ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2017 – Dolar Selandia Baru turun kembali di bawah 69 sen AS setelah risk appetite (selera para investor terhadap aset berisiko) dan harga komoditas global menurun dan juga optimisme yang tumbuh di seputar reformasi pajak AS.

Dolar kiwi turun menjadi 68,73 sen AS ($0,6873) pada pagi hari di Wellington dari 69,18 sen kemarin. Indeks trade-weighted dolar Selandia Baru jatuh ke 73,29 dari 73,44.

Indeks Volatilitas Bursa Options Chicago Board (VIX), yang dikenal pula sebagai indikator “ketakutan” Wall Street, turun 1,6 persen dari level tertinggi dalam sekitar tiga minggu semalam.

Sementara itu Indeks CRB yang mengukur kinerja dari 19 komoditas yang paling banyak diperdagangkan, tergelincir sekitar 0,1 persen. Harga produk susu turun untuk lelang ketiga secara berturut-turut pada lelang GlobalDairyTrade pekan lalu. Sementara itu, dolar AS juga terdukung oleh tweet Presiden AS Donald Trump semalam bahwa AS "semakin dekat" pada reformasi pajak.

"Penurunan risk appetite telah membawa mata uang komoditas di bawah tekanan, turun dalam semalam," kata Doug Steel, ekonom Bank of New Zealand, dalam sebuah catatannya.

"Penurunan risk appetite kembali ke level yang lebih normal merupakan faktor risiko downside utama untuk NZD," jelas Steel.

Steel mengatakan ada dukungan (support) untuk dolar kiwi di 68,20 sen AS hingga 68,40 sen ($0,6820 - $0,6840) dan resistan pada sekitar 70,50 sen ($0,7050).

Para pedagang juga tampak bereaksi negatif pada indeks keyakinan bisnis Oktober Australia dan penjualan ritel China dan angka produksi industri yang secara umum kurang menopang ekonomi Australia dan China, keduanya adalah mitra dagang terbesar Selandia Baru.

Hari ini para pedagang juga akan memantau Ketua Federal Reserve New York Janet Yellen dijadwalkan untuk berbicara di panel Bank Sentral Eropa (ECB) bersama para koleganya dari Eropa, Jepang dan Inggris.

Kiwi diperdagangkan di 52,60 sen dolar Inggris dari 52,72 pence pada akhir sesi kemarin. Kiwi naik menjadi 90,44 sen Australia dari 90,27 sen, turun menjadi 59,11 sen euro dari 59,50 sen dan diperdagangkan di 4,5799 yuan dari 4,5977 yuan. Dolar Selandia Baru turun menjadi 78,34 yen dari 78,61 yen.

Sumber berita: ForexSignal88, Business Desk

Sumber gambar: ABC News

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

October 15, 2018

Dolar AS Lanjutkan Periode Buruknya, Nantikan Hasil Brexit

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah disaat pasar menantikan hasil perundingan Brexit.…
October 12, 2018

Dolar AS Lanjutkan Periode Terkoreksinya Akibat Dari Jatuhnya Pasar Saham

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah disaat pasar saham dunia jatuh. Seperti kita ketahui…
October 11, 2018

Dolar AS Terus Melemah Akibat Dari Jatuhnya Pasar Saham

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 11/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah pasca Presiden Trump berkomentar. Seperti kita…
October 10, 2018

Dolar AS Tertahan Pasca Verbal Intervensi Trump

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 10/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin melemah pasca Presiden Trump berkomentar. Seperti kita…
October 09, 2018

Dolar AS Bertahan Pasca IMF Turunkan Target Pertumbuhan Dunia

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 09/10/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya masih ingin menguat pasca Lembaga Dana Internasional memangkas…