Downgrade China Bikin Yen dan Dolar Australia Tergusur

ForexSignal88.com l Jakarta, 24/05/2017 – Pada perdagangan jelang pasar Eropa dibuka, dolar AS secara umum kali ini bergerak untuk melakukan tekanannya terhadap mata uang Asia Pasifik, setelah muncul penurunan peringkat hutang China.

USDJPY untuk sementara berada di level 111,92 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 111,76. Untuk mata uang Australia, AUDUSD untuk sementara berada di level 0,7457, dibanding penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 0,7475. Untuk mata uang China, yuan atau USDCNY, untuk sementara bergerak di level 6,8820 setelah tadi pagi ditutup di level 6,8784.

Tekanan terhadap dolar AS di perdagangan beberapa hari sebelumnya oleh mata uang Asia Pasifik sudah benar-benar berakhir. Setelah skandal Trump yang berlarut-larut dan lambat laun sudah tidak ada kabarnya, dolar AS kali ini kembali menekan setelah beberapa fundamental AS semalam dan kemungkinan nanti malam menganjurkan bahwa suku bunga the Fed harus menguat.

Situasi yang pasar uang yang panik berangsur-angsur berakhir namun Moody’s  Investor Services menurunkan peringkat hutang dari surat hutang milik pemerintah China. Peringkat hutang China turun dari Aa3 menjadi A1 dan merubah outlook-nya dari negatif menjadi stabil.

Dalam pendapatnya, Moody’s menyatakan bahwa penurunan peringkat hutang ini terkait dengan makin besarnya hutang pemerintah China karena beban anggaran makin berat setelah pertumbuhan ekonomi China yang melambat. Moody’s memperkirakan bahwa defisit anggaran pemerintah China di 2016 lalu sebesar 3% dari GDP dan diperkirakan pula bahwa beban utang pemerintah China di 2018 akan meningkat menjadi 40% dari GDP dan 45% dari GDP di 2019.

Sejauh ini yuan mengalami tekanan hari ini mengingat beban hutang yang ditanggung pemerintah China memang membuat gerak pembangunan China akan terbatas sehingga patut disadari oleh investor bila pembangunan infrastruktur China lambat laun melemah maka dapat dipastikan perekonomian China juga akan lesu dan tentunya tak menari untuk berinvestasi di China.

Bila kondisi ini dibiarkan maka tentunya dolar Australia juga akan mengalami hal yang sama dengan yuan, dimana perekonomian Australia sangat bergantung dari pergerakan ekonomi China. China merupakan pasar terbesar bagi hasil tambang Australia seperti bijih besi, batubara dan minyak.

Di kala China meredup, tentu ekspor barang tambang Australia juga mengalami penurunan dan tentu membuat kondisi konsumsi dalam negeri Kanguru juga akan meredup. Terbukti dengan penurunan peringkat hutang China, reaksi dolar Australia juga menurun.

Yen juga mengalami hal yang sama dengan dolar Australia, karena sebagian besar hasil ekspor Jepang adalah ke China. Jika kondisi ekonomi China turun maka daya konsumsi masyarakat China juga akan turun dan tentunya menurunkan nilai dan volume ekspor Jepang, sehingga kita lihat pula hari ini yen Jepang mengalami tekanan.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Forex Factory, FXStreet, Investing, MarketWatch, Reuters

Sumber gambar: Skynews Australia

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *