ForexSignal88.com l Jakarta, 27/11/2017 – Rate of Change (RoC) mirip dengan oscilator Momentum (MTM) karena ini adalah indikator momentum sederhana yang mengukur kecepatan, di mana tren mempercepat atau melambat. Indikator RoC ini didapat dengan membandingkan harga terbaru mendekati harga penutupan (close) periode tertentu di masa lalu. Dengan demikian, RoC-7 hari membandingkan harga penutupan terakhir dengan harga penutupan tujuh hari lalu. Seperti indikator MTM, RoC cenderung tidak menentu karena sangat sensitif terhadap perubahan harga penutupan terakhir dan harga penutupan periode yang ditentukan.

RoC dihitung dalam dua tahap. Pertama, momentum dihitung dengan mengurangkan harga penutupan sebelumnya dari harga penutupan terakhir. Maka hasilnya dibagi dengan harga penutupan sebelumnya dan dikalikan 100 untuk memberikan persentase.

Rumusnya adalah:

RoC = {(Close Terakhir – Close Sebelumnya) / (Close Sebelumnya) } x 100

Dimana harga penutupan sebelumnya adalah harga penutupan awal yang ditentukan oleh trader. Hasilnya adalah persentase yang diplot sebagai oscilator yang beroscilasi antara 100% dan -100%.

Seperti momentum oscilator, pertimbangan utama saat menggunakan RoC adalah garis tengah. Ketika harga pair yang mendasarinya berada dalam tren naik, sinyal beli dihasilkan saat RoC jatuh ke bawah garis tengahnya dan mulai untuk berbalik naik. Ketika harga pair yang mendasarinya berada dalam tren turun, sinyal jual dihasilkan saat RoC bergerak ke atas garis tengahnya dan mulai untuk berbalik turun.

Di pasar yang bergerak sideways (non-tren), garis referensi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold) merupakan pertimbangan utama. Namun, garis referensi harus digambar secara manual di sekitar area ekstrim RoC.

Sebagai aturan umum, RoC seharusnya tidak menghabiskan lebih dari 5% dari waktu di atas atau di bawah garis referensi. Ketika pair yang mendasarinya berada dalam range, sinyal jual dihasilkan saat RoC bergerak keluar dari area overbought melewati garis referensi atas. Demikian pula, sinyal beli dihasilkan saat RoC bergerak keluar dari area oversold dari bawah garis referensi yang lebih rendah.

Sinyal entri juga dihasilkan saat garis tren yang digambar di RoC dilanggar.

Sumber Gambar: onlinetradingconcepts.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Kumpulan Artikel BELAJAR FOREX Lainnya

Mar 14, 2018 1104

Teknik Heiken Ashi

ForexSignal88.com l Jakarta, 14/03/2018 – Teknik Heikin-Ashi merata-ratakan data harga…
Mar 12, 2018 714

Mengelola Momentum Trading (2)

Waktu Entry Yang Sempurna Transaksi dengan Momentum terbaik terjadi saat terjadi kejutan…
Mar 12, 2018 684

Mengelola Momentum Trading (1)

Strategi momentum trading, selain dipraktekkan di pasar saham, ini juga bisa dilakukan di…
Mar 12, 2018 664

Apakah Momentum Trading Cocok Untuk Anda?

Ada beberapa keuntungan yang bisa didapat dari momentum trading. Namun, belum tentu ini…
Feb 28, 2018 1282

Mengenal Volatilitas Pasar

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Selama masa pergerakan berfluktuasi (volatile),…
Feb 28, 2018 884

Luangkan Waktu Dua Jam Sehari Membuat Trading Plan

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Setiap investor yang baik tahu bahwa untuk…
Feb 28, 2018 488

Bagaimana Volatilitas Memberikan Efek Pada Perdagangan?

ForexSignal88.com l Jakarta, 28/02/2018 – Investor, terutama yang menggunakan broker…
Feb 19, 2018 755

LIBOR – Suku Bunga Acuan Dunia

ForexSignal88.com l Jakarta, 19/02/2018 – LIBOR atau ICE LIBOR (sebelumnya BBA LIBOR)…
Mar 12, 2018 516

Pengenalan Momentum Trading

ForexSignal88.com l Jakarta, 12/03/2018 – Investasi momentum nampak kurang seperti…
Feb 13, 2018 694

Pengertian ETF (Exchange Traded Fund)

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/02/2018 – Sering kita mendengar atau membaca mengenai ETF…