Dolar AS Lanjutkan Periode Buruknya, Nantikan Hasil Brexit

ForexSignal88.com l Jakarta, 15/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah disaat pasar menantikan hasil perundingan Brexit.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1558, GBPUSD ditutup melemah di level 1,3153, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7111 dan USDJPY ditutup menguat di level 112,18..

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1550, GBPUSD bergerak di level 1,3110 AUDUSD di level 0,7099 dan yen di level 111,98.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan sedikit membaik dengan pendorong pelaku pasar yang mulai mengoleksi kembali terhadap kepemilikan dolarnya sebagai bentuk ambil lagi setelah melihat pasar saham AS kembali normal atau bisa mrnguat kembali. Sebelumnya dolar terhempas karena pasar saham dunia panik jual yang disebabkan komentar Trump atas kenaikan suku bunga Fed, sehingga dolar tergerus besar.

Trump kembali mengkritik kebijakan suku bunga Fed, sehingga investor untuk sementara meninggalkan instrumen investasi berlatar belakang AS. Trump menyebut bahwa tindakan the Fed sudah gila. Kondisi ini tentu membuat aksi melepas dolar terjadi sekaligus memburu yen sebagai aset pengaman sejenak.

Yen masih menguat mengikuti pergerakan pound dan euro yang juga menguat karena rencana selesainya Brexit di pekan depan. Meski ada masalah defisit anggaran Italia, namun akan selesainya Brexit setidaknya menjadi pembuka bagi pulihnya pound dan euro. Menurut juru bicara Uni Eropa, bahwa sekitar 85% persoalan perbatasan Irlandia akan segera selesai di pekan ini.

Sebelumnya dolar AS gagal menjalankan fungsinya sebagai mata uang safe haven setelah Presiden Trump memberikan tarif baru kepada China dan berbalas dengan tarif juga dari China, sehingga bank sentral China dan beberapa bank sentral lainjya melakukan aksi menurunkan nilai mata uangnya demi mencegah dolar AS menguat.

Perseteruan Trump dengan the Fed diharapkan membawa situasi pasar saham yang masih panik jual sehingga ada peluang bagi dolar untuk tertekan kembali di awal pekan ini. Memang ada harapannya ada buyback dolar di awal pekan, namun tampaknya sentimen lepas dolar masih akan terus membayangi pasar ketika situasi politik di AS belum reda hingga pemilu awal bulan.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *