ForexSignal88.com l Jakarta, 15/02/2018 – Dolar AS berbalik melemah terhadap sekumpulan mata uang utama karena para pelaku pasar mempertanyakan apakah laju inflasi AS akan berlanjut dengan cepat di saat laporan penjualan ritel yang buruk menambah momentum penurunan.

Data CNBC pada awal Kamis ini memperlihatkan Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,81% menjadi 88,97.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari Rabu bahwa Consumer Price Index (CPI) naik 0,5% pada bulan lalu setelah naik 0,2% pada Desember, sementara pertumbuhan CPI pada basis tahunan tetap di 1,8% dari 1,8% di bulan Desember.

Sementara itu Departemen Perdagangan AS juga pada hari Rabu memaparkan bahwa penjualan ritel turun 0,3% pada bulan lalu, mengecewakan ekspektasi pasar untuk kenaikan 0,2%.

Setelah melonjak cepat, dolar AS berbalik turun tajam saat para pelaku pasar menyoroti kenaikan harga pakaian dan jasa medis yang besar yang menjadi komponen dari indeks harga konsumen sehingga memperhitungkan ulang kenaikan indeks tersebut dan mempertanyakan apakah kedua komponen itu akan terus mencatatkan kenaikan yang kuat di bulan-bulan mendatang.

Pantheon mengatakan harga pakaian sudah lama berada di bawah tekanan sehingga rebound yang terlihat pada laporan inflasi Januari memang sudah diperkirakan pasar sebelumnya, sementara kenaikan harga layanan medis didorong oleh lompatan harga komponen rumah sakit, yang diperkirakan akan memperbaiki laporan inflasi Februari.

Pantheon tetap yakin bahwa tren inflasi (underlying inflation) tetap cukup kuat sehingga Federal Reserve dapat melanjutkan jalur pengetatannya. Pantheon mengatakan, pihaknya memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebanyak empat kali pada tahun 2018.

Sementara itu JPMorgan memangkas proyeksi PDB kuartal pertama AS menjadi 2,5% dari 3%, dengan data CPI yang bagus dan data penjualan yang buruk sebagai sebuah hambatan kuat.

Faktor lain yang juga terus membebani greenback adalah penguatan yen USD/JPY berakhir turun 0,76% di ¥106,99 di tengah ekspektasi yang terus berlanjut bahwa Bank of Japan (BoJ) siap untuk mulai mengekang kebijakan moneternya yang sangat longgar.

GBP/USD ditutup naik 0,76% di $1,3997 sementara EUR/USD berakhir naik 0,76% di $1,2451.

USD/CAD ditutup turun 0,77% karena pasangan mata uang ini terdorong rebound harga minyak di tengah kenaikan yang lebih kecil dari perkiraan pada stok minyak mentah AS.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: CNBC

Share This

Berita Forex Lainnya

February 23, 2018

Dolar AS Bergerak Sideways Menjelang Data Jerman dan UK Serta Pidato Pejabat Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Pergerakan dan potensi di pasar forex pada hari ini pada dasarnya tidak berubah. Dolar AS masih menjadi mata uang utama terkuat dalam sepekan terakhir. Namun, penguatan greenback tetap akan terbatas. Rebound dolar AS…
February 23, 2018

Yen dan Dolar Australia Memasuki Tahap Koreksi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback sedikit untuk memberikan tekanannya kepada mata uang utama Asia Pasifik, setelah semalam mengalami tekanan di…
February 23, 2018

Inilah Arti Defisit Kembar untuk Dolar dan The Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Mengapa dolar AS begitu lemah meski imbal hasil obligasi Treasury sedang naik, jawabnya yang disebut oleh beberapa ekonom dunia bahwa kondisi kesalahan jatuh akibat dari adanya ‘double deficit’ atau defisit kembar.…
February 23, 2018

Dolar Kanada Melemah Tipis Karena Memburuknya Data Ritel

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Hinga Jumat menjelang siang ini dolar Kanada masih condong untuk melemah setelah kemarin sempat jatuh ke level terendah dua bulan terhadap mata uang AS setelah terlihat penurunan tajam dalam penjualan ritel domestik…
February 23, 2018

CEO Barclays Khawatir Volatilitas Pasar Berikutnya Bisa Berbahaya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – CEO Barclays, Jes Staley sedang khawatir dan langsung memperingaktkan investor dunia bahwa hentakan di pergerakan pasar yang akan datang bisa mendatangkan jenis krisis keuangan yang baru. Menurut Steley, hentakan…