Analisa Forex GBP/USD: Pound Bergerak Seperti Jet Coster

Forexsignal88.Com – GBP/USD pada hari rabu kemarin bergerak layaknya jetcoster turun dan naik dengan kecepatan tinggi. Sebelumnya GBP/USD sempat terpeleset cukup dalam sampai ke level bawah pada angka 1.2862, namun pada sesi New York tiba tiba melesat keatas dan mencapai angka 1.3053.

GBP/USD turun terutama karena kekhawatiran atas kebuntuan dalam negosiasi Brexit. Padahal, itu kemudian pulih pada pembicaraan bahwa Inggris masih akan terlibat dalam pembicaraan setelah batas waktu yang diberlakukan sendiri pada pertengahan Oktober. Selain itu, negara menghindari penguncian virus korona nasional. Pound memang yang terkuat untuk hari ini sejauh ini, diikuti oleh Aussie. Dolar, di sisi lain, adalah yang paling lemah karena tampaknya upaya pemulihan telah habis dengan sendirinya.

Beban Brexit dan Pandemi COVID-19 Masih Menghantui

Para pemimpin Uni Eropa akan membahas negosiasi Brexit dan diharapkan memberikan instruksi kepada Kepala Negosiator UE, Michel Barnier mengenai langkah-langkah mana yang harus dia ambil untuk maju dengan negosiasi, saat tenggat waktu akhir tahun semakin dekat.

Media telah melaporkan bahwa mereka berencana untuk mengatakan bahwa kemajuan dalam pembicaraan dengan Inggris masih belum cukup untuk mencapai kesepakatan perdagangan dan bahwa mereka menginstruksikan Kepala Negosiator untuk mengintensifkan pembicaraan dengan pemerintah Inggris, mereka mungkin akan mendiskusikan yang mana konsesi yang dapat mereka buat untuk Inggris demi kemajuan negosiasi.

Inggris bersikeras melarang anggota UE dari perairan penangkapan ikannya, sebuah proposal yang dianggap keterlaluan mengingat aspirasi Inggris untuk tetap berada dalam pasar tunggal energi UE. Tentang masalah ini, Kanselir Jerman, Angela Merkel berkomentar bahwa Uni Eropa perlu lebih “realistis” dalam mengkompromikan hak penangkapan ikan, menyoroti bahwa mencapai kesepakatan harus menjadi kepentingan kedua belah pihak. Selain itu, kemajuan pembicaraan tentang perdagangan dan masalah keamanan sekarang pada dasarnya terhenti, yang menambah tekanan.

Inggris sekarang menjadi salah satu negara yang paling terpengaruh oleh kemajuan pandemi virus korona di Eropa, dengan total 634.920 kasus serta jumlah kematian 43.018. Mengingat lonjakan jumlah kasus baru-baru ini, Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan sistem pembatasan tiga tingkat yang baru.

Analisa Teknikal GBP/USD Hari Ini