1eur

Analisa Jitu Forex & Gold – 11 Agustus 2017

ForexSignal88.com l Jakarta, 11/08/2017 – Pada perdagangan hari ini, nampaknya dolar AS masih harus terus mawas diri untuk melakukan penekanan kembali kepada mata uang utama dunia lainnya dan komoditi emas dimana tensi geopolitik di Korea yang makin memanas akan diimbangi rilisnya data inflasi AS nanti malam.

Pada perdagangan kemarin ini, secara umum dolar AS makin berhasil untuk ditekan oleh mata uang utama dunia, khususnya Swiss franc dan yen, didukung oleh panasnya situasi di Korea dan data AS yang tidak bagus. EURUSD ditutup menguat di level 1,1772, GBPUSD ditutup melemah di level 1,2974, AUDUSD ditutup melemah di level 0,7872 dan USDJPY ditutup melemah di level 109,22.

Masih menjadi polemik utama dalam perdagangan seminggu ini bahwa situasi geopolitik di Korea akan tetap memanas membuat situasi dolar AS harus tertekan karena tentu bila terjadi gangguan stabilitas keamanan, tentu akan membawa dampak terhadap stabilitas ekonomi global nantinya, sehingga muncul nuansa safe haven atau situasi pengaman investasi sesaat.

Yang diuntungkan dengan kondisi ini tentu seperti yen dan Swiss franc, sebagaimana lainnya seperti euro, pound dan dolar Aussie tentu akan tertekan oleh dolar AS.

Saling mengancam masih terus terjadi diantara Pyongyang dengan Washington, bahkan bursa Wall Street serta pasar komoditi minyak bergejolak cukup besar semalam karena investor mulai panik sepertinya. Nampaknya bahwa kondisi peperangan sudah didepan mata dimana pihak Korea Utara sudah mulai melakukan persiapan militernya untuk melakukan pelumpuhan pangkalan militer AS di Guam, Samudera Pasifik.

Situasi ini tentu akan merubah peta ekonomi dunia juga dimana perang sangat identik dengan kondisi force majeur. Kondisi ini memang merupakan kondisi diluar kendali teori ekonomi yang biasa menggerakkan pasar sehingga biasanya akan muncul situasi investasi pengaman yang biasa disebut safe haven.

Namun sebelum benar-benar perang meletus, maka fokus data hari ini yaitu data inflasi AS. Seperti kita ketahui bahwa masalah inflasi AS yang rendah telah mampu mengorek-ngorek hati investor dunia sejak FOMC meeting bulan Juni lalu dikala Janet Yellen menyatakan bahwa kondisi tenaga kerja yang ketat membuat dirinya yakin bahwa the Fed masih bisa menaikkan suku bunga dengan tetap waspada tingkat inflasinya.

Disini kita bisa menelaah bahwa the Fed memang masih atraktif untuk menaikkan suku bunganya, namun sayang tingkat inflasi yang masih rendah justru menjadi bumerang dengan suku bunga yang tinggi karena dapat menimbulkan daya beli yang anjlok. Inilah yang membuat the Fed mulai berpikir untuk memperbaiki neracanya terlebih dahulu agar mempunyai simpanan yang besar untuk melakukan intervensi pasar bila terjadi penurunan daya beli tersebut.

Bila data nanti malam membaik, maka ada upaya perbaikan dari dolar AS itu sendiri, namun dengan catatan bahwa tensi Korea tidak lebih memanas lagi.

Pada perdagangan kemarin, emas bergerak menguat tajam setelah tegangnya Korea Utara sehingga membuat harga emas kontrak Desember di bursa berjangka New York Mercantile Exchange divisi Comex ditutup menguat $12,80 atau 1,00% di level $1287,15 per troy ounce. Untuk harga perak kontrak September di Comex ditutup menguat $0,25 atau 1,46% di level $17,11 per troy ounce.

Pelemahan emas beberapa waktu lalu sempat terjadi, namun masih di level tinggi, dan dapat dipastikan sebagai bentuk pertahanannya yang diuntungkan dengan penguatan sebelumnya karena fokus the Fed yang ingin memperbaiki kondisi defisit neracanya $4,5 trilyun. Ditunjang juga data pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS yang senalam tidak sesuai untuk mendukung kenaikan suku bunga the Fed kebih besar.

Nampaknya hari ini merupakan lanjutan beli bagi emas untuk kembali menggapai level psikologis $1300 per troyounce dengan tetap adanya dukungan dari situasi yang tidak kondusif di Korea Utara. Dampak ini memunculkan safe haven emas dan diperkirakan bisa terjadi hingga akhir pekan ini.

Kalaupun masih ada koreksi harga, itupun koreksi emas tampak tidak akan besar, karena sebetulnya faktor the Fed yang ingin memperbaiki neraca tentu membawa konsekuensi bahwa indeks dolar harus melemah karena the Fed akan banyak melepas kepemilikan surat hutangnya ke pasar umum dalam waktu dekat, yang artinya pula dolar AS dibiarkan untuk melemah dalam jangka yang menengah.

Faktor data inflasi AS malam ini mungkin masih menahan gejolak harga emas lebih lanjut apalagi China kemungkinan besar akan mengurangi impor emasnya karena harga emas sendiri sedang tinggi.

 

Analisa Teknikal Harian – 11 Agustus 2017

Catatan:

Data MetaTrader yang kami gunakan bisa berbeda dengan data pada MetaTrader yang pembaca gunakan. Namun demikian kami berusaha menyajikan analisa seobyektif mungkin.

Analisa ini sekedar menjadi panduan bagi para trader untuk melihat kondisi pasar hari ini dan bukan sebuah saran transaksi.

EURUSD

Pada hari Kamis EURUSD kembali menunjukkan karakter pergerakan yang serupa dengan hari sebelumnya, membentuk hammer pada grafik harian dan berakhir positif di 1,1773.

Hari ini kemungkinan besar EURUSD akan tetap bergerak di dalam kisaran yang tidak banyak, kami perkirakan di antara 1,1725 hingga 1,1815. Terlihat pula kecenderungan ke arah atas meskipun akan tetap menjadi bagian dari konsolidasi jangka pendek.

Potensi naik EURUSD dapat membesar apabila sejumlah data dari Eropa dan AS dapat melemahkan dolar AS dan terjadi penetrasi terhadap zona 1,1815.

1eur

USDJPY

USDJPY terus bergerak ke selatan dan momentum turun semakin besar sehingga kemarin menembus salah satu support kuat jangka menengah berupa trend line menanjak yang kini telah berubah menjadi resistance, di 109,55.

Di akhir Kamis USJDPY ditutup negatif di 109,21 dan pagi ini terus bergerak ke selatan hingga mencapai 109,00, level terendah intraday untuk sementara. Potensi turun masih terlihat kuat dengan target berikutnya di 108,81 dan 108,43.

2jpy

GBPUSD

GBPUSD tetap tertekan, kemarin berakhir negatif di 1,2978 meskipun masih tertahan di zona support 1,2952. Hingga pagi ini GBPUSD tetap berada di bawah zona resistance 1,2990.

Jika zona support tersebut tidak mampu bertahan lagi, GBPUSD berisiko untuk turun ke target berikutnya yaitu level 50% Fibonacci retracement di 1,2928.

3gbp

AUDUSD

AUDUSD pun masih didominasi oleh para penjual sehingga kemarin jatuh dan berakhir negatif di 0,7871. Tekanan jual terlihat lagi pagi ini dan berpotensi besar untuk menyeret AUDUSD melintasi level terendah sesi Rabu di 0,7853.

Di sesi Kamis juga terjadi penetrasi terhadap salah satu target koreksi jangka menegah di 0,7890. Jadi dengan dukungan dari resistance kuat pada grafik 4-jam di 0,7880, hari ini AUDUSD dapat segera turun lebih jauh dengan target-target di 0,7824 dan 0,7784.

4aud

XAUUSD

XAUUSD melesat lagi di sesi Kamis hingga menyentuh salah satu resistance kuat di 1287,65. Bahkan pagi ini dorongan bullish sempat membawa harga emas ke 1288,75, berusaha untuk dengan telah menembus resistance kuat tersebut.

Saat analisa ini disusun sedang terjadi pergerakan turun yang tipis, mungkin menjadi awal dari sebuah koreksi. Namun demikian selama XAUUSD tetap bergerak di atas support kuat yang pagi ini berada di 1278,50, potensi naik belum mereda. Target naik berikutnya adalah 1295,90, level tertinggi sesi 6 Juni.

5xau

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg, Reuters, MarketWatch, Investing

Sumber analisa dan grafik: ForexSignal88, MetaTrader

Sumber gambar: SGGP English Edition

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *