ForexSignal88.com l Jakarta, 14/01/2018 – Penderitaan dolar AS sejak pertengahan Desember berlanjut lagi bahkan di sesi penutupan pekan lalu (8-12 Januari), rival-rival greenback semakin intensif memukul mata uang cadangan dunia tersebut.

Mungkin ada benarnya apa yang pernah kami laporkan pada 28 Desember 2017 di mana beberapa analis bank besar melihat bahwa di tahun ini Federal Reserve tak lagi menjadi pengendali dolar AS melainkan bank-bank sentral utama lainnya.

Pada dinamika di bursa forex dan emas sekitar sepekan terakhir kita melihat bagaimana pasar bereaksi terhadap langkah Bank of Japan (BoJ) yang memangkas jumlah pembelian obligasi pemerintah Jepang, memicu spekulasi pasar bahwa bank tersebut dapat memperlambat stimulus moneternya pada akhir tahun ini.

Tak lama berselang beredar sebuah isu yang menyebut China akan mengurangi atau menghentikan pembelian obligasi pemerintah AS, yang meskipun akhirnya kabar itu ditampik oleh pemerintah China, jelas terlihat tekanan yang hebat menampar dolar AS, sekaligus sebuah pengingat bagi pemerintah AS bahwa Beijing adalah bankir mereka dengan menjadi pemegang Treasury AS terbesar.

Baru saja isu itu berlalu, sikap hawkish yang mengejutkan terlihat dari catatan rapat kebijakan terakhir European Central Bank (ECB) yang mengisyaratkan bank tersebut siap melakukan gradual shift, perubahan secara bertahap, yang kemudian diterjemahkan sebagai persiapan ECB untuk mengetatkan kebijakan moneternya alias bersiap menaikkan suku bunga.

Sementara itu dari pada wilayah moneter UK, sejauh ini Bank of England (BoE) belum menyuarakan pertimbangan dan rencananya di masa depan meskipun banyak pengamat menilai bank tersebut akan segera menaikkan suku bunganya lagi di tahun ini menyusul kenaikan di November tahun lalu, kenaikan suku bunga acuan BoE yang pertama dalam satu dekade. BoE memang masih di posisi dilematis dan dipusingkan dengan tingkat inflasi yang terus berada di atas targetnya namun di sisi lain bayang-bayang Brexit masih menghantui pertumbuhan ekonomi kesatuan empat kerajaan tersebut.  

Arus pelemahan dolar AS berlanjut hingga detik-detik terakhir penutupan sesi pekan lalu. Pada hari Kamis data inflasi AS memburuk, disusul inflasi konsumen pada hari Jumat yang juga mengecewakan. Akhirnya pada hari terakhir pekan lalu euro melesat ke $1,2189, titik tertinggi sejak 29 Desember 2014 sedangkan pound sterling semakin perkasa hingga terdorong ke $1,3737, level tertinggi sejak  hasil referendum Brexit Juni 2016, yang juga terdongkrak oleh sebuah laporan bahwa Spanyol dan Belanda mendukung soft Brexit.

Mata uang lainnya seperti yen, franc, dolar Australia dan dolar Kanada, termasuk juga harga emas, ikut menikmati arus bearish dolar AS di sesi penutupan pekan lalu. Hanya dolar Selandia Baru yang mengakhiri sesi perdagangan Jumat masuk sedikit ke wilayah negatif namun tetap berakhir positif pada basis mingguan.

Selanjutnya di pekan depan ada beberapa data penting dari UK seperti inflasi harga konsumen dan penjualan ritel, rapat kebijakan Bank of Canada (BoC) juga data industri dan PDB China yang akan menjadi magnet perhatian para pelaku pasar di bursa forex dan emas. 

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF

O : 1.2030     H : 1.2189      L : 1.1916      C : 1.2187

PERGERAKAN SEPEKAN 08/01 – 12/01 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 273 PIP

Secara Fundamental, World Bank (WB) memperingatkan bahwa kegagalan untuk mencapai kesepakatan yang mulus bagi UK untuk meninggalkan Uni Eropa (UE) dapat menimbulkan risiko serius terhadap pemulihan ekonomi Eropa pada tahun 2018. "Jika ada kejutan di sepanjang jalan Brexit, bisa menggagalkan pemulihan Eropa dan pemulihan itu  harusnya sangat kuat," kata Franziska Lieselotte Ohnsorge mengatakan kepada Xinhua. Ohnsorge, kepala ekonom WB, adalah salah satu penulis utama sebuah laporan "Prospek Ekonomi Global" mencatat bahwa di Eropa ketidakpastian tetap meningkat dan dapat meningkat lagi, membebani kepercayaan dan pertumbuhan di kawasan tersebut.

Menurut Ohnsorge, laporan tersebut mencatat bahwa negosiasi Brexit dapat membahayakan keputusan investasi di seluruh Eropa dan Brexit sudah pasti memiliki efek pada ekonomi UK. "Brexit itu sulit, kami memperkirakan pertumbuhan di UK melambat dari 1,6 persen menjadi 1,4 persen," katanya. Tidak ada jalan yang jelas bagi Brexit dan tidak ada kepastian saat UE dan UK memasuki fase kedua dan lebih kompleks dari negosiasi Brexit tentang apa arti Brexit untuk perdagangan antara kedua belah pihak.

Prospek Brexit di mana UK keluar dari blok 28 negara tanpa kesepakatan mengenai tarif atau penyediaan layanan keuangan dapat memukul UK dan UE yang bergantung pada pasar modal yang likuid di London untuk sebagian besar pembiayaan hutang dan investasinya. Menurut Ohnsorge, Brexit tanpa kesepakatan (No Deal Bexit), atau dengan kesepakatan namun memiliki persyaratan tarif yang ketat, belum bisa menjadi model tapi akan mengganggu perdagangan dan pertumbuhan.

"Itu adalah salah satu risikonya, tidak hanya untuk ekonomi UK tapi juga ekonomi Eropa," katanya. Laporan Ohnsorge itu mencatat bahwa pertumbuhan di Eropa dan wilayah Eropa/Asia Tengah yang lebih luas telah mencapai 3,8 persen pada tahun 2017. Dengan WB bekerja berdasarkan asumsi bahwa Brexit akan lancar dan kondisi perdagangan tidak akan banyak berubah, perkiraan pertumbuhan di UK telah direvisi turun dua basis poin dan pertumbuhan di wilayah Eropa yang lebih luas telah direvisi naik sebesar 1,3 poin persentase. Meskipun pertumbuhan di seluruh wilayah Eropa diperkirakan akan melambat menjadi 2,9 persen selama 2018, namun diperkirakan akan mempertahankan tingkat sekitar tiga persen sampai tahun 2020.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. Trade Balance         Senin 15/01/2018 17:00 WIB
  2. German Final CPI   Selasa 16/01/2018 14:00 WIB
  3. Final CPI                   Rabu 17/01/2018 17:00 WIB
  4. Final Core CPI         Rabu 17/01/2018 17:00 WIB
  5. German PPI              Jumat 19/01/2018 14:00 WIB
  6. Current Account       Jumat 19/01/2018 16:00 WIB

 

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.2091, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2038 – 1.1983 – 1.1928. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.2195, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.2251 – 1.2306 – 1.2361.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF

O : 1.3559     H : 1.3737      L : 1.3458      C : 1.3732

PERGERAKAN SEPEKAN 08/01 – 12/01 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 279 PIP

Secara Fundamental, UK semakin terlihat serius memikirkan gagasan bahwa negara tersebut bisa meninggalkan Uni Eropa (UE) meskipun tanpa kesepakatan perdagangan sepenuhnya dengan negara-negara di blok tersebut. Surat kabar The Telegraph pada hari Senin pekan kemarin melaporkan bahwa pemimpin UK Theresa May akan menunjuk seorang menteri yang akan mengurus Brexit tanpa kesepakatan atau No Deal Brexit. Upaya serius sang perdana menteri tersebut menjadi sebuah pesan khusus kepada UE bahwa negaranya benar-benar akan meninggalkan blok itu bahkan jika gagal mencapai kesepakatan perdagangan.

Menteri tersebut akan bekerja sama dengan Sekretaris Brexit David Davis dan memberikan pembaruan konstan mengenai persiapan untuk berbagai kemungkinan skenario pada kesepakatan perdagangan. Kepada CNBC, Joan Hoey, direktur regional Eropa di Economist Intelligence Unit, mengatakan bahwa ada beberapa logika untuk pengangkatan menteri tersebut.

"Tidak ada kesepakatan bukanlah tujuan pemerintah [UK], tapi kelak akan menjadi sebuah posisi mundur jika terjadi kesepakatan yang tidak memuaskan. Jika pemerintah serius berjalan menjauh jika Uni Eropa gagal menawarkan kesepakatan yang dapat diterima [oleh UK], perlu dipersiapkan dengan serius untuk hal tersebut, dan itu membutuhkan seorang menteri senior di departemen untuk keluar dari Uni Eropa (Department for Exit of the European Union)," jelas Hoey.

PM May melakukan perombakan kabinet di minggu ini. Sejauh ini, pada hari Senin pekan kemarin, Brandon Lewis telah menggantikan Patrick McLoughlin sebagai ketua Partai Konservatif. Sekretaris Irlandia Utara James Brokenshire telah mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Pengumuman perombakan lebih lanjut akan menyusul pengumuman kemarin. Di sisi lain, UE akan memberikan mandat kepada tim negosiasi untuk memulai pembicaraan transisi akhir bulan ini. Namun sekarang tidak pasti kapan fase kedua proses Brexit bisa dimulai.

Meskipun UK tetap menjadi anggota penuh UE sampai setidaknya pada bulan Maret 2019, perundingan peralihan harus berakhir pada bulan Oktober tahun ini untuk memberi cukup waktu bagi persetujuan parlemen di seluruh UE, memberi waktu kepada para negosiator UK dan UE kurang dari 10 bulan untuk memutuskan bagaimana kedua belah pihak akan bekerja sama di masa depan. Pandangan yang cukup optimistis datang dari Kallum Pickering, ekonom senior di Berenberg, yang menurutnya hanya ada 20 persen kemungkinan bahwa tidak akan ada kesepakatan perdagangan antara kedua belah pihak.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. CPI                             Selasa 16/01/2018 16:30 WIB
  2. PPI Input                    Selasa 16/01/2018 16:30 WIB
  3. RPI                             Selasa 16/01/2018 16:30 WIB
  4. Retail Sales              Jumat 19/01/2018 16:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.3618, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.3553 – 1.3490 – 1.3423. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.3739, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.3809 – 1.3871 – 1.3931.

 

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF

O : 0.7863     H : 0.7915      L : 0.7806      C : 0.7911

PERGERAKAN SEPEKAN 08/01 – 12/01 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 109 PIP

Secara Fundamental, Bagi tim strategi forex HSBC, bank sentral akan terus menjadi pendorong utama pergerakan mata uang di tahun 2018 dengan kenaikan mata uang terbesar pada tahun ini kemungkinan besar mendapat dorongan dari kapan waktunya bank-bank sentral akan mulai menormalkan pengaturan kebijakan mereka.

Tim tersebut menyarankan agar para investor melihat "membeli para exiteers" (membeli mata uang yang bank sentralnya keluar dari kebijakan moneter yang longgar) dalam sebuah catatan penelitian yang dipublikasikan pada akhir pekan lalu.

Menurut HSBC, kegembiraan itu akan datang dari mata uang seperti dolar Australia dan Selandia Baru dengan bank itu memperkirakan penguatan dolar Australia sekitar 8 sampai 10% terhadap dolar AS selama satu tahun ke depan.

Terkait dolar Australia, HSBC mengatakan bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) kemungkinan akan melakukan kenaikan suku bunga pertama selama triwulan Juni mengingat PDB di atas tren dan pengetatan lebih lanjut di pasar tenaga kerja serta kenaikan upah.

"RBA tidak mungkin memberikan banyak panduan ke depan menjelang langkah menuju kenaikan suku bunga sehingga pergeseran retorika dan rally AUD dapat menunggu sampai kuartal 2 juga," kata tim HSBC.

"RBA kemungkinan akan merasa nyaman dengan kekuatan AUD mengingat AUD dalam perdagangan tertimbang mata uang itu tidak memiliki capitalized pada terms of trade yang membaik di tahun lalu. Mata uang ini juga berada pada kisaran valuasi HSBC yang rendah," jelas tim analis bank tersebut. HSBC melihat AUD/USD akan menutup tahun ini di $0,8400, naik dari level perdagangan saat ini yaitu $0,7850.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. Home Loans                                    Rabu 17/01/2018 07:30 WIB
  2. New Home Sales                Kamis 18/01/2018 07:00 WIB
  3. MI Inflation Expectations    Kamis 18/01/2018 07:00 WIB
  4. Employment Change         Kamis 18/01/2018 07:30 WIB
  5. Unemployment Rate          Kamis 18/01/2018 07:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 0.7875, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7839 – 0.7801 – 0.7764. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 0.7925, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 0.7963 – 0.8000 – 0.8039.  

XAUUSD

FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : POSITIF

O : 1319.35   H : 1339.15   L : 1308.00    C : 1337.90

PERGERAKAN SEPEKAN 08/01 – 12/01 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : $31,15 atau 311,5 PIP

Secara Fundamental, Harga emas mencapai posisi tertingginya dalam empat bulan terpicu melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap euro, di tengah kesepakatan politik di Jerman.

Melansir halaman Reuters, Sabtu (13/01/2018), harga emas naik 1,2 persen menjadi US$ 1,338.39 per ounce. Harga emas sempat mencapai sesi tertinggi di US$ 1.339,31, sejak September 2017.  Harga emas sudah naik 1,4 persen minggu ini dan mencatat keuntungan terpanjang mingguan sejak April.  

Sementara harga emas berjangka A.S untuk pengiriman Februari berakhir naik US$ 12,40, atau 0,9 persen menjadi US$ 1,334.90 per ounce.    

Harga emas memperpanjang relinya setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa akan menghapuskan sanksi nuklir terhadap Iran. Ini terakhir kali memberi Washington dan sekutu Eropanya kesempatan untuk memperbaiki "kekurangan mengerikan" kesepakatan nuklir 2015.

"Ini adalah sebuah kesempatan terakhir," kata Trump dalam sebuah pernyataan, yang memberi investor kekhawatiran dan mendorong permintaan safe haven untuk emas.  Adapun indeks US dolar, jatuh terhadap sekeranjang mata uang ke level terendah sejak 8 September.    

Euro melonjak ke level tertinggi tiga tahun setelah sumber dari partai konservatif Kanselir Jerman Angela Merkel dan Sosial Demokrat (SPD) menyepakati cetak biru negosiasi koalisi.

 "Kesepakatan tersebut merupakan salah satu gerakan pertama dalam waktu lama yang orang katakan adalah EU-positive. Ini membuat euro dan emas menguat," Hussey menambahkan.    

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1323.70, kemungkinan harga akan kembali ke level 1311.15 – 1300.10 – 13288.50. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1346.85, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1359.15 – 1370.90 – 1383.20.

 

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Conservative Review

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

January 13, 2018

Sekilas Forex: USD Memulai Awal 2018 Dengan Buruk. Akankah Penurunan Berlanjut?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/01/2018 – Penderitaan dolar AS sejak pertengahan Desember berlanjut lagi bahkan di sesi penutupan pekan lalu (8-12 Januari), rival-rival greenback semakin intensif memukul mata uang cadangan dunia tersebut. Mungkin ada benarnya…
December 16, 2017

Sekilas Forex: Investor Terus Pantau Pergerakan USD Menjelang Awal Tahun 2018

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/12/2017 – Dapat dikatakan pekan lalu menjadi sesi perdagangan yang sulit bagi dolar AS. Meskipun di sesi Jumat dolar AS menunjukkan penguatan, catatan yang terlihat pada MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division…
December 09, 2017

Sekilas Forex: Data Tenaga Kerja AS Berikan Peluru Bagi USD Untuk Menghantam Rival-Rivalnya Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/12/2017 – Dolar AS kembali merajai bursa forex di sepanjang pekan lalu setelah menebar benih penguatan di pekan sebelumnya pasca tekanan yang terjadi sepanjang tiga pekan sebelumnya. Kemajuan pada proses reformasi pajak AS…
December 02, 2017

Sekilas Forex: Nasib USD Ditentukan Oleh Non Farm Payroll Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 03/12/2017 – Tidak ada keraguan bahwa minggu lalu adalah sebuah pekan dimana politik benar-benar membayangi ekonomi. Reformasi pajak menjadi fokus utama dan pada hari Jumat dini hari, ketika menjadi semakin jelas bahwa RUU pajak…
November 25, 2017

Sekilas Forex: USD Tak Berdaya, Apakah Pekan Depan Yellen Mampu Membuat USD Kembali Naik?

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/11/2017 – Pada pekan lalu dolar AS kembali terhempas, dengan Indeks Dolar AS terpaksa membukukan penutupan mingguan negatif untuk yang ketiga kalinya secara berurutan, di 92,70. Dolar AS tertekan oleh semua mata uang utama,…