Dolar AS Mendatar Setelah Kesaksian Yellen

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/07/2017 – Pada Kamis pagi dolar AS bergerak mendatar terhadap sejumlah mata uang setelah sempat menguat sebagian pasca kesaksian Ketua Federal Reserve Janet Yellen yang tidak terdengar hawkish seperti yang sebelumnya diantisipasi pelaku pasar.

Sementara itu dolar Kanada berada di dekat level tertinggi dalam 13 bulan setelah bank sentral negara tersebut menaikkan suku bunga untuk yang pertama sejak 2010.

Perekonomian AS tampak cukup sehat bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga dan mulai mengurangi portofolio obligasinya yang besar, meskipun inflasi yang masih rendah dapat membuat bank sentral AS mengurangi pelonggaran moneter, demikian yang disampaikan Yellen pada kesaksian setengah tahunannya di hadapan Kongres pada hari Rabu.

Dolar AS tergelincir karena komentar Yellen memicu penurunan yang signifikan pada imbal hasil Treasury AS.

Indeks Dolar AS yang mengukur performa mata uang AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia tampak mendatar di 95,76 setelah mundur ke level terendah 95,51 di hari sebelumnya, terlemah dalam 12 hari.

Greenback kini rebound tipis 0,2 persen pada 113,44 yen setelah turun sekitar 0,7 persen semalam, ketika ditarik kembali dari level tertinggi empat bulan di dekat 114,50 di awal pekan ini karena ekspektasi perbedaan pada kebijakan moneter AS-Jepang.

Junichi Ishikawa, ahli strategi valas senior di IG Securities di Tokyo beropini, “Kita bisa melihat dolar mulai bergerak melemah terhadap yen, telah membuat dua usaha yang gagal menembus di atas 114.500, di mana sejumlah besar penawaran (bid) menguat.”

“Selanjutnya, seperti yang ditunjukkan oleh Bank of Canada (BoC) yang percaya diri dengan kenaikan suku bunga, kekuatan dolar ditantang, dihadapi oleh sejumlah bank sentral yang siap menghadapi perubahan kebijakan moneter, yang juga mencakup Bank of England dan European Central Bank,” ujar Ishikawa.

BoC menaikkan suku bunga pada hari Rabu dengan mengatakan bahwa ekonomi tidak lagi membutuhkan banyak stimulus.

Dolar Kanada, yang juga didorong oleh kenaikan harga minyak mentah, berada di level C$1,2750 per dolar setelah menguat lebih dari 1 persen menjadi C$1,2681 semalam, terkuat sejak Juni 2016.

Mata uang terkait komoditas lainnya seperti dolar Australia juga menguat terhadap dolar AS. Aussie, yang telah menguat sekitar 1 persen sejauh minggu ini, berada di dekat level tinggi delapan hari di $0,7685 yang disentuh semalam.

Namun dolar AS berbalik menguat terhadap euro hingga akhir hari Rabu. Euro sedikit turun ke $1,1419, setelah mencapai titik tertinggi dalam 14 bulan di $1,1490pada hari Rabu. Mata uang bersama 19 negara Eropa itu telah naik tipis di bulan ini dengan spekulasi bahwa ECB akan mulai lebih cepat mengubah arah kebijakan moneternya yang sangat mudah atau longgar.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: MacroPhotoz.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *