Ekonomi AS Berakselerasi di Kuartal 2, Upah Masih Tertahan

ForexSignal88.com l Jakarta, 31/07/2017 – Perekonomian AS berakselerasi pada kuartal kedua karena konsumen meningkatkan pengeluaran mereka dan kalangan bisnis berinvestasi lebih banyak pada peralatan, namun kenaikan upah yang lamban terus menjadi awan mendung bagi prospek pertumbuhan.

Departemen Perdagangan AS mengatakan dalam perkiraan pendahuluannya (Advanced GDP) pada hari Jum’at bahwa produk domestik bruto meningkat pada tingkat tahunan 2,6 persen untuk periode April-Juni, yang mencakup dorongan dari sektor perdagangan. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dari laju pertumbuhan pada kuartal pertama yang direvisi turun menjadi 1,2 persen.

Namun pertumbuhan upah melambat meskipun tingkat pengangguran rata-rata berada di 4,4 persen pada kuartal kedua. Inflasi juga bergerak mundur, menjadi alasan baru yang melemahkan ekspektasi terhadap Federal Reserve yang telah berencana untk satu kali menaikkan tingkat suku bunga acuannya di tahun ini.

Alan Ruskin, kepala global strategi G10 FX di Deutsche Bank di New York, mengomentari, “Meskipun pertumbuhan solid, kurangnya tekanan upah memberikan The Fed banyak waktu, dan bekerja untuk siklus pengetatan ‘yang sangat bertahap’. Ada lagi [alasan] di sini untuk para doves Fed daripada [alasan untuk] para hawks.”

Harga Treasury AS naik setelah data tersebut namun kemudian kenaikannya berkurang karena harga minyak melonjak hingga mencapai level tertinggi dalam dua bulan. Dolar AS pun merosot terhadap sejumlah mata uang dan saham-saham di Wall Street diperdagangkan sebagian besar lebih rendah pasca kenaikan besar baru-baru ini.

Para ekonom memperkirakan Fed akan mengumumkan rencana untuk mulai mengurangi portofolio obligasi Treasury dan MBS (mortgage-backed securities) senilai $4,2 triliun pada bulan September.

Bank sentral AS tidak mengubah tingkat suku bunganya pada hari Rabu lalu dan mengatakan akan mulai mengurangi portofolionya “relatif segera”. Fed telah menaikkan suku bunga dua kali di tahun ini.

Kenaikan PDB kuartal kedua sejalan dengan ekspektasi para ekonom. Output sebelumnya dilaporkan meningkat pada kecepatan 1,4 persen pada kuartal pertama.

Perekonomian tumbuh 1,9 persen pada semester pertama 2017, sehingga tidak mungkin PDB akan berada di atas 2,5 persen untuk setahun penuh. Sementara itu Presiden AS Donald Trump telah menetapkan target pertumbuhan yang ambisius sebesar 3,0 persen untuk tahun 2017.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Youtube

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published.