Analisa Forex Jitu & Emas – 29 Juli 2020

Forexsignal88.com – Indeks dolar Amerika Serikat (AS) memantul dari titik terendah dua tahun pada hari Selasa tetapi potensi pelemahan lebih lanjut tetap terlihat karena AS terus mencatatkan peningkatan kasus infeksi virus corona, sementara Federal Reserve (The Fed) diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneter yang sangat longgar.

Meluasnya penyebaran virus corona menghambat pemulihan ekonomi AS, sementara kawasan lain seperti Eropa tampaknya mulai dapat mengendalikan penyebaran virus tersebut.

Pemulihan ekonomi global dari dampak COVID-19 agak tidak merata, tetapi pemulihan di beberapa wilayah seperti Eropa dan Cina tampak lebih menggembirakan daripada di AS. Dolar AS memiliki siklus berlawanan, jadi ketika ekonomi global membaik dolar AS cenderung melemah.

Florida melaporkan kenaikan satu hari dalam jumlah kematian akibat virus corona pada hari Selasa, dan kasus positif di Texas melewati angka 400.000.

Partai Republik di Senat AS mendorong kembali pada hari Selasa terhadap proposal bantuan pandemi senilai $1 triliun dari partai mereka sendiri, sehari setelah diumumkan oleh Pemimpin Mayoritas Mitch McConnell.

Sedangkan data pada hari Selasa menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen AS turun lebih dari yang diharapkan pada bulan Juli.

Kebijakan The Fed yang sangat longgar juga membebani mata uang AS. Para investor akan mengawasi setiap indikasi apakah bank sentral AS akan meningkatkan pembelian utang yang lebih lama, menerapkan imbal hasil atau menargetkan inflasi yang lebih tinggi daripada yang telah ditunjukkan sebelumnya ketika menyimpulkan rapat kebijakan dua hari pada hari Rabu atau Kamis dini hari nanti waktu Indonesia.