Contoh Cara Membaca Pergerakan Harga Forex

ForexSignal88.com l Jakarta, 23/05/2017 – Mari kita lanjutkan artikel Tips Cara Membaca Pergerakan Harga Forex dengan sebuah contoh atau urut-urutan yang harus kita lakukan. Let say, kita mengawali analisa dengan melihat grafik TF 1 jam (H1) dan atau 15 menit (M15) untuk trading harian.

Perhatikan TF H1

Biasanya setiap hari akan muncul salah satu atau dua dari 3 macam kecenderungan harga (tren) yaitu tren naik (biasa disebut bullish trend), trend turun (bearish trend) dan tren mendatar (Ranging atau Sideways). Kita harus dapat menentukan tren apa yang terjadi pada TF H1.

Perhatikan TF M15

Identifikasi tren di TF yang lebih rendah yaitu TF M15. Dua pola yang dapat kita tentukan adalah konsolidasi atau reversal. Pola konsolidasi merupakan pergerakan harga setelah muncul tanda-tanda tren sebelumnya berhenti atau pending. Bisa untuk melanjutkan tren sebelumnya ataukah berubah menjadi reversal (berubah arah tren sebelumnya). Sedangkan pola reversal menunjukkan akan terjadi pembalikan arah pergerakan harga

Bandingkan pergerakan hari ini dan kemarin di TF H1

Pada grafik TF H1 kita bisa melihat pergerakah harga hari ini dan hari-hari sebelumnya. Misal, harga pembukaan pasar hari kemarin=harga paling rendah hari berikutnya = harga pembukaan hari ini. Atau harga tertinggi sampai hari ini = penutupan harga kemarin = pembukaan harga 3 hari yang lalu dan seterusnya…

Sehingga kita akan dapat menganalisa kecenderunga pergerakan harga hari ini. Apakah akan terjadi tren atau sideways saja. Hal ini akan memudahkan kita untuk menganalisa pergerakan harga.

Carilah harga tertinggi dan harga terendah

Carilah harga tertinggi dan harga terendah pada periode tertentu di hari kemarin-kemarin sampai hari ini. Tentukan puncak grafik tertinggi dan lembah grafik terendah.

Gunakan Indikator Tren MA

Bila harga saat ini berada di atas MA, maka kecenderungan harga akan naik, dan bila harga saat ini berada dibawah MA, maka kecenderungan harga akan turun. Kami sarankan gunakan 2 periode MA, yang satu MA pendek dan satunya lagi lebih panjang periodenya.

Gunakan Indikator Oscilator Stochastic

Menggunakan indikator oscillator artinya kita akan memperhatikan indikator yang bergerak dalam range 0% – 100%. Kita akan menggunakan konsep OBOS (OverBought dan OverSold). Jika indikator telah berada di bawah area 20% maka kita sebut dengan Oversold dan jika berada di atas area 80% maka kita sebut dengan Overbought.

Manajemen Risiko

Hal ini akan terkait penggunaan lot saat entry posisi. Sebaiknya tidak melebihi 5% dari modal sehingga trading yang kita lakukan tidak mengganggu psikologi kita, ketakutan atau terlalu khawatir saat terjadi unrealized loss.

Sumber tulisan: ForexSignal88

Sumber gambar: ForexSignal88

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *