ForexSignal88.com l Jakarta, 16/01/2018 – Indikasi perlawanan dari para bulls (pembeli) dolar AS mulai terlihat. Greenback menguat perlahan terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada hari Selasa karena euro mengambil nafas setelah rally ke posisi tertinggi lebih dari tiga tahun di tengah pembicaraan bahwa European Central Bank (ECB) dapat mengurangi stimulus moneternya.

Data CNBC pada Selasa sore menunjukkan Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan-tertimbang enam mata uang utama, naik ke 90,63.

Saat berita ini ditulis EUR/USD turun 0,20% menjadi $1,2238, menjauh dari level tertinggi sesi Senin di $1,2297, yang merupakan level terkuat sejak Desember 2014.

Dolar AS telah melemah secara luas baru-baru ini di tengah pandangan bahwa pemulihan ekonomi global akan melampaui pertumbuhan AS dan mendorong bank sentral utama lainnya, yang dipimpin oleh ECB, untuk memulai pengetatan kebijakan moneter yang selama ini dilonggarkan, dengan kecepatan yang lebih cepat dari yang diperkirakan.

Ekspektasi bahwa ECB dapat segera memulai kembali program stimulus moneternya mendapat dorongan tambahan pada hari Senin setelah anggota Dewan Kebijakan ECB Ardo Hansson mengatakan pembelian obligasi dapat berakhir dalam satu langkah di bulan September jika ekonomi dan inflasi berkembang seperti yang diharapkan saat ini.

Dolar AS naik tipis terhadap yen, dengan USD/JPY naik 0,10% menjadi ¥110,62, menarik diri dari level terendah empat bulan ¥110,32 yang disentuh pada hari Senin.

Sterling pun mengalami sedikit tekanan dari dolar AS, dengan GBP/USD di $1,3785, bertahan di bawah puncak hari Senin di $1,3819, level tertinggi sejak referendum Brexit pada Juni 2016.

Inggris akan merilis data inflasi Desember beberapa sat lagi, yang diperkirakan akan menunjukkan bahwa tekanan biaya hidup rakyat negara itu mereda.

Dolar Australia dan Selandia Baru secara luas lebih rendah terhadap mata uang AS mereka, dengan AUD/USD bertahan di $0,7968 dan NZD/USD tergelincir 0,21% menjadi $0,7285.

Selanjutnya di pada malam hari nanti para pelaku pasar akan memantau data Empire State Manufacturing Index. Meskipun bukan sebuah data yang dapat menyebabkan pergerakan besar pada dolar, data tersebut adalah indikator utama kesehatan ekonomi yang mengukur reaksi kalangan bisnis terhadap kondisi pasar. Perubahan sentimen para pebisnis AS dapat menjadi sinyal awal aktivitas ekonomi masa depan seperti pengeluaran, perekrutan dan investasi.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: CNBC

Share This

Berita Forex Lainnya

February 23, 2018

Dolar AS Bergerak Sideways Menjelang Data Jerman dan UK Serta Pidato Pejabat Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Pergerakan dan potensi di pasar forex pada hari ini pada dasarnya tidak berubah. Dolar AS masih menjadi mata uang utama terkuat dalam sepekan terakhir. Namun, penguatan greenback tetap akan terbatas. Rebound dolar AS…
February 23, 2018

Yen dan Dolar Australia Memasuki Tahap Koreksi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback sedikit untuk memberikan tekanannya kepada mata uang utama Asia Pasifik, setelah semalam mengalami tekanan di…
February 23, 2018

Inilah Arti Defisit Kembar untuk Dolar dan The Fed

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Mengapa dolar AS begitu lemah meski imbal hasil obligasi Treasury sedang naik, jawabnya yang disebut oleh beberapa ekonom dunia bahwa kondisi kesalahan jatuh akibat dari adanya ‘double deficit’ atau defisit kembar.…
February 23, 2018

Dolar Kanada Melemah Tipis Karena Memburuknya Data Ritel

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – Hinga Jumat menjelang siang ini dolar Kanada masih condong untuk melemah setelah kemarin sempat jatuh ke level terendah dua bulan terhadap mata uang AS setelah terlihat penurunan tajam dalam penjualan ritel domestik…
February 23, 2018

CEO Barclays Khawatir Volatilitas Pasar Berikutnya Bisa Berbahaya

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/02/2018 – CEO Barclays, Jes Staley sedang khawatir dan langsung memperingaktkan investor dunia bahwa hentakan di pergerakan pasar yang akan datang bisa mendatangkan jenis krisis keuangan yang baru. Menurut Steley, hentakan…