Bank (ECB) sebesar 2%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *