Australia: Kebijakan RBA dan Re-Lockdown Menekan Laju AUDUSD

“Karena bank sentral tampaknya tidak khawatir terhadap penguatan Aussie, kami memperkirakan mata uang akan terus digerakkan oleh berita-berita dan perkembangan seputar sentimen pasar yang lebih luas,” kata Charalambos Pissouros dari JFD Group.

Sementara itu, negara bagian Victoria mulai memberlakukan lockdown kembali mulai 1 Juli hingga enam pekan ke depan. Ibukotanya, Melbourne, termasuk wilayah yang kembali menghadapi pembatasan sosial level tertinggi, lantaran pertambahan kasus COVID-19 yang terhitung pesat.

“Ini akan memukul perekonomian Australia cukup signifikan dan menjadi beban bagi AUD. Perekonomian Victoria bernilai 24 persen dari perekonomian nasional. Dan populasi Melbournce sekitar 20 persen dari populasi nasional,” ungkap Elias Haddad dari CBA, “AUD/USD mundur menuju pertengahan rentang empat-pekanannya antara 0.6800-0.7000.”