ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2017 – Para pedagang minyak dunia sangat meremehkan dampak kerugian produksi yang menurun tajam dari salah satu produsen minyak besar di dunia dimana ditimbulkan tingkat keparahan krisis ekonomi Venezuela, demikian ungkap RBC Capital Markets.

Senin kemarin, RBC mengeluarkan sebuah catatan penelitian dimana produksi minyak di Venezuela siap untuk turun tajam di 2018 dengan tingkat kerugiannya bisa jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan investor selama ini. Menurut Helima Croft bahwa pelaku pasar tidak bijaksana untuk berasumsi bahwa kerugian produksi Venezuela hanya akan mencerminkan kerugian ratusan ribu barel per hari seperti yang terjadi di 2014 lalu.

Kepala strategi komoditas RBC ini menyatakan bahwa kerugian produksi minyak Caracas setidaknya bisa mencapai beberapa ratus ribu barel per hari lebih tinggi, dan bahkan mungkin secara masuk akal bisa mendekati tingkat yang terakhir terjadi ketika pemogokan masal di 2002 yang mencapai lebih dari 1 juta barel per hari. Kala itu serikat pekerja PDVSA, semacam Pertamina di Venezuela, melakukan mogok masal selama 2 bulan dan menuntut pemilu lebih awal.

Venezuela merupakan salah satu produsen minyak terkemuka di Amerika Latin dengan produksi minyak bisa mencapai 2 juta bph. Dalam beberapa tahun terakhir, Venezuela mengalami penurunan produksi yang sudah menjadi tren karena negara yang bergantung pada hasil minyak tersebut sedang mengalami kemunduran ekonomi.

Kondisi ini terjadi karena adanya kesalahan urus negara selama bertahun-tahun dan diperburuk pula dengan merosotnya harga minyak yang berkelanjutan sejak 2014 lalu. Venezuela tengah berjuang untuk melawan hiperinflasi atau laju inflasi yang berlebihan, resesi ekonomi, kekurangan pangan dan sedang melakukan upaya restrukturisasi hutang luar negeri untuk menghindari kegagalan ekonomi. Inilah yang menempatkan seluruh sendi-sendi ekonomi termasuk industri minyak nasional yang menyumbang lebih dari setengah pendapatan ekspor negara Venezuela, ke dalam situasi yang berbahaya.

Tahun 2014, harga minyak sempat mendekati $120 per barel, selanjutnya melemah tajam hingga mendekati $25 per barel di 2016 lalu, karena turunnya permintaan minyak dunia, dolar AS yang kuat dan produksi minyak serpih AS yang melonjak. Venezuela merupakan contoh negara yang mengalami tekanan ekonomi dan politik yang hebat karena turun tajamnya harga minyak tersebut.

RBC memperkirakan bahwa 2018 nanti harga minyak akan mengalir turun terutama dalam bulan mendatang sementara gangguan pasokan karena situasi geopolitik kemungkinan tidak akan begitu berpengaruh terhadap pasokan minyak dunia pada 2018. Sedang awal bulan, Goldman Sachs sendiri melakukan revisi prediksi harga Brent dan WTI di tahun depan, dimana Brent naik dari $58 per barel menjadi $62 per barel, sedang untuk WTI naik dari $55 per barel menjadi $57,50 per barel. Komitmen pembatasan pasokan minyak OPEC membuat Goldman Sachs yakin bahwa harga masih bisa mendaki di tahun depan.

Sumber berita: Reuters, ForexSignal88, Bloomberg, CNBC

Sumber gambar: CNBC

Share This

Berita Komoditas Lainnya

January 16, 2018

Harga Minyak Masih di Dekat Level Tertingginya

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga siang hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak beragam dimana kedua jenis minyak ini sedang menghadapi ujian apakah masih bisa menguat lebih besar lagi ataukah…
January 16, 2018

Harga Emas Dalam Tekanan Sejenak

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2018 – Pada perdagangan siang menjelang sore hari ini di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, harga emas sedikit mengalami tekanan alias masuk dalam ruang aksi ambil untung sesaatnya setelah menguat yang…
January 16, 2018

Harga Emas Masih Bergerak di Dekat Level Tertinggi 4 Bulan

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2018 – Hingga sesi Asia pada hari kedua di pekan ini harga emas tetap bergerak di dekat level tertinggi empat bulan karena permintaan terhadap dolar AS terus melemah. Tidak akan ada perdagangan lantai bursa komoditas di…
January 15, 2018

Penguatan Harga Minyak Abaikan Akan Naiknya Produksi Minyak AS dan Kanada

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/01/2018 – Pada perdagangan bursa komoditi dari pagi hingga siang hari ini, harga minyak WTI dan Brent bergerak serasi dimana kedua jenis minyak ini mengalami sisi penguatannya sebagai bentuk aksi beli lanjutan sejak akhir pekan…
January 15, 2018

Harga Emas Terus Lanjutkan Sisi Positifnya

in Berita Komoditas by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/01/2018 – Pada perdagangan siang menjelang sore hari ini di bursa komoditi logam mulia yang memasuki pasar London, harga emas terus menguat sebagai bentuk aksi beli lanjutan dari akhir pekan sebelumnya yang menguat dibantu…