china

09/12/19 | 10:00 WIB – China: ALERT Trade Balance News – Tentatived Time

china

Trade Balance merupakan salah satu indikator data ekonomi utama China yang dirilis oleh Customs General Administration of China (CGAC) guna mengukur perbedaan total nilai impor dan ekspor, dalam periode waktu satu bulan dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya (year over year atau y/y).

Jika nilai total ekspor lebih besar dari nilai total impor, maka neraca perdagangan mengalami surplus. Namun bila sebaliknya, maka perdagangan mengalami defisit. Volume perdagangan China yang meningkat akan berdampak positif pada {mprestriction ids=”1,2,4,5″} partner dagangnya terutama Australia, Selandia Baru, dan Kanada.

Pasalnya, ketiga negara tersebut banyak mengekspor komoditi pertambangan dan bahan makanan olahan ke China.

Bulan Oktober lalu, perdagangan China mengalami surplus sebesar USD43.02 miliar y/y, lebih tinggi dari perkiraan surplus USD40.60 miliar, dan merupakan surplus tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Pada bulan Oktober 2019, ekspor turun 0.9% y/y ke USD212.93 miliar.

Merosotnya ekspor terutama disebabkan oleh berkurangnya permintaan akibat sengketa dagang dengan AS yang masih berlangsung. Sementara itu, impor turun 6.4% y/y ke USD170.12 miliar. Surplus perdagangan dengan Amerika Serikat yang merupakan negara tujuan ekspor terbesar China mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya yang USD 25.88 milliar menjadi USD26.42 miliar.

Untuk bulan November 2019, diperkirakan perdagangan China y/y akan surplus sebesar USD44.50 miliar.

Untuk estimasi pergerakan harga secara fundamental pada sesi perdagangan hari ini WIB nanti, Jika hasil rilis data Trade Balance tercatat lebih tinggi dari perkiraan dan hasil revisi data tercatat di periode sebelumnya maka pergerakan Yuan, AUD dan NZD akan cenderung menguat terhadap sejumlah rival mata uang utama lainnya. Begitupun sebaliknya.

{/mprestriction}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *