Apa itu ‘Indikator Lagging’?

ForexSignal88.com l Jakarta, 18/08/2017 – Anda pasti sudah pernah mendengar istilah lagging atau indikator lagging. Untuk menjelaskan ini, ada dua perspektif yang bisa dilihat yaitu fundamental dan teknikal. Indikator lagging adalah faktor ekonomi terukur yang hanya berubah disebabkan oleh kondisi ekonomi yang mulai mengikuti pola atau tren tertentu. Indikator lagging ini sering dikaitkan dengan indikator teknikal yang mengikuti aksi harga (price action) suatu pair. Sering pula trader menggunakannya untuk menghasilkan sinyal transaksi atau sebagai konfirmasi pergerakan dan kekuatan dari tren yang muncul. Karena indikator ini lagging (telat) dari harga pair, pergerakan signifikan di pasar forex umumnya terjadi sebelum indikator tersebut dapat memberikan sinyal atau konfirmasi.

Dari perspektif fundamental, indikator lagging menunjukkan sinyal keuangan yang menjadi jelas setelah terjadi pergeseran ekonomi yang signifikan. Oleh karena itu, indikator lagging mengkonfirmasi tren jangka panjang, namun bukan untuk memprediksinya.

Beberapa contoh umum dari indikator lagging termasuk tingkat pengangguran, keuntungan perusahaan dan biaya tenaga kerja per unit output. Suku bunga juga merupakan indikator lagging yang bagus, karena tingkat suku bunga akan berubah sebagai reaksi terhadap pergerakan pasar atau kondisi ekonomi berubah pula. Indikator lagging lainnya adalah pengukuran ekonomi, seperti produk domestik bruto (PDB), indeks harga konsumen (IHK) dan neraca perdagangan. Indikator ini berbeda dengan indikator utama, seperti penjualan eceran dan pasar saham, yang digunakan untuk meramalkan dan membuat prediksi.

Contoh Indikator Teknikal Lagging

Indikator lagging dari perspektif teknikal salah satunya adalah MA Crossover (Moving Average Crossing). Indikator teknikal MA terbentuk setelah pergerakan harga tertentu telah terjadi. Trader teknikal ada yang menggunakan MA Cross dengan menempatkan MA jangka pendek dan MA jangka panjang. Jika terjadi persilangan (crossing) antara MA jangka pendek dengan MA jangka panjang baik silang ke atas (goldencross) maupun ke bawah (deadcross) maka akan menjadi konfirmasi saat menempatkan posisi trading beli atau jual. Persilangan ini dianggap menunjukkan adanya peningkatan momentum. Namun metode indikator lagging MA Cross ini memiliki kelemahan yaitu pergerakan harga signifikan mungkin telah terjadi, sehingga posisi dianggap lagging atau terlambat.

Sumber Gambar: forex4you.com

{loadposition socialshare}

Artikel Terkait Lainnya

 

{loadposition artikelterkait}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *