Ajib! Pound Kembali Rebound ke Utara, Kok Bisa?!

Sektor ini telah jatuh 2.3 persen pada bulan Oktober 2019 di tengah penurunan aktivitas pembangunan infrastruktur dan bangunan residensial.

“Selain itu, penjualan ritel kemungkinan akan menjadi beban bagi GDP pada bulan November, karena periode survei tahun ini mengecualikan Black Friday (walaupun lonjakan aktivitas akan direkam dalam data Desember). Jadi, nampaknya peningkatan GDP 0.3 persen q/q pada kuartal III akan diikuti oleh GDP tak meningkat sama sekali pada kuartal IV. Bahkan kontraksi pun mungkin terjadi,” ungkap Paul Dales, pimpinan ekonom Inggris di Capital Economics.

Sementara itu, Pound kokoh mempertahankan penguatan terhadap beragam mata uang utama lain. Ekspektasi kemenangan mayoritas bagi partai Konservatif masih mendominasi sorotan pasar. Opini pasar secara umum masih menilai potensi kemenangan partai yang dipimpin oleh PM Boris Johnson tersebut bakal berdampak bullish bagi Pound.

{loadposition socialshare}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *