ForexSignal88.com l Jakarta, 07/10/2018 - Mengawali sesi perdagangan Oktober, dolar AS memberikan tekanan kepada sebagian rivalnya. Penguatan parsial dolar AS tersebut masih dimotori oleh euforia pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve pada pekan sebelumnya saat bank tersebut menetapkan kenaikan sebesar 25 basis poin sehingga tingkat patokan biaya pinjaman perbankan AS saat ini adalah 2,25%.

Namun pada hari Senin (1/10) laju bullish dolar AS tertahan oleh menguatnya dolar Kanada yang menyambut positif kesepakatan perdagangan Kanada-AS yang merupakan bagian dari Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA). Loonie rally setengah persen terhadap dolar AS karena para investor bergegas untuk membeli aset berisiko setelah AS dan Kanada setuju untuk memperbarui NAFTA.

Ketegangan perdagangan telah mendominasi pasar mata uang sejak April, meningkatkan dolar AS dan menekan mata uang negara-negara yang bergantung pada perdagangan, mulai dari won Korea Selatan hingga peso Meksiko. Berita terbaru tersebut mendorong para pedagang untuk menutupi beberapa posisi jual ekstrim mereka.

Sumber yang memiliki pengetahuan langsung tentang perundingan tersebut menegaskan bahwa kedua negara sudah mencapai kesepakatan, yang termasuk membuka keran lebih besar untuk akses produk susu bagi para peternak AS dan Kanada menyetujui pengaturan tambahan (side-letter arrangement) yang secara efektif membatasi ekspor mobil ke AS.

Kemudian penguatan dolar AS berlanjut di hari Selasa (2/10). Euro terpukul ke level terendah dalam enam minggu setelah seorang anggota senior di salah satu partai yang berkuasa di Italia mengatakan sebagian besar masalah negara itu akan dapat diselesaikan jika negara itu kembali menggunakan mata uang nasional.

Koalisi Italia mengusulkan anggaran dengan target defisit yang lebih tinggi dari perkiraan, memperburuk ketegangan dengan para pemimpin zona euro lainnya dan mengkhawatirkan para investor yang berharap Roma dapat mengendalikan utangnya.

Anggota parlemen Italia, Claudio Borghi, menggaungkan kembali komentarnya mengenai kembali menggunakan mata uang Italia sementara itu Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte menegaskan euro "tidak dapat digantikan" dan menyatakan bahwa komentar kritis terhadap mata uang tunggal itu hanyalah pendapat individu yang tidak mewakili pemerintah Italia.

Sebagian besar pelemahan mata uang bersama zona euro itu terjadi setelah Borghi, kepala ekonom dari partai sayap kanan Liga, mengatakan Italia akan menikmati kondisi ekonomi yang lebih menguntungkan saat berada di luar zona euro.

Pada hari yang sama, dorongan positif bagi greenback juga didapati dari Ketua Fed Jerome Powell yang dalam sebuah pidatonya memuji prospek yang sangat positif bagi perekonomian AS, yang ia rasakan berada di ambang era "historis langka" dengan tingkat pengangguran ultra-rendah dan harga yang stabil.

Sementara itu pound sterling tergelincir ke level terendah tiga minggu pada hari Selasa karena konflik atas rencana Brexit Perdana Menteri Inggris Theresa May meningkat, dengan perpecahan yang mendalam pada sebuah konferensi Partai Konservatif yang berkuasa di Inggris saat ini.

Masih di hari Selasa, kekhawatiran pasar terhadap sikap anti-euro di Italia tersebut menjadi alasan utama jatuhnya saham-saham global sehingga mata uang safe haven yen Jepang dan harga emas sempat mendapatkan keuntungan.

Dolar AS menguat lagi pada hari Rabu (3/10) karena data ketenagakerjaan yang dilaporkan oleh sebuah perusahaan pembayaran gaji swasta mendukung pandangan bahwa ekonomi AS dalam kondisi yang kuat dan karena kekhawatiran tentang negosiasi anggaran Italia terus membebani euro.

Para pengusaha swasta di AS menambahkan 230.000 pekerjaan pada bulan September, terbesar sejak Februari, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP Inc. pada hari Rabu. Angka tersebut melampaui ekspektasi para ekonom sebesar 185.000 pekerjaan.

Data itu konsisten dengan pesan The Fed pada minggu sebelumnya dan komentar Ketua Fed Jerome Powell pada hari Selasa bahwa bank sentral AS masih sangat berkomitmen untuk tetap berjalan pada jalur kenaikan suku bunga secara bertahap.

Dolar AS pun terus unggul karena pertumbuhan AS tetap kuat, demikian pula dengan kinerja saham-saham AS juga imbal hasil obligasi pemerintah AS yang semakin tinggi sementara data ekonomi di negara besar lainnya termasuk zona euro dan Jepang berada di bawah ekspektasi para ekonom.

Pada hari Kamis (4/10) pergerakan bullish dolar AS mulai mendapat hambatan terutama dari yen yang membukukan penguatan cepat yang ditengarai ditimbulkan oleh aksi positioning para pelaku pasar menjelang rilis nonfarm payrolls (NFP) pada hari Jumat.

Pada hari itu dolar AS hanya tertekan tipis oleh euro, pound sterling dan franc Swiss namun berhasil melanjutkan tekanannya terhadap dolar Australia. Aussie dolar terus tergelincir karena risk appetite di pasar terus mereda.

Pergerakan turun dolar AS pada hari Kamis berlanjut lagi di hari Jumat (5/10) setelah NFP diumumkan. Namun pelemahan dolar AS tidak signifikan, bahkan segera berbalik stabil, karena walaupun NFP turun menjadi 135.000, sementara yang diharapkan oleh pasar adalah 185.000, ternyata data pada bulan Agustus terjadi revisi dari 201.000 menjadi 207.000.

Selain itu komponen data lainnya yaitu tingkat pengangguran, berkurang dari 3,9% ke 3,7% dan para ekonom memperkirakan hanya berkurang menjadi 3,8%. Hasil aktual tersebut pun menjadi rekor terendah tingkat pengangguran di AS dalam 48 tahun terakhir.

Sedangkan pound sterling mendapat dorongan bullish lagi sejak awal sesi Jumat dari kabar terkait Brexit di mana para juru runding Uni Eropa menyebut bahwa kesepakatan Brexit sudah semakin dekat sehingga kekhawatiran terjadinya no-deal atau hard Brexit pada Maret 2019 semakin pudar.

Jadi ekonomi AS tetap solid sehingga pada sesi Jumat dolar AS hanya melemah terhadap yen dan pound sterling, demikian pula pada penutupan perdagangan mingguan. Harga emas pun tidak dapat terkerek jauh dengan pelemahan kecil mata uang AS tersebut, masih berkutat di dalam zona konsolidasi jangka pendek dan menutup pekan lalu di $1.202,90 per troy ounce.

EURUSD

FS88 JOURNAL EUR TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 1.1617     H : 1.1624      L : 1.1463      C : 1.1523

PERGERAKAN SEPEKAN 01/10 – 05/10 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 161 PIP

Secara Fundamental, Euro turun ke bawah level 1.15 untuk pertama kalinya dalam tiga pekan. Pelemahan ini berkaitan dengan pemerintah Italia yang telah menyepakati anggaran baru namun dinilai melanggar ketentuan perundingan Brussels.

Masalah anggaran pemerintah Italia yang dijerat oleh penumpukan utang, membuat Euro melemah. Italia sendiri merupakan negara dengan perekonomian terbesar ketiga di Zona Euro.

Pemerintah Italia menargetkan defisit anggaran baru sebesar 2.4 persen dari GDP, hampir mendekati plafon 3 persen yang dipersyaratkan oleh aturan Uni Eropa. Jumlah itu lebih besar dari rencana sebelumnya yang sebesar 1.6 persen dan 1.9 persen dari GDP.

Pasar finansial khawatir bahwa anggaran baru yang disusun oleh pemerintah Italia kali ini akan semakin membengkakkan utang negara tersebut. Sekarang saja, utang Italia sudah menjadi yang terbesar kedua setelah Yunani di Zona Euro. Porsi utang Italia sudah sekitar 131 persen dari keseluruhan Produk Domestik Brutonya (GDP).

