Analisa Forex Jitu & Emas – 13 Agustus 2020

Forexsignal88.com – Mata uang Amerika Serikat (AS) jatuh dari level tertinggi satu minggu pada hari Rabu, karena perselisihan politik atas paket stimulus untuk ekonomi AS menghentikan reboundnya baru-baru ini.

Namun greenback tetap menguat terhadap yen, naik ke puncak tiga minggu, dan pergerakan bullish untuk sesi keempat berturut-turut. Pasangan dolar/yen biasanya bergerak seiring dengan imbal hasil Treasury AS, dengan imbal hasil 10-tahun naik ke level tertinggi satu bulan.

Sementara itu, Indeks Harga Konsumen (IHK/CPI) AS yang lebih kuat dari perkiraan secara singkat mengangkat dolar AS terhadap sejumlah mata uang.

Data menunjukkan CPI AS naik 0,6% bulan lalu setelah rebound 0,6% pada Juni. Tidak termasuk komponen makanan dan energi yang mudah menguap, CPI melonjak 0,6% bulan lalu. Perolehan itu merupakan kenaikan terbesar sejak Januari 1991 dan mengikuti kenaikan 0,2% di bulan Juni.

Tetapi fokus pasar adalah pada paket stimulus AS. Para investor mengamati tanda-tanda kebuntuan politik di Washington atas paket penyelamatan lebih lanjut agar ekonomi yang dilanda pandemi COVID-19 dapat diatasi.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan pada hari Rabu bahwa Gedung Putih dan para pejabat tinggi Demokrat di Kongres mungkin tidak dapat mencapai kesepakatan tentang bantuan pandemi akibat infeksi virus corona, pada hari kelima tanpa pembicaraan tentang kebuntuan yang memblokir bantuan kepada puluhan juta rakyat Amerika.

Dalam jangka panjang, fakta bahwa tidak ada paket stimulus adalah hal yang baik bagi dolar sebab pencetakan dolar AS sebanyak $3,5 triliun lagi bakal berdampak buruk bagi  mata uang AS.