ForexSignal88.com l Jakarta, 17/01/2018 – Mulai 2018 ini, secara umum dolar AS atau greenback mengalami pelemahan yang terus berkelanjutan, akan tetapi mata uang AS ini akan melemah lebih besar jika bukan karena statusnya sebagai mata uang cadangan bank sentral di seluruh dunia.

Mata uang cadangan bank sentral selain dolar AS meliputi euro dan yen, di mana menurut IMF bahwa greenback menyumbang sekitar 63,5% cadangan yang dialokasikan bank sentral dunia pada kuartal ketiga 2017 lalu.

Dengan status cadangan yang mendominasi, ini berarti bahwa saat dolar AS melemah seperti sekarang ini maka para bankir bank sentral dunia sedang menimbun greenback untuk cadangan mereka, serta berusaha menahan volatilitas di pasar valuta asing. Menurut Stephen Gallo dari BMO bahwa sekarang ini bank-bank sentral dunia sedang mengubah hipotesisnya dari penurunan bulanan 3% menjadi penurunan bulanan 1,5%.

Sederhananya menurut Gallo bahwa tren pelemahan dolar AS cenderung disesuaikan dengan periode volatilitas pergerakan harga mata uang yang menurun, dalam hal ini mirip dengan periode antara 2000 dan 2007 di mana berlaku penyesuaian pergerakan untuk dolar AS dan aset berisiko secara keseluruhan.

Sebagai referensi adalah pergerakan dolar indeks atau Dixie yang mengukur dolar AS dengan 6 mata uang utama lainnya di mana sudah turun rata-rata per bulannya sebesar 1,6% dan turun di 2017 total sekitar 9,9%. Hal ini disebabkan beberapa faktor yang sepertinya mirip akan terjadi di tahun ini yaitu pertumbuhan global.

Gallo juga menyebut bahwa volatilitas harga di pasar forex saat ini tertimbang dengan volume yang ada hanya sekitar 25%, dan ini masih di bawah rata-rata 5 tahun, sebuah angka terendah sejak paruh kedua 2014 lalu. Menurutnya ini mungkin tampak berlawanan dengan jumlah kecemasan geopolitik di antara para investor saja dan bukan masalah makro ekonomi, selain karena 2017 lalu tidak menguntungkan bagi pedagang forex, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Selama periode dolar AS ini melemab, volatilitas aset di pasar lainnya umumnya juga lebih rendah karena secara teori bahwa nilai uang yang melemah berjalan seiring dengan pertumbuhan global, di mana menurut Gallo kondisi ini merupakan pertanda baik bagi aset yang beresiko seperti pasar ekuitas atau pasar saham negara-negara berkembang dengan dukungan pula indeks manufaktur global yang bagus akan mendukung pertumbuhan global.

Gallo juga berpendapat bahwa the Fed sudah memasuki tahap normalisasi, dan ini cerita basi bagi investor forex dunia. Sementara di tempat lain seperti ECB dan BoC akan bermain untuk mengejar ketertinggalannya dari the Fed di tahun ini dan mengambil manfaat menguatkan mata uangnya sendiri dan melemahkan dolar AS.

Sumber Berita: Reuters, ForexSignal88.com, CNBC, BBC, Guardian, Bloomberg

Sumber Gambar: MarketWatch

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

February 23, 2018

Dolar AS Bergerak Sideways Menjelang Data Jerman dan UK Serta Pidato Pejabat Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Pergerakan dan potensi di pasar forex pada hari ini pada dasarnya tidak berubah. Dolar AS masih menjadi mata uang utama terkuat dalam sepekan terakhir. Namun, penguatan greenback tetap akan terbatas. Rebound dolar AS…
February 23, 2018

Yen dan Dolar Australia Memasuki Tahap Koreksi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback sedikit untuk memberikan tekanannya kepada mata uang utama Asia Pasifik, setelah semalam mengalami tekanan di…
February 23, 2018

Inilah Arti Defisit Kembar untuk Dolar dan The Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Mengapa dolar AS begitu lemah meski imbal hasil obligasi Treasury sedang naik, jawabnya yang disebut oleh beberapa ekonom dunia bahwa kondisi kesalahan jatuh akibat dari adanya ‘double deficit’ atau defisit kembar.…
February 23, 2018

Dolar Kanada Melemah Tipis Karena Memburuknya Data Ritel

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Hinga Jumat menjelang siang ini dolar Kanada masih condong untuk melemah setelah kemarin sempat jatuh ke level terendah dua bulan terhadap mata uang AS setelah terlihat penurunan tajam dalam penjualan ritel domestik…
February 23, 2018

CEO Barclays Khawatir Volatilitas Pasar Berikutnya Bisa Berbahaya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – CEO Barclays, Jes Staley sedang khawatir dan langsung memperingaktkan investor dunia bahwa hentakan di pergerakan pasar yang akan datang bisa mendatangkan jenis krisis keuangan yang baru. Menurut Steley, hentakan…