EUR/USD: Euro Gagal Tembus Level Penting Dan Turun, Kemana Selanjutnya?

Forexsignal88.Com – Euro jatuh lebih dari 0,7% terhadap Dolar AS minggu ini dengan EUR/USD anjlok menuju support kritis di posisi terendah tahunan. Ini adalah target yang diperbarui dan tingkat pembatalan yang penting pada grafik harga teknis EUR/USD menjelang penutupan minggu ini. Kemarin hari memasuki sesi New York, EUR/USD jatuh dari level tertinggi haria di level 1.1784 ke level terendah harian pada angka 1.1709.

Level 1.1800 sebelumnya penting resistance unggulan yang ternyata masih gagal ditembus oleh EUR/USD pada pekan ini. Ukuran candlestick pada sesi Jumat menunjukkan bahwa ada sedikit support di bawahnya di level 1.1700, dan itu adalah sesuatu yang harus kita perhatikan.

Menurut survei, mayoritas bank investasi percaya bahwa Federal Reserve akan mengumumkan pengurangan program QE pada pertemuan 22 September. Dan rencana ini menjadi beban tersendiri bagi mata uang Euro. Dalam hal ini, pengurangan stimulus akan dimulai pada 1 Desember 2021, dan akan selesai. pada 1 Agustus 2022, setelah itu The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 0,25% pada awal 2023. Biasanya, penjualan aset besar-besaran diamati di pasar keuangan setelah pengumuman pengurangan program QE.

Tidak hanya mata uang yang melamah namun indeks saham Eropa jatuh kemarin. Indeks komposit Stoxx Europe 600 turun 0,5%, FTSE 100 Inggris turun 0,9%, DAX Jerman turun 0,3%, CAC 40 Prancis, IBEX 35 Spanyol, dan FTSE MIB Italia masing-masing kehilangan 0,8%. Sebelum hari itu, pasar Eropa telah naik selama sepuluh sesi perdagangan berturut-turut.

Alasan penurunan adalah kekhawatiran investor dengan penyebaran global jenis baru virus corona. Pemerintah Jerman mengumumkan niatnya untuk menjual seperempat dari 20% sahamnya di maskapai penerbangan terbesar Jerman Deutsche Lufthansa. Akibatnya, saham perseroan mengalami penurunan sebesar 3,9%. Saham pembuat komponen mobil Prancis Faurecia (+12%) adalah pemimpin di antara komponen Stoxx Europe 600.

Analisa Teknikal EUR/USD