Namun demikian, seperti dilansir dari surat kabar Italia Corriere Della Sera, pemerintah Italia berencana untuk memotong defisit anggaran menjadi 2 persen pada tahun 2021. Italia dan Uni Eropa hingga saat ini masih bersitegang perkara anggaran pemerintah Italia yang tak sebanding dengan jumlah utangnya.

Karenanya pada sesi perdagangan sepekan kemarin, Euro jatuh terhadap sejumlah mata uang utama karena komentar dari salah seorang pejabat pemerintah Italia. Figur yang memiliki wewenang untuk menyusun anggaran itu mengungkapkan bahwa akar permasalahan finansial yang melanda Italia ini adalah mata uang.

Menurut pejabat yang diketahui bernama Claudio Borghi tersebut, solusi bisa tercapai jika Italia meinggalkan penggunaan mata uang Euro, dan kembali memiliki mata uang sendiri.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Uni Eropa, diantaranya :

  1. ECB Monetary Policy Meeting Accounts Kamis 11/10/2018 Pk 18:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga EURUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 1.1633, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.1693 – 1.1749 – 1.1807. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 1.1459, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 1.1401 – 1.1345 – 1.1289.

 

GBPUSD

FS88 JOURNAL GBP TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK :  POSITIF CENDERUNG NETRAL 

O : 1.3042     H : 1.3123      L : 1.2921      C : 1.3115

PERGERAKAN SEPEKAN 01/10 – 05/10 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : 202 PIP

Secara Fundamental, Pada sepekan kemarin terdapat data Indeks PMI Jasa Inggris versi Markit/CIPS yang dirilis turun ke 53.9 pada bulan September 2018, dari sebelumnya di level 54.3. Level bulan September ini sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan ekspektasi di level 54.0.

Melemahnya indeks PMI Jasa disebabkan oleh melemahnya pesanan baru, dan optimisme para pengusaha yang masih dibayangi ketidakpastian politik Inggris serta tensi perdagangan global. Meski demikian, penciptaan lapangan kerja di sektor jasa mencapai level tertinggi sejak bulan Februari.

Indeks PMI Konstruksi Inggris versi Markit juga dirilis turun dari 52.9 ke level 52.1 pada bulan September. Penurunan tersebut juga di bawah ekspektasi 52.8.

Data ini menandakan perlambatan ekspansi dalam sektor konstruksi Inggris dalam enam bulan terakhir. Pekerjaan Umum menjadi sub sektor berperforma terburuk, karena mengalami kemerosotan aktivitas paling tajam di bulan September.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Inggris, diantaranya :

  1. GDP                                                 Rabu 10/10/2018 Pk 15:30 WIB
  2. Goods Trade Balance Rabu 10/10/2018 Pk 15:30 WIB
  3. Manufacturing Production Kamis 11/10/2018 Pk 15:30 WIB
  4. BOE Credit Conditions Survey Kamis 11/10/2018 Pk 15:30 WIB

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga GBPUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1.2988, kemungkinan harga akan kembali ke level 1.2907 – 1.2824 – 1.2741. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1.3226, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1.3309 – 1.3387 – 1.3470.

AUDUSD

FS88 JOURNAL AUD TEMPLATE 

WEEKLY OUTLOOK : NEGATIF CENDERUNG NETRAL

O : 0.7224     H : 0.7235      L : 0.7039      C : 0.7046

PERGERAKAN SEPEKAN 01/10 – 05/10 : NEGATIF

RANGE SEPEKAN : 196 PIP

Secara Fundamental, Reserve Bank of Australia (RBA) mengumumkan kebijakan moneternya melalui rilis RBA Rate Statement pada Selasa pekan kemarin.

Hasilnya, RBA kembali mempertahankan suku bunga di level 1.50%. Keputusan bank sentral Australia ini menandai suku bunga yang tidak berubah selama 25 bulan berturut-turut. Para pelaku pasar sudah memperkirakan keputusan ini, sementara para analis bahkan memproyeksi Rate akan dipertahankan sampai tahun 2020.

Gubernur RBA Philip Lowe mengatakan bahwa ekonomi Australia menikmati pertumbuhan yang kuat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ia mencatat bahwa kebijakan perdagangan AS telah menciptakan ketidakpastian untuk Outlook global.

Untuk sepekan kedepan akan ada beberapa Fundamental penting yang akan dirilis untuk zona Ekonomi Australia, diantaranya :

  1. NAB Business Confidence Selasa 09/10/2018 Pk 07:30 WIB
  2. RBA Financial Stability Review Jumat 12/10/2018 Pk 07:30 WIB

Secara Teknikal, PELEMAHAN pasangan harga AUDUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BULLISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BULLISH pada level 0.7134, kemungkinan harga akan kembali ke level 0.7179 – 0.7223 – 0.7266. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BEARISH pada level 0.7034, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PELEMAHANnya ke area level 0.6992 – 0.6949 – 0.6905.

 

XAUUSD

 FS88 JOURNAL XAU TEMPLATE

WEEKLY OUTLOOK : NETRAL

O : 1191.30   H : 1208.10   L : 1184.40    C : 1202.90

PERGERAKAN SEPEKAN 01/10 – 05/10 : POSITIF

RANGE SEPEKAN : $23.7 atau 237 PIP

Secara Fundamental, Harga emas berjangka membukukan keuntungan pertama dalam tiga sesi saat meyambut akhir pekan. Hal ini dipengaruhi rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) terutama sektor tenaga kerja. Perekonomian menciptakan 134 ribu pekerjaan baru pada September. Ekonom yang disurvei Marketwatch mengharapkan kenaikan 168 ribu pekerjaan.

Namun, revisi yang kuat dan pekerjaan yang dibuat pada bulan-bulan sebelumnya cukup untuk mendorong tingkat pengangguran AS turun ke 3,7 persen, yang merupakan level terendah sejak 1969.

“Data ini menjadi momen penting untuk pasar. Angka pendapatan rata-rata per jam tidak terlalu mengecewakan dan terlepas dari gaji non sektor pertaniaan. Ini merupakan sinyal ekonomi tentang tingkat suku bunga juga," ujar Ekonom Oanda Stephen Innes untuk Asia-Pasifik seperti dikutip dari halaman Marketwatch, Sabtu (06/10/2018).

Melihat kondisi itu, harga emas naik USD 4 atau 0,3 persen ke posisi USD 1.205,60 per ounce. Harga emas lebih tinggi 0,8 persen pada pekan ini yang berdasarkan kontrak paling aktif.

Pergerakan harga logam mulia juga dipengaruhi indeks dolar AS yang turun tipis kurang dari 0,1 persen menjadi 95,69 usai sentuh posisi terendah 95,51. Indeks dolar AS menguat 0,6 persen pada pekan ini. "Tidak mungkin dolar AS akan mendapatkan momentum signifikan karena pedagang akan lebih cenderung mengambil keuntungan dari dolar AS,” ujar Innes.

"Saya fokus pada minggu depan ketika China kembali terutama eskalasi kebijakan perdagangan China-AS. Perang dagang mungkin mengubah permainan lebih signifikan untuk pasar mata uang dari pada hasil gaji non sektor pertanian,” tambah Innes. Data pekerjaan juga menunjukkan kenaikan gaji selama 12 bulan yang melambat jadi 2,8 persen dari 2,9 persen. Diperkirakan kenaikan gaji mencapai tiga persen di tengah meningkatnya persaingan dan semakin menyusutnya jumlah pekerja yang tersedia.

Gaji lebih tinggi dikaitkan dengan meningkatnya inflasi dan umumnya dilihat investor sebagai tanda tekanan harga ke atas. "Penurunan tingkat pengangguran menjadi 3,7 persen dan kenaikan pertumbuha upah akan membuat the Federal Reserve menekan denga kenaikan suku bunga," kata Ekonom Wells Fargo Securities, Sarah House.

Logam mulia biasanya digunakan untuk safa haven oleh investor rentan tertekan di tengah kenaikan suku bunga. Kondisi itu juga mengangkat dolar AS. The Federal Reserve telah menaikkan bunga acuan tiga kali pada 2018. Diperkirakan kenaikan suku bunga acuan naik lagi pada Desember 2018. Hal itu dapat dorong imbal hasil surat berharga AS lebih tinggi.

"Emas memiliki hubungan aneh dengan risiko pada saat ini investor lebih pilih obligasi dan dolar AS karena hasil yang jauh lebih menarik untuk ditawarkan. Selama dolar AS tetap kuat, saya pikir selera untuk emas akan tetap terbatas dan pedagang dapat  melihat reli sebagai peluang untuk menjual," tutur Analis Oanda Craig Erlam.

Adapun imbal hasil surat berharga AS bertenor 10 tahun naik 1,37 persen menjadi 3,214 persen pada perdagangan Jumat waktu setempat.

Secara Teknikal, PENGUATAN pasangan harga XAUUSD mungkin masih akan berlanjut berdasarkan formasi candlestick weekly. Namun demikian tetap perlu diwaspadai koreksi intraday BEARISH yang mungkin akan terjadi pada timeframe Daily. Apabila minggu depan terjadi breakout BEARISH pada level 1181.30, kemungkinan harga akan kembali ke level 1169.95 – 1158.90 – 1148.00. Namun sebaliknya apabila terjadi breakout BULLISH pada level 1210.25, maka kemungkinan harga akan kembali melanjutkan gerakan PENGUATANnya ke area level 1221.10 – 1230.95 – 1240.95.

  

Sumber: ForexSignal88.ComForexFactory.ComCFTC, Investing.ComBloomberg.ComKitco.ComOilnGold.Com

DailyFx.ComReuters.ComCNN.ComMarketWatch.ComAssociated Press Sumber Gambar: Pixabay.Com

Tags: #forexsignal88 #signalforex #sinyalforex #forexsignal #analisaforex #analisagold #belajarforex #seputarforex #sekilasforex #eurusd #gbpusd #audusd #xauusd #signalforexharian #signalforexakurat #analisaforex #analisatradingforex #analisaforexharian #analisagold #beritaforexindonesia #beritaforexharian #beritaterkiniforex #analisajituforex #toptrendingforex #signalforexgratis #signalforexindonesia #tipsforex #trikforex #strategiforex #teknikforex #analisateknikal

Share This

Jurnal Mingguan Lainnya

November 03, 2018

Sekilas Forex: Merkel, Brexit, dan BOE Gerakan Pasar Pekan Lalu. Kini Pasar Tunggu Midterm Election AS.

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 04/11/2018 - Aktivitas perdagangan forex dan emas pada pekan lalu (29 Oktober-2 November) di awali dengan naiknya nilai tukar dolar AS terhadap euro, mendekati level tertinggi 10 minggu yang dicetak pada pekan sebelumnya, di…
November 10, 2018

Sekilas Forex: Midterm Election AS dan Kenaikan Suku Bunga AS Semakin Dekat

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/11/2018 - Geliat bursa forex dan emas pada pekan lalu (5-9 November) sebagian besar dimotori oleh midterm election di Amerika Serikat (AS) atau dikenal pula sebagai pemilihan sela alias pemilihan jeda oleh media nasional di…
October 27, 2018

Sekilas Forex: 5 Perkembangan Forex Yang Penting Anda Ketahui

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 27/10/2018 - Dolar AS mengamuk di awal pekan lalu (22-26 Oktober), menekan semua rivalnya sekaligus membebani harga emas. Pemicu utama penguatan greenback adalah kemerosotan pound sterling di tengah meningkatnya ketidakpastian…
October 20, 2018

Sekilas Forex: Peluang 83% Untuk Suku Bunga AS Naik Lagi Di Desember 2018

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/10/2018 - Memulai paruh kedua bulan Oktober, dolar AS merosot pada hari Senin (15/10) setelah data penjualan ritel AS untuk September meleset dari ekspektasi para ekonom. Penyebab lain merosotnya greenback adalah imbal hasil…
October 13, 2018

Sekilas Forex: Melemah Pekan Kemarin, USD Butuh Berita Segar Untuk Pekan Depan

in Jurnal Mingguan by Super User
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/10/2018 - Perdagangan forex dan emas pekan lalu (8-12 Oktober) diawali dengan nada positif dolar AS sebagai reaksi pasar terhadap pelemahan di pasar global, yang dipimpin oleh jatuhnya ekuitas China, dan data-data ekonomi AS…