Dolar AS Menguat Tipis Setelah Ketegangan Geopolitik Mereda

ForexSignal88.com l Jakarta, 14/08/2017 – Menjelang pertengahan sesi perdagangan Eropa pada hari Senin, dolar AS  sedikit menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya karena sebagian volatilitas pasar yang terjadi di minggu lalu sedikit mereda.

Indeks Dolar AS, indeks acuan untuk melihat kekuatan greenback terhadap perdagangan tertimbang (weighted-trade) enam mata uang utama, naik 0,22% menjadi 93,18.

Sebelumnya dolar AS telah mendapat tekanan pada hari Jum’at karena data inflasi  yang lebih lemah dari perkiraan menekan ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga ketiga oleh Federal Reserve di tahun ini.

Risk appetite meningkat karena ketegangan atas Korea Utara mulai berkurang. Presiden China Xi Jinping pada hari Sabtu menyerukan resolusi damai untuk masalah nuklir Korea Utara, dan mendesak semua pihak untuk menghindari kata-kata atau tindakan yang menimbulkan ketegangan.

Selain itu Sekretaris Pertahanan AS Jim Mattis dan Sekretaris Negara Rex Tillerson mengatakan bahwa pemerintah Trump akan terus mencari resolusi diplomatik dengan Pyongyang.

Dalam kesempatan yang berbeda, Direktur Central Intelligence Agency (CIA) Mike Pompeo dan penasihat keamanan nasional H.R. McMaster, dalam penampilan talk show di hari Minggu secara terpisah, mengatakan tidak ada indikasi pecahnya perang dengan Korea Utara.

Komentar menenangkan tersebut muncul setelah Presiden Donald Trump mengatakan pada akhir pekan lalu bahwa opsi militer melawan negara yang dikucilkan tersebut “locked and loaded“.

Dolar AS menguat terhadap yen, dengan USD/JPY naik 0,50% menjadi 109,80. Di Jepang, data pada hari Senin menunjukkan bahwa ekonomi negara tumbuh sebesar 1,0% pada kuartal kedua atau 4,0% dalam istilah tahunan, yang lebih tinggi dari ekspektasi 2,5%.

Di tempat lain penjualan ritel China dan produksi industri naik masing-masing sebesar 10,4% dan 6,4% pada bulan Juli, namun ini sedikit di bawah perkiraan.

Dolar AS juga menguat terhadap franc Swiss, dengan USD/CHF maju 0,45% menjadi 0,9670.

Yen dan Swiss franc membukukan kenaikan besar terhadap dolar AS di pekan lalu, naik 1,47% dan 1,14% masing-masing karena meningkatnya ketegangan antara  AS dan Korea Utara memicu pelarian dana ke aset investasi yang aman.

Mata uang Jepang dan Swiss sering dicari pada saat ketegangan geopolitik atau gejolak pasar karena kedua negara memiliki surplus neraca transaksi berjalan yang besar.

Sementara itu euro berada pada level terendah terhadap dolar AS, dengan EUR/USD turun 0,1% menjadi 1,1795 .

Sterling sedikit berubah terhadap greenback, dengan GBP/USD turun 0,25% ke 1.2972.

Sumber berita: ForexSignal88, Investing

Sumber gambar: iExpats

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *