Bernanke: BoJ Harus Membiarkan Inflasi Melesat di atas 2 Persen

ForexSignal88.com l Jakarta, 24/05/2017 – Meskipun tak lagi menjabat sebagai pimpinan bank sentral AS, mantan Ketua Federal Reserve Ben Bernanke terus memperhatikan dinamika di antara bank sentral utama dunia.

Pada hari Rabu ini, pada sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Bank of Japan (BoJ), Bernanke menyampaikan pendapatnya bahwa BoJ mungkin perlu mengkoordinasikan rencana pengeluaran fiskal baru dengan pemerintah, yang memungkinkan inflasi meningkat di atas target 2 persen tanpa memperburuk beban utang.

Menurut pendahulu Janet Yellen ini, membuat komitmen sementara untuk membiarkan inflasi melesat melampaui batas akan membantu menjaga kestabilan rasio utang terhadap produk domestik bruto.

Bernanke juga mengatakan kerangka kebijakan BoJ saat ini mungkin telah mencapai batasnya karena suku bunga jangka pendek dan jangka panjang mendekati nol, namun kebutuhan untuk pelonggaran lebih jauh pun tidak dapat dikesampingkan.

Menurutnya, “Pendekatan langsungnya … adalah agar BOJ melakukan target overshoot (melampaui) target inflasi yang cukup lama untuk menghindari kenaikan rasio utang terhadap PDB.”

Ia melanjutkan, “Komitmen ini setara dengan pembiayaan moneter pada program fiskal tanpa mengandalkan konsep eksotis seperti pergerakan turun sebuah helikopter.”

Dalam pandangannya, jika inflasi meningkat menjadi 2 persen pada tahun depan, maka akan menurunkan rasio utang terhadap PDB Jepang sebesar 21 persen.

Bernanke mengatakan ada beberapa cara BoJ dapat mengkoordinasikan kebijakannya dengan program pengeluaran pemerintah yang baru, termasuk memegang sejumlah utang pemerintah untuk periode tertentu.

Menurutnya juga, ada “kasus kuat” bagi BoJ untuk tetap mengikuti target inflasi harga 2 persen, karena ini akan menarik suku bunga lebih jauh dari batas di bawah nol.

Bernanke juga berbicara positif mengenai pasar tenaga kerja Jepang yang ketat, kenaikan upah dan pertumbuhan ekonomi yang rendah.

Ekonom AS berusia 64 tahun ini menjelaskan bahwa skema kurva imbal hasil BoJ, di mana bank sentral Jepang ini membeli utang pemerintah untuk menjaga imbal obligasi pemerintah 10-tahun tetap di sekitar nol, merupakan kebijakan yang berkelanjutan, karena ke depannya bank sentral ini akan dapat memanipulasi imbal hasil dengan melakukan sedikit pembelian.

Namun menurut Bernanke, otoritas kebijakan fiskal dan moneter mungkin perlu mengkoordinasikan kebijakan di masa depan, karena masih ada risiko inflasi tidak akan meningkat.

Meskipun ekonomi Jepang telah menunjukkan tanda-tanda kenaikan dalam beberapa bulan terakhir, harga konsumen belum membuat pemulihan yang meyakinkan. Inflasi hampir mendekati nol selama hampir dua tahun, menimbulkan hambatan kebijakan utama bagi target ambisius BoJ yaitu tingkat inflasi 2 persen.

Ekonom yang kini aktif di Brookings Institution ini juga menyampaikan bahwa dengan populasi Jepang yang semakin menua dan berkurang berarti tingkat suku bunga ekuilibriumnya, atau tingkat suku bunga yang tidak merangsang atau menghambat pertumbuhan, mungkin negatif dan [masalah populasi] ini dapat menghambat kemajuan dalam mencapai inflasi.

Sumber berita: ForexSignal88, Business Times

Sumber gambar: Business Insider

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *