ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2018 – Hingga sesi Asia pada hari kedua di pekan ini harga emas tetap bergerak di dekat level tertinggi empat bulan karena permintaan terhadap dolar AS terus melemah.

Tidak akan ada perdagangan lantai bursa komoditas di Comex pada hari Senin karena liburan Hari Martin Luther King di AS. Data MetaTrader yang digunakan tim FS88 Research Division menunjukkan pada hari Senin harga emas bergerak naik dari $1.336,40 ke $1.344,55 kemudian berakhir lebih tinggi 0,21 persen dibandingkan penutupan sesi sebelumnya.

Dolar AS semakin terjungkal setelah para pelaku pasar mengabaikan data pada hari Jumat yang menunjukkan bahwa harga konsumen AS yang mendasari mencatat kenaikan terbesarnya dalam 11 bulan di bulan Desember, menambah ekspektasi inflasi di negara itu akan meningkat tahun ini.

Data CNBC pada akhir sesi Senin memperlihatkan Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan-tertimbang enam mata uang utama, ditutup negatif di 90,43.

Harga emas sensitif terhadap pergerakan dolar AS karena perdagangan internasional komoditas tersebut menggunakan mata uang AS. Melemahnya dolar AS bakal membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang selain dolar AS.

Selanjutnya di hari ini para pelaku pasar akan memantau data Empire State Manufacturing Index. Meskipun bukan sebuah data yang dapat menyebabkan pergerakan besar pada dolar, data tersebut adalah indikator utama kesehatan ekonomi yang mengukur reaksi kalangan bisnis terhadap kondisi pasar. Perubahan sentimen para pebisnis AS dapat menjadi sinyal awal aktivitas ekonomi masa depan seperti pengeluaran, perekrutan dan investasi.

Data tersebut dihimpun dari survei terhadap sekitar 200 produsen di negara bagian New York yang meminta para responden untuk menilai tingkat relatif dari kondisi bisnis secara umum.

Pada bulan lalu data tersebut berada di 18,0 dan kali ini para ekonom memperkirakan akan terjadi kenaikan menjadi 18,5 yang berarti ada peluang bagi dolar AS untuk rebound jika datanya sesuai perkiraan tersebut atau jika dapat lebih tinggi dari angka yang diprediksi.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: Abstract Wallpaper

Share This

Berita Komoditas Lainnya

February 23, 2018

Ekspor Minyak AS Meninggi Bikin Harga Minyak Susah Bangkit

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga sore hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak seragam di mana minyak WTI dan minyak Brent masuk di area jual kembali setelah ekspor minyak AS yang naik lagi serta…
February 23, 2018

Harga Emas Kembali Alami Pelemahannya

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Pada perdagangan komoditas emas di siang hingga sore hari ini pada bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, harga emas masih bergerak dengan nuansa yang negatif kembali di mana situasi jual terjadi…
February 23, 2018

Harga Minyak Berhasil Mengarah ke Area Positif

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Pada perdagangan kemarin, harga minyak dunia bergerak seragam dimana keduanya bergerak naik seiring dengan berbaliknya dolar AS yang melemah serta secara mengejutkan kondisi persediaan minyak AS yang mengalami…
February 23, 2018

Harga Emas Menanjak Didorong Penurunan Yield Treasury AS

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Pada hari Kamis harga emas berhasil mengurangi penurunan selama empat hari sebelumnya setelah dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS mendapat tekanan setelah terdengar komentar dovish dari salah satu pejabat…
February 22, 2018

Harga Minyak Tetap di Ruang Koreksi

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/02/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga sore hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak seragam di mana minyak WTI dan minyak Brent masuk di area jual lebih lanjut dengan pemicu masih menguatnya dolar AS…