ForexSignal88.com l Jakarta, 13/02/2018 – Deputi Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Luci Ellis memperingatkan bahwa pertumbuhan upah bisa memakan waktu lebih lama untuk bergerak naik bahkan jika tingkat pengangguran negara tersebut mencapai tingkat lapangan kerja penuh (full-employment) seperti yang diperkirakan bank sentral tersebut.

Meskipun pada tahun 2017 ekonomi Australia mencatatkan sekitar 400.000 pekerjaan baru, tingkat pengangguran di negara tersebut naik lebih tinggi pada bulan Desember menjadi 5,5 persen karena lebih banyak orang yang mencari pekerjaan. RBA pada tahun lalu memperkirakan tingkat pengangguran Australia di mana pertumbuhan upah mulai meningkat sebesar 5 persen.

"Sejak itu kami belum melihat alasan untuk mengubah penilaian luas itu," kata Ellis dalam sebuah pidato di Sydney hari ini.

"Tapi kami sadar bahwa, saat mendekati angka itu, ada risiko kita menemukan ada lebih banyak ruang untuk turun sebelum pertumbuhan upah meningkat dengan sungguh-sungguh," tambah Ellis yang merupakan penasihat ekonomi utama bank sentral bank tersebut.

Dalam pidatonya tersebut, Ellis menggali tiga isu utama yang dihadapi ekonomi Australia yaitu berapa kapasitas cadangan yang dimilikinya, berapa banyak pertumbuhan dan inflasi upah akan meningkat, dan seberapa kuat pertumbuhan konsumsi jika pertumbuhan pendapatan tetap lemah.

Menurut Ellis, Australia telah memiliki pertumbuhan lapangan kerja yang sangat kuat selama setahun terakhir, lebih dari dua kali lipat tingkat pertumbuhan penduduk usia kerja.

"Tapi itu belum masuk ke dalam pertumbuhan konsumsi yang kuat. Pertumbuhan pendapatan rumah tangga telah lemah selama beberapa tahun, dan itu membebani pertumbuhan konsumsi," jelas Ellis.

Sementara Australia berjuang untuk mendorong tingkat pengangguran cukup rendah guna memicu kenaikan upah yang telah tercermin di sebagian besar negara maju, pengeluaran rumah tangga yang lemah kontras dengan kenaikan konsumsi global.

Perbedaan utama adalah pada rekor utang rumah tangga sebesar 188 persen dari pendapatan sehingga RBA meninggalkan suku bunganya pada rekor terendah 1,5 persen selama 18 bulan untuk mencegah konsumen menahan pengeluaran mereka.

"Jika pendapatan ternyata lebih lemah dari yang diperkirakan, atau beberapa berita buruk lainnya harus muncul, rumah tangga yang memiliki utang paling besar mungkin merasa harus sedikit mengendalikan pengeluaran mereka," kata Ellis.

Dia mengatakan sudah ada beberapa tanda-tanda tersebut dalam data konsumsi karena pertumbuhan pengeluaran untuk, misalnya, perjalanan dan makan di luar, telah melambat sementara pertumbuhan pengeluaran untuk hal-hal penting tetap tertahan.

Sumber berita: ForexSignal88, Bloomberg

Sumber gambar: WSJ

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

November 16, 2018

Brexit Hantam Sterling, Greenback Stabil

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/11/2018 – Pound sterling terdesak pada Kamis (15/11) setelah beberapa menteri Inggris mengundurkan diri sebagai protes terhadap rancangan perjanjian Brexit, menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap potensi hard Brexit…
November 15, 2018

Kabar Brexit Kembali Memicu Aksi Lepas Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/11/2018 – Dolar AS terpaksa melepas lagi sebagian kendalinya pada perdagangan forex di hari Rabu (14/11) menyusul data inflasi AS yang stabil dan lonjakan pound sterling setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mendapatkan…
November 14, 2018

Kabar Brexit Dorong Euro dan Sterling Pukul Balik Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2018 – Dolar AS melemah terhadap rivalnya pada sesi perdagangan Selasa (13/11), di tengah lonjakan pound sterling setelah Uni Eropa (UE) dan Inggris menyepakati teks rancangan perjanjian penarikan diri Inggris dari blok UE…
November 13, 2018

Tertekan Tipis Pagi Ini, Dolar AS Masih Didukung Fundamental Kuat

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/11/2018 – Dolar AS masih bertengger di level tertinggi 16-bulan pada hari Selasa pagi karena para investor terus membangun keyakinan mereka pada kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan. Selain itu risiko politik di…
November 12, 2018

Sentimen Dolar AS Masih Positif Setelah Keputusan The Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/11/2018 – Pada sesi perdagangan terakhir di pekan lalu, dolar AS mempertahankan tren naik yang mulai diraih pada hari Kamis (8/11) setelah Federal Reserve (The Fed) mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbarunya. Terhadap…