ForexSignal88.com l Jakarta, 14/02/2018 – Dolar Selandia Baru menguat signifikan terhadap dolar AS setelah rilis perkiraan inflasi 2-tahun dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Sebelumnya sebuah data harga pangan juga bergerak naik.

Saat berita ini ditulis pasangan mata uang NZD/USD bergerak naik dari $0,7271 ke $0,7313, menjauh dari penutupan sesi Selasa di $0,7274. Pasangan mata uang ini terus bergerak naik sejak mulai terjadi rebound di Kamis pekan lalu.

Reserve Bank of New Zealand 2-Year Inflation Expectation berada di 2,11%, lebih tinggi dari 2,02% pada periode sebelumnya. Sementara data harga pangan Selandia Baru pada bulan Januari naik 1,2% setelah penurunan 0,8% di bulan sebelumnya. Peningkatan ekspektasi inflasi ini menjadi harapan baru bagi prospek kenaikan suku bunga bank sentral Selandia Baru.

Penguatan dolar Selandia Baru juga terjadi saat pasar menunggu data inflasi konsumen AS dan di kala greenback masih di jalur pelemahannya terhadap safe have currencies yen dan franc Swiss.

Secara global, data inflasi AS untuk bulan Januari, yang akan dirilis pada Rabu malam, adalah fokus utama pelaku pasar forex di pekan ini, dengan data CPI inti (core consumer price index) diperkirakan akan mencetak 0,2%, turun dari 0,3% sebulan sebelumnya, sementara untuk tingkat tahun-ke-tahun diperkirakan sebesar 1,7% atau turun dari 1,8% dari bulan sebelumnya.

Kepala ekonom ANZ Sharon Zollner mengatakan bahwa data inflasi konsumen AS malam nanti adalah ujian besar berikutnya untuk pasar yang terpukul karena kejutan inflasi di bulan lalu.

Menurutnya para pelaku pasar bisa cukup yakin bahwa kejutan inflasi ke arah atas berarti negatif bagi bursa saham yang sejak awal bulan ini didera arus bearish karena lonjakan pada imbal hasil obligasi pemerintah AS dan pada gilirannya mendukung dolar AS namun juga mendukung mata uang safe haven yen dan franc serta mata uang yang memberikan bunga tinggi seperti dolar Selandia Baru.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, DailyFX, Reuters

Sumber gambar: SkyNews

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

February 23, 2018

Dolar AS Bergerak Sideways Menjelang Data Jerman dan UK Serta Pidato Pejabat Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Pergerakan dan potensi di pasar forex pada hari ini pada dasarnya tidak berubah. Dolar AS masih menjadi mata uang utama terkuat dalam sepekan terakhir. Namun, penguatan greenback tetap akan terbatas. Rebound dolar AS…
February 23, 2018

Yen dan Dolar Australia Memasuki Tahap Koreksi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback sedikit untuk memberikan tekanannya kepada mata uang utama Asia Pasifik, setelah semalam mengalami tekanan di…
February 23, 2018

Inilah Arti Defisit Kembar untuk Dolar dan The Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Mengapa dolar AS begitu lemah meski imbal hasil obligasi Treasury sedang naik, jawabnya yang disebut oleh beberapa ekonom dunia bahwa kondisi kesalahan jatuh akibat dari adanya ‘double deficit’ atau defisit kembar.…
February 23, 2018

Dolar Kanada Melemah Tipis Karena Memburuknya Data Ritel

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Hinga Jumat menjelang siang ini dolar Kanada masih condong untuk melemah setelah kemarin sempat jatuh ke level terendah dua bulan terhadap mata uang AS setelah terlihat penurunan tajam dalam penjualan ritel domestik…
February 23, 2018

CEO Barclays Khawatir Volatilitas Pasar Berikutnya Bisa Berbahaya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – CEO Barclays, Jes Staley sedang khawatir dan langsung memperingaktkan investor dunia bahwa hentakan di pergerakan pasar yang akan datang bisa mendatangkan jenis krisis keuangan yang baru. Menurut Steley, hentakan…