FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE

Anomali Pound Yang Stabil Di Tengah Badai Politik

ForexSignal88.com l Jakarta, 19/01/2019 – Fluktuasi dan volatilitas yang cukup besar menyertai perdagangan forex dan emas di sepanjang pekan lalu (14-18 Januari). Tema politik dan perdagangan global masih menjadi bahan bakar penggerak pasar di pekan tersebut.

Perjalanan bermula dari semakin optimisnya para investor global menyusul pembicaraan dagang AS-China pada 7-9 Januari yang berhasil memperbaiki gairah pasar terhadap aset berisiko sehingga permintaan terhadap aset safe havens berkurang.

Kondisi ini bagai buah simalakama bagi harga emas, permintaan safe haven berkurang namun di saat yang sama lemahnya dolar AS biasanya menjadi pendukungnya. Alhasil harga emas masih terombang-ambing di kisaran $1.276,00 hingga $1.298,00 sejak awal tahun ini meskipun berakhir turun 0,87 persen di sesi terakhir pekan lalu di $1.280,50.

Faktor lain yang seharusnya mendukung emas dan mata uang safe havens adalah kecemasan terhadap situasi politik dalam negeri AS karena penutupan sebagian pemerintah (partial government shutdown) sejak 22 Desember masih berlanjut hingga saat ini, rekor shutdown terlama di AS.

Sterling Stabil di Tengah Badai Politik

Gonjang-ganjing pasar forex semakin menjadi, terutama pada pound sterling yang rivalnya. Mata uang bergejolak hebat pada sesi Selasa (15/1) akibat dari respon pasar saat mencerna hasil pemungutan suara parlemen Inggris atas proposal kesepakatan Brexit yang diajukan oleh Perdana Menteri Theresa May.

Sesuai perkiraan mayoritas pengamat politik, ekonom dan pelaku pasar, proposal itu ditolak dan pemerintah Inggris menelan kekalahan telak dengan suara penentang mencapai 432 sementara pendukungnya hanya 202 suara.

Namun pasar masih meyakini kekalahan tersebut dapat berujung pada soft Brexit karena itu merupakan opsi terbaik yang mungkin diraih Inggris dengan batas waktu keluar dari Uni Eropa hanya kurang dari dua setengah bulan lagi. Itulah mengapa pound sterling yang sempat jatuh hampir 2 persen dapat berakhir stabil di sesi tersebut.

Stabilitas sterling semakin terjaga pada sesi perdagangan selanjutnya setelah tersiar kabar politis yang cukup baik dengan lolosnya pemerintah PM May dari jerat mosi tidak percaya yang diajukan rivalnya, Partai Buruh.

Walaupun hanya menguat tipis di sesi tersebut, dengan adanya kabar tersebut sterling dapat mempertahankan stabilitasnya di tengah gejolak politik yang semakin tidak jelas menjelang batas waktu keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada 29 Maret.

Aksi China Bantu Dolar AS Balik Menghantam Rivalnya

Namun di penghujung sesi perdagangan pekan lalu, dolar AS berhasil memukul balik semua rivalnya kecuali pound sterling yang masih menguat 0,15 persen versus greenback.

Penguatan greenback menjelang penutupan sesi pekan lalu tercipta karena pasar semakin optimististis dengan langkah-langkah yang diambil China seperti jadwal kunjungan wakil perdana menteri negara tersebut ke Washington pada akhir bulan ini dan rencana buying spree (pemborongan) produk-produk AS.

China telah menawarkan untuk secara signifikan meningkatkan pembelian barang-barang AS selama periode enam tahun dalam upayanya untuk menyeimbangkan kembali perdagangan antara kedua negara adidaya.

Dengan meningkatkan impor tahunannya dari Washington, Beijing akan mengurangi surplus perdagangannya menjadi nol pada tahun 2024. Upaya itu akan membutuhkan dorongan pengeluaran lebih dari $1 triliun. Tahun lalu, surplus Beijing dengan AS mencapai $323 miliar.

Risk-on semakin menggema di pasar keuangan pada pekan lalu sehingga dolar AS, saham dan aset berisiko lainnya menikmati dorongan bullish. Data MetaTrader yang digunakan oleh tim analisis pasar keuangan Forexsignal88.com (FS88) menunjukkan indeks dolar AS menutup sesi perdagangan Jumat dengan kenaikan 0,319 persen sementara pada basis mingguan tercatat penutupan positif 0,79 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *