5 Mata Uang Dengan Performa TERBURUK di 2016 – Performa Rupiah Lebih Baik Dari Poundsterling

ForexSignal88.Com | Jakarta, 17/10/2016 – Banyak pihak menilai Rupiah kita sebagai mata uang yang buruk, namun ternyata masih ada yang performa nya lebih jauh lebih buruk dari Rupiah sampai saat tulisan ini dibuat.  Dilansir dari Investopedia.Com, inilah versi Investopedia untuk mata uang dengan performa terburuk 2016.

1.  Venezuelan Bolivar.

Venezuela sudah berada pada jalur krisis yang parah sejak beberapa tahun lalu, dan menjadi semakin parah ketika harga minyak mulai hancur.  Venezuela banyak bergantung kepada ekspor minyak sehingga kehancuran harga minyak berarti juga kehancuran mata uang Venezuela.  Dilansir dari money.cnn.com bahwa harga 1 dolar Bolivar lebih rendah dari 1 sen USD.  1 USD dapat membeli 5 galon gas di Venezuela.  

International Monetary Fund (IMF), menurut Investopedia, memproyeksikan tingkat inflasi di Venezuela di tahun 2016 naik dari 481% menjadi 700%, dimana angka ini diproyeksikan akan jauh lebih tinggi pada 2017 yaitu sampai ke angka 1,642%.  Pada tahun 2015, 1 USD itu senilai 900 Bolivars, jika proyeksi IMF benar-benar terjadi, maka 1 USD akan senilai 90,000 – 100,000 Bolivars pada akhir tahun 2017.

2.  Nigerian Naira.

Nigeria, sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Afrika juga ikut merasakan pahitnya harga minyak yang tersungkur.  Dilansir dari bbc.com, bahwa ketika harga minyak jatuh, Nigeria tidak melakukan devaluasi terhadap mata uang seperti yang dilakukan negara minyka seperti Rusia.  Nigeria ingin bisnis-bisnis di Nigeria membuat hal-hal yang mereka tidak bisa impor dan melakukan diversifikasi dari industri minyak.  Alhasil kebijakan ini menyebabkan adanya kekurangan baham baku, spare-part mesin dan produk-produk supermarket.  

Pada Juni 2016 lalu, Nigeria akhirnya melakukan kebijakan yang membiarkan mata uang nya floating terhadap USD.  Menurut Investopedia, dalam waktu 6 minggu sejak kebijakan tersebut diberlakukan, mata uang Naira jatuh ke level harga saat tulisan ini dikeluarkan 1USD = kisaran 314 NGN.  Namun yang mengkawatirkan adalah Nigeria mempunyai sejarah tingkat inflasi yang sangat tidak baik.

 3.  Egyptian Pound.

Jika Nigerian Naira sudah ambruk pada Juni lalu, mata uang Egypt saat ini sedang dilanda ketidakpastian yang mungkin saja akan membawa mata uang Egyot tersungkur seperti Nigerian Naira.  Dilansir dari Investopedia, saat ini Egyption Pound masih menggunakan sistem Fixed exchange-rate dimana mungkin saja karena tekanan perekenomian akan berubah menjadi sistem floating yang dapat dipastikan akan menjatuhakn Egyptian Pound.  Kekawatiran justru ada pada tingkat inflasi saat ini.

4.  Argentine Peso.

Dilansir dari Bloomberg.com, Argentine Peso saat ini menjadi salah satu mata uang dengan performa terburuk.  Ini adalah akibat dari spekulasi pasar yang  memperkirakan bahwa Bank Sentral Argentina berusaha mengintervensi dengan tujuan melemahkan mata uangnya.  Sejak Presiden Mauricio Macri menjabat dan memutuskan untuk melepaskan kendali mata uang dan memasuki sistem floating, Peso telah jatuh sebesar 27% – 30% di 2016.

5.  British Pound.

Siapa sangka mata uang Pound Sterling yang termasuk mata uang perkasa di dunia ini ternyata menjadi salah satu yang terburuk di tahun 2016.  Bahkan menurut Bloomberg.com British Pound bisa jadi lebih buruk dari Argentine Peso.  Sejak tanggal 23 Juni 2016 lalu Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa (BREXIT), Pound terhadap USD tidak pernah pulih dan bahkan ambruk ke level bawah 30 tahun yang lalu. 

Sumber: Investopedia.Com, Money.cnn.com, BBC.comBloomberg.com

{loadposition socialshare}


Artikel Terkait Lainnya

{loadposition artikelterkait}

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *