Aksi Buang Dollar Merupakan Senjata Pamungkas Rusia dan China Terhadap AS


Forexsignal88.Com – Panas-dingin hubungan Amerika Serikat (AS) dengan China menyebabkan pemerintah kedua negara mengambil berbagai kebijakan guna menunjukkan “siapa yang lebih kuat”. Memburuknya hubungan kedua negara dimulai ketika Presiden AS Donald Trump tidak puas kala berdagang dengan China. 

Akhirnya, Presiden Trump mengobarkan perang dagang dengan menaikkan bea masuk importasi produk China mulai pertengahan 2018, dan dibalas oleh China.

Saling balas menaikkan bea importasi terus berlangsung hingga akhirnya kedua belah pihak menandatangani kesepakatan dagang fase I pada Januari lalu. 

Meski sudah ada kesepakatan, tetapi beberapa produk yang dikenakan bea masuk tinggi dari kedua negara.

Masalah AS vs China tidak hanya di sektor perdagangan, Trump juga menyasar perusahaan-perusahaan China yang dikatakan melakukan pencurian kekayaan intelektual, kemudian masalah politik terkait situasi di Hong Kong, dan yang terbaru masalah virus corona, yang dituduh berasal dari laboratorium China. 

Pada tahun lalu, selain menaikkan bea masuk importasi, China juga menerapkan kebijakan dedolarisasi atau ‘buang dolar’ dengan menjual kepemilikan obligasi pemerintah AS kebijakan tersebut dikatakan menjadi senjata pamungkas China untuk melawan AS. 

Maklum saja, jika China melepas kepemilikan Treasury dalam jumlah besar maka kurs dolar AS bisa jeblok, harga Treasury akan merosot dan yield-nya melesat naik, suku bunga juga akan terkerek naik, pada akhirnya ekonomi AS yang sudah merosot.