Forex Blog - Cara Mengukur Tren dengan Bollinger Bands 1.jpg

Belajar Forex: Cara Mengukur Tren Forex dengan Bollinger Bands

ForexSignal88.com l Belajar Forex – Anda pernah menggunakan indikator Bollinger Bands? Ya, indikator dengan tiga garis yang mengikuti pergerakan harga dengan rumusan tertentu. Bollinger Bands adalah salah satu indikator teknikal paling populer bagi trader di pasar forex. Banyak trader menggunakan Bollinger Bands untuk menentukan tingkat overbought dan oversold, melakukan aksi jual saat harga menyentuh Band Atas dan melakukan aksi beli saat harga menyentuh Band Bawah.

Di pasar yang bergerak dalam range sideways, teknik ini memiliki performa baik, karena harga naik di antara dua band seperti bola tenis yang memantul dari dinding lapangan permainan tenis. Namun, indikator ini tidak selalu memberikan sinyal buy dan sell yang akurat.

Menurut penemu indikator ini, John Bollinger, kata band, bukan sinyal tetapi hanya batasan. Band Atas tidak berarti sinyal jual dan Band bawah bukanlah sinyal beli. Karena harga sering juga bergerak di band tersebut. Kebanyakan trader memang melakukan hal di atas. Sell di Band Atas, Buy di Band Bawah. Ini memberikan dampak buruk, sering terkena stops atau bahkan lebih buruk.

Mungkin cara yang lebih bermanfaat untuk trading dengan Bollinger Bands adalah menggunakannya untuk mengukur tren.

Salah satu pendapat klise dalam trading adalah harga bergerak dalam rentang 80% dari waktu dan pergerakan harga mencerminkan konsolidasi pertempuran bullish dan bearish untuk supremasi. Tren yang dimaksud oleh John Bollinger adalah jarang terjadi, karena itulah trading dalam trend tidak mudah. Definisi trend menjadi penyimpangan dari norma (range).

Rumusan Bollinger Band adalah:

BOLA = Band Atas
BOLB = Band Bawah
n = Period MA
m = jumlah Standard Deviations (SD)
SD = Standard Deviation = (HI + LO + CL) / 3
BOLA = MA(n) + m * SD[TP, n]
BOLB = MA(n) – m * SD[TP, n]

Pada intinya, Bollinger Band melihat atau menghitung deviasi (simpangan). Ini akan menjadi sangat berarti dengan melakukan setup 2 Bollinger Band. Satu dengan menggunakan deviasi 1 dan satunya lagi menggunakan deviasi 2.

Forex Blog - Cara Mengukur Tren dengan Bollinger Bands 1.jpg

Area Buy berada di antara Band Atas (SD 1) dan Band Atas (SD 2). Sedangkan area Sell berada di antara Band Bawah (SD 1) dan Band Bawah (SD 2). Sinyal trading muncul ketika (salah satu) area tersebut menjauhi nilai tengah atau rataan MA.

Sumber Gambar: Platform MT4, forexboat.com

Baca Juga Artikel-Artikel Belajar Forex Terkait Lainnya:

{loadposition artikelterkait}

{loadposition socialshare}

Tags: #belajarforex #tutorialbelajarforex #belajarforexgratis #candlestickforex #kelasbelajarforex #belajarforexonline #panduanforex #tutorialforex #strategiforex #teknikforex #tipsforex #blogforex #trikforex #caraforex #rahasiaforex #pelatihanforex #kursusforex #mainforex #belajarforexindonesia #belajarforexpercuma #belajarforextrading #teknikforexsebernar #ilmuforex #caramainforex #belajarforextrading #tradingforex #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #analisateknikal #forexprofit #belajarforexindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *