Apple Bikin Harga Emas Melaju di Jalur Naik

ForexSignal88.com l Jakarta, 03/01/2019 – Sejak pagi tadi nuansa bullish masih menyertai perdagangan emas setelah terjadi gejolak cepat di bursa forex dan saham.

Harga emas tercatat naik tipis pada Kamis siang seiring terjadinya penurunan pada bursa-bursa ekuitas Asia dan peningkatan kekhawatiran pasar tentang pelambatan ekonomi global yang tajam sehingga mendorong permintaan untuk aset investasi yang lebih aman.

SPDR Gold Trust, ETF terbesar di dunia yang didukung emas, mengatakan kepemilikannya naik 0,97 persen menjadi 795,31 ton pada hari Rabu dari 787,67 ton pada hari Senin.

Sementara itu indeks dolar AS, yang melacak kinerja greenback terhadap enam mata uang utama, masih bergerak di sekitar puncak satu minggu yang disentuh di sesi sebelumnya. Data CNBC pada Kamis siang mencatat indeks tersebut berada di 96,55 atau turun 0,25 persen sejak awal perdagangan hari ini.

Saham-saham di Asia turun dan perdagangan saham berjangka AS pun turun tajam setelah Apple Inc memangkas perkiraan pendapatannya untuk kuartal terakhir karena melambatnya pertumbuhan di China, menambah kekhawatiran pasar tentang hambatan yang sedang dan akan dihadapi ekonomi global.

Sementara itu sebuah pertemuan antara para pemimpin Kongres AS dan Presiden Donald Trump pada hari Rabu ternyata tidak menghasilkan tanda-tanda kesepakatan untuk mengakhiri penutupan sebagian pemerintah (partial government shutdown), yang sekarang di hari ke-12, ketika sang presiden bersikukuh pada permintaannya yakni dana sebesar $5 miliar untuk membangun dinding perbatasan AS-Meksiko.

Pemimpin Partai Republik Kevin McCarthy pada hari Rabu Trump telah meminta para pemimpin parlemen untuk ke Gedung Putih pada hari Jumat guna mengadakan pembicaraan yang bertujuan mengakhiri penutupan sebagian pemerintah tersebut.

Trump juga mengatakan pada hari Rabu bahwa ia telah menerima surat “hebat” dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan mungkin akan bertemu lagi di masa depan sebagai bagian dari upaya untuk membujuknya agar bersedia melucuti senjata nuklirnya.

Sedangkan dari Inggris dilaporkan kalangan bisnis di sektor jasa, yang dominan di negara tersebut, melaporkan bahwa pertumbuhan penjualan tercatat paling lambat dalam dua tahun selama tiga bulan terakhir tahun 2018, sebuah tanda lain dari perlambatan ekonomi menjelang Brexit, demikian keterangan Kamar Dagang Inggris.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Wonderful Engineering

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *