Cara Mengatur Risiko Trading Yang Ampuh (1)

ForexSignal88.com l Jakarta, 29/05/2017 – Bisnis trading forex merupakan bisnis yang memiliki potensi keuntungan yang tinggi namun Anda harus waspada terhadap risiko yang tinggi pula. High risk high return kebanyakan orang bilang. Maka Anda diwajibkan untuk mempelajari cara mengatur risiko trading yang ampuh.

Ok, semisal Anda menguji dua trader pemula yang dihadapkan ke depan layar. Berikan mereka strategi terbaik Anda yang memiliki probabilitas tinggi mencapai keuntungan, lalu masing-masing trader pemula tersebut untuk mengambil posisi trading yang saling berlawanan, satu buy dan satu sell. Kemungkinan besar, keduanya akan berakhir dengan kehilangan uang (merugi).

Namun, jika Anda menguji trader berpengalaman dan mereka trading ke arah yang berlawanan satu sama lain, seringnya kedua trader berpengalaman tersebut akan menghasilkan uang – meskipun masih terdapat kontradiksi alasan. Apa bedanya? Apa faktor yang paling penting dari memisahkan trader berpengalaman dengan yang pemula? Jawabannya adalah manajemen risiko (risk management) dan manajemen keuangan (money management).

Manajemen keuangan adalah sesuatu yang kebanyakan trader hanya bicara di mulut saja, tetapi faktanya hanya sedikit yang dipraktekkan atau salah mempraktekan. Alasannya sederhana: mengatur keuangan trading bukanlah hal yang menyenangkan. Para trader harus terus-menerus memonitor posisi mereka dan melakukan stop loss yang diperlukan dan sayangnya hanya sedikit trader yang melakukannya.

Tujuan trading adalah mendapatkan profit hingga berlipat-lipat. Setidaknya profit 100% namun hanya bisa dicapai kurang dari 1% dari trader di seluruh dunia.

The Big One

Kebanyakan trader memulai karir trading mereka dengan memvisualisasikan “The Big One”. Trading akan membuat mereka menjadi jutawan dengan cara cepat dan memungkinkan mereka untuk pensiun pada usia muda dan hidup tanpa bekerja selama sisa hidup mereka.

Dalam forex, fantasi ini lebih diperkuat oleh cerita rakyat dari pasar. Siapa yang bisa melupakan George Soros yang ketika itu melakukan short pada pound dan meraup laba 1 miliar dolar dalam satu hari? Tetapi kebenaran sebaliknya bagi sebagian besar trader ritel yaitu alih-alih mengalami “Big Win”, sebagian besar trader ritel menjadi korban “Big Loss” yang dapat membuat mereka terpuruk selamanya.

Sering kita mendengar cerita tentang trader yang mengalami MC karena satu posisi merugi dan menghapus semua keuntungan yang didapat sebelumnya. Biasanya, kerugian tersebut adalah hasil dari manajemen keuangan yang ceroboh, tanpa menggunakan stop loss dan mengharapkan harga berbalik arah (searah dengan posisinya) dalam jangka waktu pendek. Semua itu hanya karena tidak disiplin.

(Bersambung)

Sumber tulisan: ForexSignal88

Sumber gambar: Smallmoneymadebig.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *