Dolar AS Berjuang Tahan Pukulan Balik Rivalnya Menjelang PDB AS dan Pidato Trump

ForexSignal88.com l Jakarta, 26/01/2018 – Euro melonjak lebih dari setengah persen pada hari Jumat sore ini karena komentar dari pejabat senior AS minggu ini yang menganjurkan dukungan mereka terhadap dolar AS yang lemah tetap bergema di pasar mata uang.

Meskipun muncul komentar dari Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis bahwa dia menginginkan “dolar yang kuat” yang bertentangan dengan komentar sebelumnya yang dibuat oleh Menteri Keuangan Steven Mnuchin, para investor menduga penurunan greenback yang berkepanjangan tetap mungkin untuk terjadi.

Sejalan dengan meningkatnya tema untuk mengharapkan lebih banyak pelemahan dolar AS, UBS Wealth Management memperbaharui perkiraan enam bulan untuk euro dan sterling pada hari Jumat menjadi $1,2800 dan $1,4500.

Setelah Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa dia pada akhirnya menginginkan dolar AS menguat, greenback mengurangi sebagian kerugiannya terhadap sejumlah mata uang.

Namun terhadap enam mata uang utama, Indeks Dolar AS pada hari Jumat sore terlihat di 88,87, setelah mencapai level terendah tiga tahun sekitar 88,43. Indeks tersebut telah meluncur lebih dari tiga persen sejauh ini pada bulan Januari dan berada di penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2016.

Beberapa pelaku pasar juga prihatin bahwa Trump dapat mendorong kebijakan proteksionisme lebih banyak dalam sebuah pidato di Davos sekitar pukul 13.00 GMT (21.00 WIB) dan pidato kenegaraan pada pekan depan, kebijakan yang pada akhirnya dapat membuat dolar AS melemah.

Terhadap euro, pelemahan dolar AS adalah yang paling terlihat, dengan mata uang tunggal naik setengah persen pada $1,2465 dan tidak jauh dari level tinggi pada Desember 2014 di atas $1,2500 yang dicetak pada hari Kamis.

Dengan Presiden ECB Mario Draghi menolak untuk menyinggung rally euro baru-baru ini dan sebaliknya ia malah menekankan bahwa data ekonomi menunjukkan pertumbuhan “solid dan luas”, para investor pun termotivasi untuk mendorong mata uang tersebut lebih tinggi.

Draghi juga memperingatkan bahwa lonjakan euro merupakan sumber ketidakpastian dan mengatakan bahwa ECB mungkin harus meninjau ulang strateginya jika AS mengomentari keuntungan dari dolar AS yang lemah yang dapat menyebabkan perubahan dalam kondisi moneter.

“Keengganan Draghi untuk memberikan pertahanan terhadap euro berarti euro/dolar akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang,” kata Manuel Oliveri, ahli strategi FX di Credit Agricole di London.

Sterling naik 0,8 persen menjadi $1,4250 setelah sempat berada di $1,4290 pasca data PDB Inggris beberapa saat lalu, namun tetap berada di bawah puncak hari Kamis $1,4346, yang merupakan level tertinggi pound sejak voting Brexit pada bulan Juni 2016 karena beberapa investor berbalik bullish terhadap mata uang tersebut.

Terhadap yen, dolar bertahan stabil di ¥109,15, bertahan di atas level terendah empat bulan ¥108,48 pada hari Kamis.

Ditanya tentang komentar dolar oleh Trump dan Mnuchin, Menteri Keuangan Jepang Taro Aso mengatakan pada hari Jumat bahwa ekonomi utama telah sepakat untuk menghindari penargetan mata uang untuk tujuan daya saing perdagangan.

Selain pidato Trump di WEF Davos, pasar juga akan memantau dua data penting dari AS yaitu PDB dan pesanan barang tahan lama atau barang modal yang aka dirilis beberapa jam lagi. Perhatian pasar juga akan tertuju pada pidato Gubernur Bank of Japan dan Bank of England.

Sumber berita: ForexSignal88, Forex Factory, Reuters

Sumber gambar: Currencyrates.com

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published.