ForexSignal88.com l Jakarta, 15/11/2017 – Harga produsen AS naik lebih dari yang diperkirakan pada bulan Oktober, didorong oleh lonjakan biaya layanan, yang menyebabkan kenaikan inflasi grosir tahunan terbesar dalam lima setengah tahun.

Laporan pada hari Selasa dari Departemen Tenaga Kerja AS itu juga menunjukkan kenaikan yang stabil pada harga produsen yang mendasari (underlying producer prices), yang mendukung ekspektasi kenaikan inflasi secara bertahap dan menjaga Federal Reserve tetap menjaga rencananya untuk menaikkan suku bunga pada bulan Desember.

Indeks harga produsen (producer price index/PPI) meningkat 0,4 persen pada bulan lalu setelah kenaikan serupa di bulan September. Dalam 12 bulan sampai dengan Oktober, PPI melonjak 2,8 persen, kenaikan terbesar sejak Februari 2012.

PPI naik 2,6 persen pada basis tahunan di bulan September. Sementara itu para ekonom memperkirakan PPI merayap naik hanya 0,1 persen untuk bulan lalu dan meningkat 2,4 persen dari tahun lalu.

Harga untuk layanan naik 0,5 persen di bulan lalu setelah meningkat 0,4 persen pada September. Lonjakan 24,9 persen pada margin untuk ritel bahan bakar dan pelumas menyumbang hampir setengah dari kenaikan biaya layanan pada bulan lalu.

Akhirnya lonjakan itu membantu mengimbangi penurunan 4,6 persen pada biaya bensin. Harga bensin grosir melonjak 10,9 persen pada bulan September setelah Badai Harvey, yang melanda Texas pada akhir Agustus dan mengurangi kapasitas penyulingan di daerah Gulf Coast.

Harga bensin turun di tengah pasokan minyak mentah yang cukup banyak. Kenaikan harga pada bulan lalu yang dirasakan oleh peternakan, pabrik dan kilang di negara itu juga didorong oleh kenaikan biaya untuk barang-barang seperti farmasi, sayuran segar dan kering, daging dan tembakau.

Sebuah ukuran kunci dari tekanan harga produsen yang mendasari (underlying producer prices) yang tidak menghitung harga makanan, energi dan jasa perdagangan, naik 0,2 persen pada bulan lalu atau meningkat dengan margin yang sama selama tiga bulan berturut-turut. Core PPI itu meningkat 2,3 persen dalam 12 bulan sampai Oktober setelah maju 2,1 persen pada bulan September.

Pelemahan dolar AS secara bertahap bisa mengangkat Core PPI. Dolar AS di tahun ini kehilangan 5,4 persen nilainya terhadap beberapa mata uang mitra dagang utama AS.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Fact Retriever

Share This

Berita Forex Lainnya

January 19, 2018

Mester Melihat Naiknya Suku Bunga The Fed Bisa Lebih Agresif

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/01/2018 – Presiden the Fed wilayah Cleveland, Loretta Mester menyatakan bahwa Federal Reserve harus menaikkan suku bunganya secara agresif di tahun ini dan tahun depan. Menurut Mester, 3 atau 4 kali kenaikan suku bunga bisa…
January 19, 2018

Dolar Selandia Baru Tertekan Data Manufaktur

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/01/2018 – Data pada Jumat pagi menunjukkan aktivitas manufaktur Selandia Baru turun ke level terendah lima tahun di bulan Desember karena kalangan bisnis menunda keputusan besar sampai ada kejelasan setelah perubahan di…
January 19, 2018

Pasar Abaikan NAFTA, Dolar Kanada Menguat Tipis

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/01/2018 – Dolar Kanada menguat tipis terhadap mata uang AS pada hari Kamis, setelah perdagangan yang bergejolak sehari sebelumnya ketika Bank of Canada (BoC) menaikkan suku bunga, karena para investor mengabaikan kekhawatiran…
January 19, 2018

Bayang-bayang Government Shutdown Menekan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/01/2018 – Dolar AS jatuh pada hari Kamis karena para pedagang menumpuk posisinya ke euro, yen, sterling dan mata uang utama lainnya di tengah kekhawatiran kemungkinan pemadaman pemerintah (government shutdown) AS saat para…
January 18, 2018

Dolar AS Sedikit Tertekan Setelah Tunjukkan Penguatan Signifikan di Sesi Kemarin

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/01/2018 – Dolar AS tergelincir terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada hari Kamis karena euro menguat sedikit setelah kemarin bergerak mundur dari puncak tiga tahun di sesi sebelumnya. EUR/USD naik 0,2% di $1,2210. Euro…